id_ayt/01-GEN.usfm

3720 lines
242 KiB
Plaintext
Raw Permalink Blame History

This file contains ambiguous Unicode characters

This file contains Unicode characters that might be confused with other characters. If you think that this is intentional, you can safely ignore this warning. Use the Escape button to reveal them.

\id GEN
\ide UTF-8
\rem Tahap 4
\h KEJADIAN
\toc1 Kejadian
\toc2 Kej.
\toc3 gen
\mt1 KEJADIAN
\s5
\c 1
\s Hari Pertama — Terang
\p
\v 1 Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.
\v 2 Bumi belum memiliki bentuk dan kosong; kegelapan melingkupi samudra dan Roh Allah melayang-layang di atas air.
\s5
\v 3 Kemudian, Allah berkata, “Jadilah terang!” Maka, terang pun jadi.
\v 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, kemudian Ia memisahkan terang dari gelap.
\v 5 Allah menyebut terang itu “siang” dan gelap itu “malam”.
\p Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang pertama.
\s Hari Kedua — Cakrawala
\s5
\p
\v 6 Kemudian, Allah berkata, “Jadilah cakrawala di antara segala air untuk memisahkan air dari air!”
\v 7 Maka, Allah menciptakan cakrawala dan memisahkan air yang ada di atas cakrawala itu dengan air yang ada di bawahnya. Maka, jadilah demikian.
\v 8 Allah menyebut cakrawala itu “langit”. Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang kedua.
\s Hari Ketiga — Tanah dan Tumbuh-tumbuhan
\s5
\p
\v 9 Kemudian, Allah berkata, “Hendaklah air yang ada di bawah langit terkumpul ke satu tempat supaya tanah yang kering dapat kelihatan.” Maka, jadilah demikian.
\v 10 Allah menyebut tempat yang kering itu “darat” dan menyebut air yang berkumpul itu “laut”. Allah melihat bahwa hal ini baik adanya.
\s5
\p
\v 11 Allah berkata, “Hendaklah daratan menumbuhkan tunas; tumbuh-tumbuhan menghasilkan biji, dan pohon buah-buahan menghasilkan buah yang berbiji sesuai dengan jenisnya masing-masing di atas bumi.” Maka, jadilah demikian.
\v 12 Tanah menumbuhkan tunas -- tumbuh-tumbuhan menghasilkan biji sesuai dengan jenisnya masing-masing, dan pohon buah-buahan menghasilkan buah yang berbiji, semua sesuai dengan jenisnya masing-masing. Dan, Allah melihat bahwa hal ini baik adanya.
\p
\v 13 Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang ketiga.
\s Hari Keempat — Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang
\s5
\p
\v 14 Kemudian, Allah berkata, “Jadilah benda-benda penerang di langit untuk memisahkan siang dari malam, dan biarlah benda-benda itu menjadi tanda untuk menunjukkan musim-musim, hari-hari, dan tahun-tahun.
\v 15 Hendaklah benda-benda itu ada di langit sebagai penerang untuk menerangi bumi.” Maka, jadilah demikian.
\s5
\p
\v 16 Allah menjadikan dua benda penerang yang besar; benda penerang yang lebih besar menguasai siang, sementara benda penerang yang lebih kecil menguasai malam. Ia juga menjadikan bintang-bintang.
\v 17 Allah menempatkan benda-benda penerang ini di langit untuk menerangi bumi,
\v 18 untuk berkuasa atas siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Dan, Allah melihat bahwa hal ini baik.
\p
\v 19 Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang keempat.
\s Hari Kelima — Ikan dan Burung
\s5
\p
\v 20 Kemudian, Allah berkata, “Biarlah air dipenuhi kerumunan makhluk hidup, dan biarlah burung-burung beterbangan di atas bumi, melintasi bentangan cakrawala.”
\v 21 Maka, Allah menciptakan binatang-binatang air yang besar dan semua jenis makhluk yang hidup dan bergerak yang memenuhi air, serta segala jenis burung yang terbang di udara. Dan, Allah melihat bahwa hal ini baik.
\s5
\p
\v 22 Allah memberkati semua makhluk itu, kata-Nya, “Berkembang biaklah, bertambahbanyaklah, dan penuhilah laut. Dan, biarlah burung-burung bertambah banyak di atas bumi.”
\p
\v 23 Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang kelima.
\s Hari Keenam — Binatang Darat dan Manusia
\s5
\p
\v 24 Kemudian, Allah berkata, “Biarlah bumi menghasilkan berbagai makhluk hidup menurut jenisnya; binatang-binatang ternak, semua jenis binatang melata, dan binatang-binatang liar sesuai dengan jenisnya masing-masing.” Maka, jadilah demikian.
\p
\v 25 Maka, Allah menjadikan setiap jenis binatang liar menurut jenisnya, binatang ternak menurut jenisnya, dan semua binatang melata sesuai dengan jenisnya masing-masing. Dan, Allah melihat bahwa hal ini baik.
\s5
\p
\v 26 Kemudian, Allah berkata, “Marilah sekarang Kita membuat manusia menurut gambar Kita, dalam keserupaan Kita. Dan, hendaklah mereka berkuasa atas semua ikan di laut, burung-burung di udara, atas semua binatang ternak, dan semua binatang melata yang merayap di bumi.”
\b
\q1
\v 27 Maka, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya.
\q2 Menurut gambar Allah, Ia menciptakannya.
\q1 Ia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan.
\b
\s5
\p
\v 28 Allah memberkati mereka dan berkata, “Beranakcuculah dan bertambahbanyaklah, penuhilah bumi dan kuasailah itu. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara. Berkuasalah atas setiap makhluk hidup yang bergerak di atas bumi.”
\p
\v 29 Kemudian, Allah berkata, “Lihatlah, kepadamu Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji yang ada di muka bumi dan segala pohon buah-buahan; semuanya itulah yang akan menjadi makananmu.
\s5
\v 30 Dan, kepada setiap binatang di bumi, kepada burung-burung di udara, serta kepada segala binatang melata yang merayap di tanah; kepada segala yang bernafas di muka bumi, Kuberikan segala tumbuhan hijau untuk menjadi makanan mereka.” Maka, jadilah demikian.
\p
\v 31 Dan, Allah melihat segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya, dan semuanya itu sangat baik.
\p Jadilah petang, dan jadilah pagi. Inilah hari yang keenam.
\s5
\c 2
\s Hari Ketujuh — Beristirahat
\p
\v 1 Demikianlah bumi dan langit, serta segala isinya selesai diciptakan.
\v 2 Pada hari yang ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan-Nya itu, lalu Ia beristirahat pada hari yang ketujuh itu dari semua pekerjaan yang telah dilakukan-Nya.
\v 3 Kemudian, Allah memberkati hari yang ketujuh dan menguduskannya sebab pada hari itu Ia beristirahat dari semua pekerjaan penciptaan yang dilakukan-Nya.
\s Permulaan umat manusia
\s5
\p
\v 4 Inilah riwayat tentang langit dan bumi ketika TUHAN Allah menciptakannya.
\v 5 Saat itu sebelum ada semak apapun yang tubuh di atas bumi dan belum ada tanaman yang tumbuh di padang karena TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke atas bumi, dan pada saat itu juga belum ada orang yang menggarap tanah.
\p
\v 6 Namun, ada kabut yang keluar dari bumi dan membasahi seluruh permukaan tanah.
\s5
\v 7 Maka, TUHAN Allah membentuk manusia
\f +
\fr 2:7
\fk manusia
\ft Adam
\f* dari debu di tanah dan mengembuskan napas kehidupan kepada hidungnya sehingga manusia itu menjadi hidup.
\v 8 Kemudian, TUHAN Allah membuat sebuah taman di Timur, di Eden; disanalah Ia menempatkan manusia yang diciptakan-Nya itu.
\s5
\v 9 Dari dalam tanah, TUHAN Allah menumbuhkan setiap jenis pohon yang sedap dipandang dan baik untuk dimakan; pohon kehidupan ada di tengah-tengah taman itu, begitu juga pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
\p
\v 10 Sebuah sungai mengalir dari Eden dan mengairi taman itu, dan dari sana, sungai itu terbagi menjadi empat hulu sungai.
\s5
\v 11 Nama hulu sungai yang pertama adalah Pison dan sungai ini mengalir di sepanjang tanah Hawila, tempat yang mengandung emas.
\v 12 Emas yang terdapat di tanah itu adalah emas yang baik. Di sana juga terdapat damar
\f +
\fr 2:12
\fk damar
\ft Ada dua kemungkinan mengenai kata ini, yang pertama merujuk pada getah keras yang didapat dari pohon yang baunya wangi dan digunakan untuk kemenyan. Yang kedua merujuk kepada batu mulia (karena ayat ini juga bicara tentang batu krisopras) yang berwarna putih.
\f* dan batu krisopras.
\s5
\v 13 Nama sungai yang kedua adalah Gihon, sungai ini mengalir di seluruh tanah Kush.
\v 14 Nama sungai yang ketiga adalah Tigris, sungai ini mengalir di sebelah timur Asyur. Dan, sungai yang keempat adalah Efrat.
\s5
\p
\v 15 TUHAN Allah menempatkan manusia di Taman Eden untuk menggarap dan memeliharanya.
\v 16 Kemudian TUHAN Allah memberikan perintah kepada manusia itu, “Engkau boleh makan dari pohon apa pun yang ada di taman ini,
\v 17 tetapi jangan engkau makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat sebab jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati.”
\s Seorang pendamping bagi Adam
\s5
\p
\v 18 Kemudian, TUHAN Allah berkata, “Tidak baik jika manusia itu sendirian saja; Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengannya.”
\p
\v 19 TUHAN Allah membentuk semua binatang di padang dan semua burung di udara dari debu tanah dan Ia membawa semua binatang itu kepada manusia untuk melihat bagaimana ia memberi nama semua binatang itu. Dan, nama apa pun yang diberikan manusia itu kepada masing-masing mereka, demikianlah nama makhluk itu.
\v 20 Jadi, manusia itu memberikan nama kepada semua binatang ternak, burung di udara, dan semua binatang liar di padang. Akan tetapi, manusia itu tidak menemukan seorang penolong yang sepadan dengannya.
\s5
\v 21 Maka, TUHAN Allah membuat manusia itu tertidur lelap, dan ketika ia tertidur, Allah mengambil salah satu tulang rusuk manusia itu, lalu menutup tempat itu dengan daging.
\v 22 Kemudian, TUHAN Allah menjadikan perempuan dari bagian yang diambil dari tubuh manusia itu dan membawa perempuan itu kepadanya.
\v 23 Maka, manusia itu berkata,
\b
\q1 “Inilah tulang dari tulangku,
\q2 dan daging dari dagingku;
\q1 ia akan disebut 'perempuan'
\q2 sebab ia diambil dari laki-laki.”,
\b
\s5
\p
\v 24 Inilah sebabnya laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging.
\p
\v 25 Manusia dan istrinya itu telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu.
\s5
\c 3
\s Permulaan Dosa
\p
\v 1 Ular adalah yang paling cerdik dari semua binatang liar di padang yang diciptakan TUHAN Allah. Katanya kepada perempuan itu, “Tentu Allah berkata, 'Jangan engkau memakan buah dari pohon mana pun di taman ini,' bukan?”
\p
\v 2 Kata perempuan itu kepada ular, “Kami boleh memakan buah dari pohon-pohon di taman,
\v 3 tetapi kami tidak boleh makan dari pohon yang ada di tengah taman. Allah berkata, Jangan engkau makan buah dari pohon itu; menyentuhnya pun jangan, atau kamu akan mati.’”
\s5
\p
\v 4 Akan tetapi, ular itu berkata kepada perempuan itu, “Kamu sama sekali tidak akan mati,
\v 5 sebab Allah tahu, jika kamu memakan buah dari pohon itu, matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah; mengetahui tentang yang baik dan yang jahat!”
\p
\v 6 Ketika perempuan itu melihat bahwa pohon itu memiliki buah yang baik untuk dimakan, sedap dipandang, dan memikat sebab dapat membuat seseorang menjadi bijaksana; ia pun mengambil buah dari pohon itu dan memakannya. Ia memberikan buah itu kepada suaminya yang bersamanya, dan suaminya juga memakan buah itu.
\s5
\p
\v 7 Maka, terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu bahwa mereka telanjang. Jadi, mereka mengambil beberapa helai daun ara, menyemat daun-daun itu, dan mengenakannya sebagai pakaian.
\p
\v 8 Ketika mereka mendengar suara Tuhan Allah yang sedang berjalan di dalam taman, di suatu hari yang sejuk, maka manusia dan istrinya itu menyembunyikan diri mereka dari TUHAN Allah di antara pepohonan di taman.
\s5
\v 9 Akan tetapi, TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berkata, “Di manakah engkau?”
\p
\v 10 Jawab manusia itu, “Aku mendengar Engkau sedang berjalan dalam taman, dan aku takut karena aku telanjang, karena itu aku bersembunyi.”
\p
\v 11 Kata Allah kepada manusia itu, “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari pohon yang kepadamu Kuperintahkan supaya jangan dimakan itu?”
\s5
\p
\v 12 Kata manusia itu, “Perempuan yang Engkau berikan untuk bersamaku itu, memberiku buah dari pohon itu, jadi aku memakannya.”
\p
\v 13 Lalu, TUHAN Allah berkata kepada perempuan itu, “Apa yang telah kaulakukan?”
\p Ia menjawab, “Ular itu menipuku, jadi aku memakan buah itu.”
\s5
\p
\v 14 Maka, berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu,
\b
\q1 “Karena engkau telah melakukan hal ini,
\q2 terkutuklah engkau di antara segala binatang ternak,
\q1 terlebih lagi di antara segala binatang liar.
\q2 Dengan perutmu engkau akan menjalar,
\q1 dan engkau akan makan debu tanah seumur hidupmu.
\b
\q1
\v 15 Aku akan menaruh permusuhan antara engkau dan perempuan itu,
\q2 dan diantara keturunanmu dan keturunannya.
\q1 Keturunannya akan meremukkan kepalamu,
\q2 dan engkau akan mematuk tumitnya.”
\b
\s5
\p
\v 16 Kepada perempuan itu Allah berkata,
\b
\q1 “Aku akan menambah-nambahkan kesakitanmu ketika mengandung,
\q2 dan dalam kesakitan engkau akan melahirkan anakmu.
\q1 Engkau akan berahi kepada suamimu,
\q2 dan ia akan berkuasa atasmu.
\b
\s5
\p
\v 17 Namun, kepada manusia itu Allah berkata,
\b
\q1 “Karena engkau menuruti perkataan istrimu,
\q2 dan memakan buah dari pohon itu yang kepadamu Kuperintahkan,
\q1 'Jangan engkau memakannya,'
\q2 terkutuklah tanah karena engkau!
\q1 Dengan bersusah payah engkau mengusahakan makanan darinya seumur hidupmu.
\b
\q1
\v 18 Semak duri dan rumput liarlah yang akan ditumbuhkan tanah bagimu,
\q2 dan engkau akan memakan tumbuh-tumbuhan di padang.
\q1
\v 19 Dengan keringat di wajahmu, engkau akan makan makananmu,
\q2 sampai engkau kembali kepada tanah yang darinya engkau diambil.
\q1 Sebab, engkau adalah debu,
\q2 dan akan kembali kepada debu.
\b
\s5
\p
\v 20 Manusia itu menamai istrinya “Hawa” sebab ia akan menjadi ibu dari semua orang yang pernah hidup.
\p
\v 21 Kemudian, TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang dan mengenakannya kepada mereka.
\s5
\p
\v 22 Lalu, TUHAN Allah berkata, “Lihatlah, manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita; ia tahu tentang yang baik dan yang jahat. Sekarang, jangan sampai ia juga mengambil buah dari pohon kehidupan dan memakannya sehingga ia dapat hidup selama-lamanya.”
\p
\v 23 Maka, TUHAN Allah mengusir manusia itu keluar dari Taman Eden untuk menggarap tanah yang darinya ia dijadikan.
\v 24 Setelah Allah mengusir manusia itu dari taman, Ia menempatkan kerubim dengan pedang api yang menyambar-nyambar untuk menjaga jalan yang menuju ke pohon kehidupan.
\s5
\c 4
\s Keluarga Pertama
\p
\v 1 Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya, maka mengandunglah Hawa dan melahirkan Kain. Katanya, “Dengan pertolongan TUHAN, aku telah memperoleh seorang anak laki-laki!”
\p
\v 2 Kemudian, Hawa melahirkan seorang adik bagi Kain, namanya Habel. Habel menjadi seorang penjaga kawanan domba, sedangkan Kain menjadi penggarap tanah.
\s Pembunuhan Pertama
\s5
\p
\v 3 Pada suatu ketika, Kain membawa hasil tanahnya sebagai persembahan bagi TUHAN,
\v 4 sedangkan Habel juga membawa beberapa anak pertama dari kawanan ternaknya, bahkan yang tergemuk di kawanannya.
\p TUHAN menerima Habel dan persembahannya,
\v 5 tetapi Ia tidak menerima Kain dan persembahannya. Lalu, marahlah Kain dan wajahnya menjadi muram.
\s5
\v 6 Kemudian, TUHAN bertanya kepada Kain, “Mengapa engkau marah? Dan, mengapa wajahmu muram?
\v 7 Jika engkau melakukan yang baik, tidakkah engkau akan diterima? Namun, jika engkau tidak melakukan yang baik, dosa sudah berada di ambang pintu. Dosa itu ingin menguasaimu, tetapi kamu harus berkuasa atasnya.”
\s5
\p
\v 8 Kemudian, Kain berbicara kepada Habel, saudaranya. Saat mereka berada di ladang, Kain menyerang Habel, saudaranya itu, dan membunuhnya.
\p
\v 9 Lalu, TUHAN berkata kepada Kain, “Di manakah Habel, saudaramu?”
\p Jawab Kain, “Aku tidak tahu. Apakah aku penjaga saudaraku?”
\s5
\p
\v 10 Akan tetapi, TUHAN berkata, “Apa yang telah engkau lakukan? Darah saudaramu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
\v 11 Sekarang , terkutuklah engkau dari tanah yang membuka mulutnya untuk menerima darah saudaramu itu dari tanganmu.
\v 12 Jika engkau menggarap tanah, tanah itu tidak akan menghasilkan panen yang baik untukmu. Engkau akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi.”
\b
\s5
\p
\v 13 Kemudian, Kain berkata kepada TUHAN, “Hukuman ini terlalu besar untuk kutanggung!
\v 14 Hari ini Engkau mengusirku dari tanahku dan aku akan tersembunyi dari wajah-Mu. Aku akan menjadi pelarian dan pengembara di muka bumi, dan siapa saja yang berjumpa denganku akan membunuhku.”
\p
\v 15 Akan tetapi, TUHAN berkata kepada Kain, “Tidak demikian! Siapapun yang membunuh Kain, Aku akan membalasnya tujuh kali lipat.” Kemudian, TUHAN memberi suatu tanda pada Kain supaya jangan ada orang yang akan membunuhnya ketika bertemu dengannya.
\s Keluarga Kain
\s5
\p
\v 16 Maka, pergilah Kain dari hadapan TUHAN, dan tinggal di tanah Nod, sebelah timur Eden.
\p
\v 17 Kain bersetubuh dengan istrinya, sehingga istrinya pun mengandung dan melahirkan Henokh. Kain membangun sebuah kota dan memberi nama kota itu “Henokh”, sesuai nama anaknya.
\s5
\p
\v 18 Bagi Henokh, lahirlah Irad. Irad adalah ayah dari Mehuyael. Mehuyael adalah ayah dari Metusael. Dan, Metusael adalah ayah dari Lamekh.
\p
\v 19 Lamekh memperistri dua perempuan, yang satu bernama Ada, dan yang lain bernama Zila.
\s5
\v 20 Ada melahirkan Yabal, ia adalah nenek moyang dari semua orang yang tinggal dalam kemah dan hidup dari beternak.
\v 21 Saudaranya adalah Yubal, nenek moyang dari semua orang yang memainkan kecapi dan seruling.
\v 22 Zila juga melahirkan anak yang diberi nama Tubal-Kain, ia adalah nenek moyang dari semua orang yang bekerja sebagai penempa perunggu dan besi. Saudara perempuan Tubal-Kain bernama Naama.
\s5
\p
\v 23 Lamekh berkata kepada kedua istrinya,
\b
\q1 “Ada dan Zila, dengarkanlah perkataanku!
\q2 Hai istri-istri Lamekh, dengarkanlah aku!
\q1 Aku telah membunuh seseorang karena ia melukaiku,
\q2 seorang yang masih muda karena dia menyakitiku.
\q1
\v 24 Jika orang yang membunuh Kain akan dibalaskan tujuh kali lipat,
\q2 maka kepada Lamekh akan dibalaskan tujuh puluh tujuh kali lipat!”
\b
\s Adam dan Hawa Mempunyai Anak Lagi
\s5
\p
\v 25 Adam bersetubuh lagi dengan istrinya, dan istrinya melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Set sebab Hawa berkata, “Allah telah memberikan anak yang lain kepadaku. Kain membunuh Habel, tetapi sekarang aku memiliki Set.”
\v 26 Set juga mempunyai seorang anak laki-laki yang dinamainya Enos. Pada masa itu, orang mulai berdoa kepada TUHAN.
\s5
\c 5
\s Sejarah Keluarga Adam
\p
\v 1 Inilah silsilah keturunan Adam. Ketika Allah menciptakan manusia, Ia menciptakan mereka menurut gambar Allah sendiri.
\v 2 Ia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan. Pada hari mereka diciptakan, Allah memberkati mereka dan menamai mereka “manusia”.
\s5
\p
\v 3 Ketika Adam telah hidup selama 130 tahun, ia menjadi ayah bagi seorang anak laki-laki yang dilahirkan baginya; anak itu segambar dengannya, dan Adam menamai anak itu Set.
\v 4 Adam hidup delapan ratus tahun lagi setelah Set lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 5 Jadi, seluruh masa hidup Adam adalah selama 930 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 6 Ketika Set telah hidup selama 105 tahun, ia menjadi ayah bagi Enos.
\v 7 Set hidup 807 tahun lagi setelah Enos lahir, dan ia juga mempunyai beberapa anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 8 Jadi, seluruh masa hidup Set adalah selama 912 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 9 Ketika Enos telah hidup selama sembilan puluh tahun, ia menjadi ayah bagi Kenan.
\v 10 Enos hidup 815 tahun lagi setelah Kenan lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 11 Jadi, seluruh masa hidup Enos adalah selama 905 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 12 Ketika Kenan telah hidup selama tujuh puluh tahun, ia menjadi ayah bagi Mahalaleel.
\v 13 Kenan hidup 840 tahun lagi setelah Mahalaleel lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 14 Jadi, seluruh masa hidup Kenan adalah selama 910 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 15 Ketika Mahalaleel berumur enam puluh lima tahun, ia menjadi ayah bagi Yared.
\v 16 Mahalaleel hidup 830 tahun lagi setelah Yared lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 17 Jadi, seluruh masa hidup Mahalaleel adalah selama 895 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 18 Setelah Yared berumur 162 tahun, ia menjadi ayah bagi Henokh.
\v 19 Yared hidup 800 tahun lagi setelah Henokh lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 20 Jadi, masa seluruh masa hidup Yared adalah selama 962 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 21 Setelah Henokh berumur enam puluh lima tahun, ia menjadi ayah bagi Metusalah.
\v 22 Henokh hidup dekat dengan Allah selama 300 tahun setelah Metusalah lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 23 Jadi, seluruh masa hidup Henokh adalah selama 365 tahun.
\v 24 Pada suatu hari, Henokh berjalan dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi sebab Allah telah mengangkatnya.
\s5
\p
\v 25 Setelah Metusalah berumur 187 tahun, ia menjadi ayah bagi Lamekh.
\v 26 Metusalah hidup 782 tahun lagi setelah Lamekh lahir, dan ia juga mempunyai anak-anak laki dan perempuan yang lainnya.
\v 27 Jadi, seluruh masa hidup Metusalah adalah selama 969 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 28 Ketika Lamekh berumur 182 tahun, ia menjadi ayah bagi anak laki-laki yang dilahirkan baginya,
\v 29 dan ia menamai anak itu Nuh sambil berkata, “Anak ini akan memberi penghiburan kepada kita dalam kerja keras dan jerih payah tangan kita akibat tanah yang telah dikutuk oleh Allah.”
\s5
\p
\v 30 Lamekh hidup 595 tahun lagi setelah Nuh lahir, dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\v 31 Jadi, seluruh masa hidup Lamekh adalah selama 777 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\p
\v 32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia menjadi ayah bagi Sem, Ham, dan Yafet.
\s5
\c 6
\s Manusia Menjadi Jahat
\p
\v 1 Ketika jumlah manusia di bumi terus bertambah, mereka juga melahirkan anak-anak perempuan.
\v 2 Anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, jadi mereka memilih perempuan-perempuan manapun yang mereka sukai untuk dijadikan istri.
\p
\v 3 Maka, TUHAN berkata, “Aku tidak akan membiarkan Roh-Ku tinggal di dalam manusia selama-lamanya. Karena manusia itu adalah daging, mereka hanya akan hidup selama 120 tahun.”
\s5
\p
\v 4 Pada zaman itu, kaum Nefilim
\f +
\fr 6:4
\fk Nefilim
\ft
\f* tinggal di bumi; bahkan pada zaman setelahnya, ketika anak-anak Allah mengawini anak-anak perempuan manusia dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak-anak bagi mereka. Nefilim adalah orang-orang yang gagah perkasa pada zaman kuno; orang-orang yang termasyhur.
\s5
\p
\v 5 Akan tetapi, TUHAN melihat kejahatan manusia yang semakin besar di muka bumi, dan bahwa segala kecenderungan hati mereka selalu kepada hal-hal yang jahat.
\v 6 TUHAN menyesal telah menciptakan manusia di bumi, dan hal itu menyakitkan hati-Nya.
\s5
\v 7 Maka, TUHAN berkata, “Aku akan melenyapkan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi; setiap orang, setiap binatang, segala sesuatu yang merayap di atas bumi, dan semua burung di udara karena Aku menyesal telah menjadikan mereka.”
\p
\v 8 Akan tetapi, Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
\s Nuh dan Air Bah
\s5
\p
\v 9 Inilah riwayat keluarga Nuh. Nuh adalah seorang yang benar, tak bercacat cela pada zamannya, dan ia hidup dekat dengan Allah.
\v 10 Nuh mempunyai tiga orang anak laki-laki yaitu: Sem, Ham, dan Yafet.
\b
\s5
\p
\v 11 Ketika itu bumi telah rusak di mata Allah dan penuh dengan kekerasan.
\v 12 Allah memandang ke bumi; dan melihat bahwa bumi sudah benar-benar rusak sebab semua manusia telah merusak cara hidup mereka di bumi.
\s5
\p
\v 13 Maka, Allah berkata kepada Nuh, “Aku telah memutuskan untuk membinasakan semua manusia karena bumi telah dipenuhi oleh kekerasan karena mereka. Sekarang, Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
\v 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera yang terbuat dari kayu gofir
\f +
\fr 6.14
\fk kayu gofir
\ft
\f* . Buatlah kamar-kamar di dalam bahtera itu, dan lapisilah dengan ter
\f +
\fr 6.14
\fk ter
\ft
\f* di bagian dalam dan luarnya.
\p
\v 15 Beginilah kamu harus membuatnya: panjangnya 300 hasta, lebarnya 50 hasta, dan tingginya 30 hasta.
\s5
\v 16 Buatlah atap bagi bahtera itu dan selesaikanlah itu kira-kira satu hasta di bagian atas bahtera. Buatlah pintu di sisi bahtera, serta buatlah tiga tingkat dalam bahtera itu: atas, tengah, dan bawah.
\p
\v 17 Sebab, Aku akan mendatangkan banjir besar ke atas bumi untuk memusnahkan semua yang hidup di bawah langit. Segala sesuatu yang ada di atas bumi akan mati.
\s5
\v 18 Akan tetapi, Aku akan membuat sebuah perjanjian denganmu, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera; engkau, istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri anak-anakmu yang bersama-sama denganmu.
\v 19 Engkau harus membawa sepasang dari setiap jenis binatang di bumi ke dalam bahtera, satu jantan dan satu betina, supaya dipeliharakan hidupnya bersama-sama dengan engkau.
\s5
\v 20 Dari burung-burung menurut jenis mereka, binatang-binatang menurut jenis mereka, dan makhluk-makhluk yang merayap menurut jenis mereka, dua dari setiap jenis itu akan datang kepadamu supaya mereka dapat tetap hidup.
\v 21 Bawalah juga bersamamu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu untuk menjadi makananmu dan makanan mereka.”
\p
\v 22 Demikianlah Nuh melakukan segala sesuatu sesuai yang diperintahkan Allah kepadanya.
\s5
\c 7
\s Air Bah Mulai
\p
\v 1 Kemudian, TUHAN berkata kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab Aku melihat engkau hidup benar di tengah-tengah generasi ini.
\v 2 Bawalah bersamamu tujuh pasang dari setiap jenis binatang yang halal, jantan dan betina. Dan, sepasang dari setiap jenis binatang yang haram, seekor jantan dan pasangannya.
\v 3 Bawalah juga tujuh pasang dari segala jenis burung di udara, jantan dan betina, untuk menjaga kelangsungan hidup mereka di muka bumi.
\s5
\v 4 Sebab, dalam tujuh hari dari sekarang Aku akan menurunkan hujan lebat ke atas bumi selama empat puluh hari dan empat puluh malam, dan Aku akan membinasakan segala sesuatu yang hidup dari muka bumi; segala sesuatu yang telah Kuciptakan.”
\v 5 Maka, Nuh melakukan segala sesuatu sesuai dengan yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
\s5
\p
\v 6 Nuh berumur enam ratus tahun ketika banjir besar itu datang ke atas bumi.
\v 7 Maka, Nuh bersama dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya, dan istri-istri anak-anaknya masuk ke dalam bahtera karena banjir besar itu.
\s5
\v 8 Semua binatang yang halal dan yang haram, burung-burung, dan segala sesuatu yang merayap di atas bumi,
\v 9 masuk ke dalam bahtera bersama Nuh, persis seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
\v 10 Tujuh hari kemudian, banjir besar itu pun menelan bumi.
\s5
\p
\v 11 Pada tahun keenam ratus masa hidup Nuh, pada bulan kedua dan hari ketujuh belas bulan itu, terbukalah segala sumber air di kedalaman bumi, dan terbukalah pintu-pintu air di langit.
\v 12 Maka, turunlah hujan ke atas bumi selama empat puluh hari dan empat puluh malam.
\s5
\v 13 Pada hari yang sama, Nuh dan anak-anak laki-lakinya; Sem, Ham, dan Yafet, beserta istrinya dan ketiga menantunya masuk ke dalam bahtera.
\v 14 Bersama mereka juga ada setiap jenis binatang liar, setiap jenis binatang ternak, setiap jenis binatang yang merayap di muka bumi, dan setiap jenis unggas, semua yang bersayap.
\s5
\v 15 Binatang-binatang ini masuk ke dalam bahtera bersama-sama dengan Nuh; berpasang-pasangan dari setiap jenis binatang yang hidup.
\v 16 Semua binatang itu masuk ke dalam bahtera; jantan dan betina, persis seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Lalu, TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
\s5
\p
\v 17 Banjir itu menelan bumi selama empat puluh hari, dan seiring bertambahnya air, bahtera itu pun terangkat tinggi dari atas bumi.
\v 18 Air terus bertambah tinggi dan bertambah banyak di atas bumi sehingga bahtera itu terapung-apung di permukaan air.
\s5
\v 19 Air naik dengan luar biasa di permukaan bumi sehingga gunung-gunung tinggi di bawah langit pun tenggelam oleh air.
\v 20 Air itu naik sampai melebihi gunung-gunung, dan bahkan menenggelamkannya 15 hasta dari permukaan.
\s5
\p
\v 21 Maka, binasalah segala makhluk hidup yang ada di bumi; burung-burung, binatang ternak, binatang liar, makhluk-makhluk yang merayap, dan juga semua manusia.
\v 22 Setiap makhluk yang hidup di darat, yang bernafas dengan hidungnya, mati.
\s5
\v 23 Demikianlah Allah menyapu bersih muka bumi; dari manusia sampai binatang melata, serta burung-burung di udara, mereka dibinasakan dari muka bumi. Hanya Nuh beserta mereka yang bersama-sama dengan dia di dalam bahtera itulah yang tersisa.
\v 24 Dan, air terus menutupi bumi selama 150 hari.
\s5
\c 8
\s Air Bah Berhenti
\p
\v 1 Maka, Allah mengingat Nuh dan semua binatang liar, maupun binatang ternak yang ada bersamanya dalam bahtera itu. Dan, Allah membuat angin berhembus ke atas bumi sehingga air pun mulai surut.
\p
\v 2 Ia juga menutup semua mata air di kedalaman bumi dan pintu-pintu air yang berada di langit, sehingga hujan berhenti turun dari langit
\v 3 Air yang menutupi bumi semakin surut sehingga di akhir dari 150 hari itu air semakin berkurang.
\s5
\v 4 Pada bulan yang ketujuh dan hari yang ketujuh belas pada bulan itu, kandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
\v 5 Air terus surut sampai bulan yang kesepuluh. Pada hari pertama di bulan yang kesepuluh itu, puncak-puncak gunung sudah mulai terlihat.
\s5
\p
\v 6 Setelah empat puluh hari, Nuh membuka jendela yang telah dibuatnya pada bahtera itu.
\v 7 Kemudian, ia melepaskan seekor burung gagak dan burung itu terbang ke sana ke mari sampai air surut dari permukaan bumi.
\s5
\v 8 Kemudian, Nuh juga melepaskan seekor burung merpati untuk mengetahui apakah air sudah surut dari permukaan tanah.
\p
\v 9 Akan tetapi, merpati itu tidak dapat menemukan tempat untuk hinggap karena air masih menutupi bumi sehingga merpati itu kembali ke bahtera. Nuh mengulurkan tangannya dan menangkap merpati itu, lalu membawanya kembali ke dalam bahtera.
\s5
\p
\v 10 Setelah tujuh hari, Nuh kembali melepaskan merpati itu dari bahtera.
\v 11 Sore harinya, merpati itu kembali kepada Nuh dengan membawa daun zaitun segar dalam mulutnya. Dengan demikian, Nuh mengetahui bahwa air telah surut dari permukaan bumi.
\v 12 Maka, Nuh menunggu tujuh hari lagi, lalu kembali melepaskan merpati itu. Kali ini, merpati itu tidak kembali ke bahtera.
\s5
\p
\v 13 Pada tahun hidup Nuh yang ke-601, pada hari pertama di bulan pertama itu, air telah surut dari permukaan bumi dan Nuh membuka atap bahtera dan melihat bahwa permukaan tanah telah kering.
\v 14 Pada hari kedua puluh tujuh bulan kedua, permukaan tanah telah benar-benar kering.
\s5
\p
\v 15 Kemudian, Allah berkata kepada Nuh,
\v 16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau, istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri mereka.
\v 17 Lepaskanlah semua makhluk hidup ada bersama dengan dirimu; burung-burung, binatang-binatang, serta segala sesuatu yang merayap di atas bumi supaya mereka dapat berkembang biak dan bertambah banyak di atas bumi.”
\s5
\p
\v 18 Maka, Nuh keluar bersama istri, anak-anak, dan menantu-menantunya.
\v 19 Semua binatang liar, semua binatang yang merayap, dan semua burung keluar dari bahtera. Semua binatang keluar dari bahtera, masing-masing menurut jenisnya.
\s5
\p
\v 20 Kemudian, Nuh membangun sebuah altar untuk memuliakan TUHAN. Ia membawa beberapa burung dan beberapa binatang yang halal, lalu mempersembahkan binatang itu di altar sebagai persembahan bakaran kepada Allah.
\p
\v 21 TUHAN mencium persembahan Nuh, dan itu menyenangkan Dia. Maka, TUHAN berkata dalam hati-Nya, “Aku tidak akan lagi mengutuk tanah karena kejahatan manusia, meskipun niat hati manusia itu jahat sejak mudanya. Dan, Aku juga tidak akan lagi membinasakan setiap makhluk hidup di atas bumi seperti yang telah Kulakukan.
\b
\q1
\v 22 Selama bumi masih ada,
\q2 musim tanam dan musim panen,
\q1 dingin dan panas, musim kemarau dan musim hujan,
\q2 serta siang dan malam akan selalu ada.”
\s5
\c 9
\s Permulaan yang Baru
\p
\v 1 Allah memberkati Nuh beserta anak-anaknya, dan berkata kepada mereka, “Beranak-cuculah, bertambah banyaklah, dan penuhilah bumi.
\v 2 Rasa takut dan gentar terhadapmu akan ada pada setiap binatang yang ada di muka bumi, pada setiap burung di udara, pada setiap binatang yang melata di tanah, dan pada setiap ikan di laut; mereka semua diserahkan ke dalam tanganmu.
\s5
\v 3 Segala yang hidup dan bergerak akan menjadi makananmu. Seperti aku memberikan tumbuhan hijau kepadamu, sekarang aku memberikan segalanya kepadamu.
\v 4 Akan tetapi, jangan kamu memakan daging yang masih bernyawa, yaitu yang masih ada darah di dalamnya.
\s5
\v 5 Sebab, Aku pasti akan menuntut pembalasan atas darahmu, yaitu nyawamu; dari setiap binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku juga akan menuntut nyawa manusia lainnya.
\b
\q1
\v 6 Jadi, barangsiapa yang menumpahkan darah manusia,
\q2 darahnya akan ditumpahkan oleh manusia.
\q1 Sebab, Allah menciptakan manusia
\q2 sesuai dengan gambar-Nya sendiri.
\b
\p
\v 7 Dan engkau, beranakcuculah serta bertambah banyaklah; penuhilah bumi dan bertambah banyaklah di atasnya.”
\s5
\p
\v 8 Lalu, Allah berkata kepada Nuh dan kepada anak-anaknya,
\v 9 “Sekarang lihatlah, Aku menetapkan Perjanjian-Ku dengan engkau dan dengan keturunanmu yang akan datang,
\v 10 dan juga dengan semua makhluk yang bersama-sama dengan engkau; burung-burung, binatang ternak, dan dengan setiap binatang liar yang bersama-sama denganmu keluar dari bahtera -- dengan segala binatang di bumi.
\s5
\v 11 Aku menetapkan Perjanjian-Ku dengan engkau: Tidak akan ada lagi makhluk hidup yang akan dibinasakan oleh banjir besar; tidak akan ada lagi banjir besar yang menghancurkan bumi.”
\p
\v 12 Allah berkata, “Inilah tanda dari Perjanjian yang Kubuat antara Aku dan engkau, dan setiap makhluk hidup yang bersama-sama dengan engkau, untuk turun-temurun:
\v 13 Aku akan menaruh busur-Ku
\f +
\fr 9.13
\fk busur-Ku
\ft pelangi
\f* di awan dan itu akan menjadi bukti dari Perjanjian antara Aku dan bumi.
\s5
\v 14 Apabila Aku mendatangkan awan-awan ke atas bumi dan busur itu tampak di awan,
\v 15 Aku akan mengingat Perjanjian antara Aku dan engkau dan setiap makhluk hidup sehingga air tidak akan lagi menjadi sebuah banjir besar yang membinasakan semua yang hidup.
\s5
\v 16 Kapan pun busur itu ada di awan, Aku akan melihatnya dan akan mengingat Perjanjian kekal antara Allah dan setiap makhluk hidup yang ada di atas bumi.”
\p
\v 17 Kemudian, berkatalah Allah kepada Nuh, “Inilah bukti dari Perjanjian yang Kuadakan di antara Aku dan segala makhluk hidup di bumi.”
\s Masalah Mulai Lagi
\s5
\p
\v 18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham, dan Yafet. Ham adalah ayah Kanaan.
\v 19 Mereka bertiga adalah anak Nuh, dan dari merekalah lahir seluruh manusia yang tersebar di bumi.
\s5
\p
\v 20 Nuh menjadi petani dan mulai mengusahakan kebun anggur.
\v 21 Suatu hari, Nuh minum anggur dan menjadi mabuk, dan ia telanjang di dalam kemahnya.
\s5
\v 22 Maka, Ham, ayah Kanaan, melihat ketelanjangan ayahnya dan memberitahukannya kepada kedua saudaranya yang ada di luar.
\v 23 Akan tetapi, Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan meletakkannya di atas bahu mereka, lalu dengan berjalan mundur mereka menutupi ketelanjangan ayah mereka. Mereka memalingkan wajah mereka sehingga tidak melihat ketelanjangan ayahnya.
\s5
\p
\v 24 Ketika Nuh sadar dari mabuknya, ia mengetahui apa yang dilakukan anak bungsunya itu.
\v 25 Karena itu, ia berkata,
\b
\q1 “Terkutuklah Kanaan!
\q2 Kiranya ia menjadi hamba dari para hamba saudara-saudaranya.”
\b
\s5
\p
\v 26 Nuh juga berkata,
\b
\q1 “Terpujilah TUHAN, Allah Sem!
\q2 Biarlah Kanaan menjadi hambanya.
\q1
\v 27 Kiranya Allah meluaskan Yafet,
\q2 kiranya ia tinggal di kemah Sem,
\q2 dan kiranya Kanaan menjadi hamba baginya.”
\b
\s5
\p
\v 28 Setelah banjir besar, Nuh masih hidup 350 tahun lagi.
\v 29 Jadi, seluruh masa hidup Nuh adalah 950 tahun, kemudian ia mati.
\s5
\c 10
\s Bangsa-bangsa Bertambah dan Berserak
\p
\v 1 Inilah daftar generasi dari Sem, Ham, dan Yafet; anak-anak Nuh. Anak-anak laki-laki dilahirkan bagi mereka setelah peristiwa banjir besar.
\s Keturunan Yafet
\li
\s5
\v 2 Anak-anak Yafet adalah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras.
\li
\v 3 Anak-anak Gomer adalah Askenas, Rifat, dan Togarma.
\li
\v 4 Anak-anak Yawan adalah Elisa, Tarsis, Kitim, dan Dodanim.
\b
\p
\v 5 Dari mereka inilah tersebar nenek moyang dari semua bangsa yang tinggal di pesisir, masing-masing menurut bahasa, keluarga, dan bangsanya sendiri.
\s Keturunan Ham
\li
\s5
\v 6 Anak-anak Ham adalah Kush, Misraim, Put, dan Kanaan.
\li
\v 7 Anak-anak Kush adalah Seba, Hawila, Sabta, Raema, dan Sabtekha.
\li Anak-anak Raema adalah Syeba dan Dedan.
\b
\s5
\p
\v 8 Kush adalah ayah Nimrod; Nimrod adalah orang pertama yang menjadi pejuang yang gagah perkasa di muka bumi.
\v 9 Ia adalah seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Oleh sebab itu, orang-orang berkata, “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
\p
\v 10 Wilayah mula-mula kerajaannya adalah Babel, Erekh, dan Akad, dan Kalne di tanah Sinear.
\s5
\v 11 Dari tanah itu, ia masuk ke Asyur. Di sanalah ia membangun Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah, dan
\v 12 Resen yang terletak di antara Niniwe dan Kalah; yaitu sebuah kota yang besar.
\p
\v 13 Misraim menjadi ayah bagi orang-orang Ludim, Anamim, Lehabim, Naftuhim,
\v 14 Patrusim, Kasluhim yang adalah nenek moyang bangsa Filistin, dan Kaftorim.
\s5
\p
\v 15 Kanaan adalah ayah Sidon, anak sulungnya, dan Het.
\v 16 Keturunannya Kanaan yang lainnya adalah orang Yebusi, orang Amori, orang Girgasi,
\v 17 orang Hewi, orang Arki, orang Sini,
\v 18 orang Arwadi, orang Semari, dan orang Hamati. Seiring berjalannya waktu, kaum keluarga Kanaan ini pun menyebar.
\s5
\p
\v 19 Wilayah orang Kanaan membentang dari Sidon ke arah Gerar sampai ke Gaza, dan ke arah Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, sampai ke Lasa.
\p
\v 20 Itulah keturunan Ham menurut keluarga, bahasa, negeri, dan bangsanya.
\s Keturunan Sem
\s5
\p
\v 21 Bagi Sem, kakak laki-laki Yafet dan nenek moyang dari anak-anak Eber, juga lahir anak-anak laki-laki.
\b
\li
\v 22 Anak-anak Sem adalah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud, dan Aram.
\li
\v 23 Anak-anak Aram adalah Us, Hul, Geter, dan Mas.
\li
\s5
\v 24 Arpakhsad adalah ayah dari Syela; dan Syela adalah ayah dari Eber.
\v 25 Eber adalah ayah dari dua anak; yang satu bernama Peleg sebab pada masa hidupnya bumi terbelah, sedangkan yang lain bernama Yoktan.
\li
\s5
\v 26 Yoktan adalah hayah dari Almodad, Selef, Hazar-Mawet, Yerah,
\v 27 Hadoram, Uzal, Dikla,
\v 28 Obal, Abimael, Syeba,
\v 29 Ofir, Hawila, dan Yobab; semua ini adalah anak-anak Yoktan.
\s5
\v 30 Wilayah mereka membentang dari Mesa ke arah Sefar di perbukitan sebelah timur.
\b
\p
\v 31 Itulah keturunan Sem menurut keluarga, bahasa, negeri, dan bangsanya.
\s5
\p
\v 32 Itulah daftar keluarga dari anak-anak Nuh menurut silsilah mereka dan bangsa mereka; dan, dari bangsa-bangsa inilah segala bangsa tersebar ke seluruh bumi setelah peristiwa banjir besar.
\s5
\c 11
\s Menara Babel
\p
\v 1 Pada waktu itu, seluruh dunia berbicara dengan satu bahasa dan satu logat yang sama .
\v 2 Kemudian, ketika mereka mulai pindah ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Sinear dan menetap di sana.
\s5
\v 3 Kata Mereka berkata satu sama lain, “Marilah kita membuat batu bata dengan membakarnya baik-baik.” Maka, mereka memakai bata-bata itu sebagai batu dan aspal sebagai perekatnya.
\p
\v 4 Kemudian, mereka berkata, “Mari kita membangun kota bagi kita sendiri dan menara yang puncaknya sampai ke langit; dan marilah kita mencari nama bagi diri kita sendiri supaya kita jangan tercerai-berai ke seluruh muka bumi.”
\s5
\p
\v 5 Akan tetapi, turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara itu.
\v 6 Kata TUHAN, “Lihatlah, mereka ini satu bangsa dan mereka semua memakai bahasa yang sama, dan ini hanyalah permulaan dari apa yang dapat mereka lakukan; mulai saat ini tidak ada rencana mereka yang tidak mungkin terlaksana.
\v 7 Marilah Kita turun dan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak dapat memahami bahasa satu sama lain.”
\s5
\p
\v 8 Maka, TUHAN menceraiberaikan mereka ke seluruh bumi. Dan, mereka berhenti membangun kota itu.
\v 9 Demikianlah tempat itu dinamakan Babel karena di sanalah TUHAN mengacaukan bahasa seluruh dunia, dan dari tempat itulah TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.
\s Sejarah Keluarga Sem
\s5
\p
\v 10 Inilah riwayat keturunan Sem. Ketika Sem berumur seratus tahun, ia menjadi ayah bagi Arpakhsad, yaitu dua tahun setelah peristiwa banjir besar.
\v 11 Setelah menjadi ayah Arpakhsad, Sem hidup lima ratus tahun lagi dan ia juga mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 12 Ketika Arpakhsad telah hidup selama 35 tahun, ia menjadi ayah bagi Selah.
\v 13 Setelah menjadi ayah bagi Selah, Arpakhsad hidup 403 tahun lagi dan ia juga memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 14 Ketika Selah telah hidup selama tiga puluh tahun, ia menjadi ayah bagi Eber.
\v 15 Setelah menjadi ayah bagi Eber, Selah hidup 403 tahun lagi dan ia juga memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 16 Ketika Eber telah hidup selama 34 tahun, ia menjadi ayah bagi Peleg.
\v 17 Setelah menjadi ayah bagi Peleg, Eber hidup 430 tahun lagi dan ia juga memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 18 Ketika Peleg telah hidup selama tiga puluh tahun, ia menjadi ayah bagi Rehu.
\v 19 Setelah menjadi ayah bagi Rehu, Peleg hidup 209 tahun lagi dan ia juga memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 20 Ketika Rehu telah hidup selama 32 tahun, ia menjadi ayah bagi Serug.
\v 21 Setelah menjadi ayah bagi Serug, Rehu hidup 207 tahun lagi dan memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 22 Ketika Serug telah hidup selama 30 tahun, ia menjadi ayah bagi Nahor.
\v 23 Setelah menjadi ayah bagi Nahor, Serug hidup 200 tahun lagi dan memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\s5
\p
\v 24 Ketika Nahor telah hidup selama 29 tahun, ia menjadi ayah bagi Terah.
\v 25 Setelah menjadi ayah bagi Terah, Nahor hidup 119 tahun lagi dan ia memiliki anak laki-laki dan perempuan yang lainnya.
\p
\v 26 Ketika Terah telah berumur 70 tahun, ia menjadi ayah bagi Abram, Nahor, dan Haran.
\s Sejarah Keluarga Terah
\s5
\p
\v 27 Inilah riwayat keturunan Terah. Terah menjadi ayah bagi Abram, Nahor, dan Haran. Dan, Haran menjadi ayah bagi Lot.
\v 28 Haran mati di hadapan Terah, ayahnya
\f +
\fr 11.28
\fk mati di hadapan,... ayahnya
\ft Maksudnya, ketika ayahnya masih hidup.
\f* , di tanah kelahirannya, Ur-Kasdim
\f +
\fr 11.28
\fk Ur-Kasdim
\ft
\f* .
\s5
\v 29 Abram dan Nahor mengambil istri bagi mereka masing-masing; istri Abram bernama Sarai dan istri Nahor bernama Milka, anak Haran. Haran adalah ayah Milka dan Yiska.
\v 30 Sarai itu mandul; ia tidak memiliki anak.
\s5
\p
\v 31 Terah membawa Abram, anaknya, Lot anak Haran, cucunya, dan Sarai, menantunya, istri Abram dari Ur-Kasdim ke tanah Kanaan. Sesampainya di Haran, mereka tinggal di sana.
\v 32 Masa hidup Terah adalah selama 205 tahun, dan ia mati di Haran.
\s5
\c 12
\s Allah Memanggil Abram
\q1
\v 1 Kata TUHAN kepada Abram,
\q1 “Keluarlah dari negerimu, dari sanak saudaramu,
\q1 dari rumah ayahmu;
\q2 dan, pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
\q1
\v 2 Maka, Aku akan menjadikanmu sebuah bangsa yang besar,
\q2 Aku akan memberkatimu,
\q2 dan membuat namamu masyhur sehingga engkau menjadi berkat.
\q1
\v 3 Aku akan memberkati mereka yang memberkatimu,
\q2 tetapi Aku akan mengutuk mereka yang merendahkanmu.
\q1 Dan, di dalam engkau,
\q2 semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
\b
\s Abram Pergi ke Kanaan
\s5
\p
\v 4 Maka, pergilah Abram meninggalkan Haran sesuai yang dikatakan TUHAN kepadanya; Lot juga pergi bersamanya. Abram berumur 75 tahun ketika ia meninggalkan Haran.
\v 5 Ia membawa Sarai, istrinya, dan Lot, keponakannya, dan semua harta yang telah mereka kumpulkan, berikut orang-orang yang diperolehnya di tanah Haran. Maka, pergilah Abram dan rombongannya ke tanah Kanaan.
\s5
\v 6 Abram berjalan melalui tanah itu sampai ke suatu tempat di Sikhem, kepada pohon tarbantin
\f +
\fr 12:6
\fk pohon tarbantin
\ft Ibr. “'elown” yang berarti “pohon” atau “pohon besar”. Jenisnya tidak dijelaskan secara spesifik, tetapi kemungkinan yang dimaksud adalah pohon ek (*********).
\f* di More. Pada masa itu, bangsa Kanaan berdiam di sana.
\p
\v 7 Kemudian, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata, “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka, Abram membangun sebuah altar untuk memuliakan TUHAN yang menampakkan diri kepadanya di sana.
\s5
\p
\v 8 Dari tempat itu, Abram pindah ke gunung di sebelah timur Betel dan mendirikan kemahnya di sana. Ia memasang kemahnya dengan Betel ada di sebelah barat, dan Ai di sebelah Timur. Di sanalah Abram mendirikan sebuah altar bagi TUHAN dan berdoa kepada TUHAN.
\v 9 Sesudah itu, Abram meneruskan perjalanannya menuju tanah Negeb.
\s Abram di Mesir
\s5
\p
\v 10 Kemudian, terjadilah bencana kelaparan di negeri itu sehingga Abram pergi untuk tinggal sementara di sana sebab bencana kelaparan itu sangat hebat.
\v 11 Ketika ia mendekati Mesir, Abram berkata kepada Sarai, istrinya: “Dengar, aku tahu bahwa kamu adalah perempuan yang sangat cantik.
\v 12 dan apabila orang Mesir melihatmu, mereka akan berkata, Perempuan itu adalah istrinya. Kemudian, mereka akan membunuhku, tetapi akan membiarkanmu tetap hidup.
\v 13 Jadi, katakanlah kepada mereka bahwa kamu adalah saudariku supaya mereka akan baik kepadaku karena kamu, dan supaya nyawaku akan diselamatkan demi kamu.”
\s5
\p
\v 14 Ketika Abram memasuki Mesir, orang-orang Mesir melihat bahwa Sarai adalah perempuan yang sangat cantik.
\v 15 Dan, ketika beberapa pegawai Firaun melihat Sarai, mereka memuji-muji dia di hadapan Firaun sehingga Sarai pun dibawa ke istana Firaun.
\v 16 Firaun memperlakukan Abram dengan baik demi Sarai dan memberi Abram domba, kawanan lembu, keledai-keledai, budak laki-laki dan perempuan, serta keledai-keledai betina, dan unta-unta.
\s5
\p
\v 17 Akan tetapi, TUHAN menimpakan wabah penyakit yang dahsyat kepada Firaun dan seisi istananya karena Sarai, istri Abram.
\v 18 Karena itu, Firaun memanggil Abram dan berkata, “Apa yang telah engkau lakukan kepadaku? Mengapa engkau tidak mengatakan kepadaku bahwa Sarai adalah istrimu?
\v 19 Mengapa engkau berkata, Ia adalah saudariku, sehingga aku mengambilnya menjadi istriku? Ini istrimu! Ambillah ia dan pergilah!”
\v 20 Kemudian, Firaun memberi perintah kepada orang-orangnya tentang Abram sehingga mereka mengantar Abram keluar dari Mesir, beserta dengan istrinya, dan semua kepunyaan mereka.
\s5
\c 13
\s Abram Kembali ke Kanaan
\p
\v 1 Maka, Abram meninggalkan Mesir menuju Negeb bersama dengan istrinya dan seluruh kepunyaannya. Lot juga ikut bersamanya.
\v 2 Abram sangat kaya akan ternak, perak, dan emas.
\s5
\p
\v 3 Abram meneruskan perjalanannya dari Negeb ke Betel, ke tempat ia mendirikan kemahnya dulu; di antara Betel dan Ai,
\v 4 tempat ia mendirikan altar untuk pertama kalinya. Di sana, Abram berdoa kepada TUHAN.
\s Abram dan Lot Berpisah
\s5
\p
\v 5 Adapun Lot, yang ikut berjalan bersama-sama Abram juga memiliki banyak ternak, hewan gembalaan, dan juga tenda.
\v 6 Akan tetapi, tanah itu tidak lagi cukup menampung mereka untuk hidup bersama-sama; harta mereka sangat banyak sehingga mereka tidak lagi dapat bersama.
\v 7 Saat itu juga ada perselisihan di antara gembala-gembala yang menjaga kawanan ternak Abram dan para gembala yang menjaga ternak milik Lot. Pada masa itu, bangsa Kanaan dan bangsa Feris juga tinggal di tanah itu.
\s5
\p
\v 8 Maka, Abram berkata kepada Lot, “Sebaiknya, jangan ada pertengkaran antara kamu dan aku, atau antara gembala-gembalamu dan gembala-gembalaku sebab kita adalah keluarga.
\v 9 Bukankah seluruh negeri ini ada di hadapanmu? Mari kita berpisah; jika kamu pergi ke kiri, aku akan pergi ke kanan. Jika kamu pergi ke kanan, aku akan pergi ke kiri.”
\s5
\p
\v 10 Maka, Lot memandang ke sekitarnya dan melihat bahwa seluruh Lembah Yordan sampai ke Zoar itu dialiri banyak air seperti taman TUHAN, seperti wilayah Mesir. (Hal ini terjadi sebelum TUHAN membinasakan Sodom dan Gomora).
\v 11 Jadi, Lot memilih bagi dirinya sendiri seluruh lembah Yordan dan berjalanlah ia ke timur. Demikianlah keduanya berpisah;
\s5
\v 12 Abram tinggal di tanah Kanaan, sementara Lot tinggal di antara kota-kota yang ada di lembah, dan mendirikan kemahnya di dekat Sodom.
\v 13 Orang-orang Sodom itu luar biasa jahat dan berdosa di hadapan TUHAN.
\s5
\p
\v 14 Tuhan berbicara kepada Abraham setelah Lot berpisah darinya: “Lihatlah dari tempatmu berdiri ke arah utara dan selatan, serta ke timur dan ke barat.
\v 15 Aku akan memberikan seluruh negeri yang engkau lihat itu kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selamanya.
\s5
\v 16 Aku akan menjadikan keturunanmu banyak seperti debu tanah, sehingga jika ada orang yang dapat menghitung jumlah debu tanah, maka keturunanmu pun dapat dihitung.
\v 17 Bangunlah, jelajahilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya sebab aku akan memberikannya kepadamu.
\p
\v 18 Jadi, Abram memindahkan kemahnya dan tinggal di dekat pohon besar Mamre, di Hebron. Di sana, ia membangun sebuah altar bagi TUHAN.
\s5
\c 14
\s Lot Ditawan
\p
\v 1 Pada masa Amrafel menjadi raja Sinear, Ariokh, raja Elasar; Kedorlaomer, raja Elam; dan Tideal, raja Goyim;
\v 2 mereka berperang melawan Bera, raja Sodom; Birsya, raja Gomora; Syinab, raja Adma; Syemeber, raja Zeboim; dan, raja negeri Bela yaitu Zoar.
\s5
\p
\v 3 Kelima raja yang disebut terakhir ini bersekutu di Lembah Sidim, yaitu Laut Asin.
\v 4 Selama dua belas tahun mereka melayani Kedorlaomer, tetapi pada tahun ketiga belas, mereka semua memberontak.
\v 5 Pada tahun keempat belas, Raja Kedorlaomer dan raja-raja yang bersekutu dengannya maju dan mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim,
\v 6 dan orang Hori yang tinggal di negeri perbukitan Seir
\f +
\fr 14:6
\fk Seir
\ft Nama pegunungan di Edom.
\f* sampai ke El-Paran, yang dekat padang gurun.
\s5
\v 7 Kemudian, kelima raja ini kembali ke En-Mispat, yaitu Kadesh dan menaklukkan setiap wilayah milik orang Amalek serta orang Amori yang tinggal di Hazezon-Tamar.
\p
\v 8 Pada masa itu, raja Sodom, Gomora, Adma, Zeboim, dan raja Bela (yaitu Zoar) maju dan menyiapkan pasukannya di Lembah Sidim
\v 9 untuk melawan Kedorlaomer, raja Elam; Tideal, raja Goyim; Amrafel, raja Sinear; dan Ariokh, raja Elasar. Empat raja melawan lima raja.
\s5
\p
\v 10 Di Lembah Sidim ada banyak sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, mereka terjatuh ke dalam lubang-lubang ini, tetapi mereka yang selamat melarikan diri ke perbukitan.
\p
\v 11 Jadi, keempat raja itu pun menjarah seluruh barang serta makanan milik orang Sodom dan Gomora, kemudian pergi.
\v 12 Mereka juga menawan Lot, anak dari saudara Abram dan segala kepunyaannya sebab ia tinggal di Sodom.
\s5
\v 13 Kemudian, datanglah seseorang yang berhasil melarikan diri dan melaporkan peristiwa itu kepada Abram, orang Ibrani itu. Ketika itu, Abram tinggal di dekat pohon-pohon besar Mamre, seorang Amori, saudara Eskol dan Aner. Mereka itu adalah sekutu Abram.
\s Abram Menyelamatkan Lot
\p
\v 14 Ketika Abram mengetahui bahwa keponakannya ditawan, ia pun mengerahkan orang-orangnya yang terlatih, yang lahir di rumahnya, yaitu sejumlah 318 orang, dan pergi mengejar sampai ke Dan.
\s5
\v 15 Pada waktu malam, Abram membagi pasukannya; ia dan orang-orangnya, lalu mengalahkan musuh dan terus mengejar mereka sampai ke Hobah, sebelah utara Damaskus.
\v 16 Abram mengambil kembali semua barang yang dirampas, juga Lot dan harta bendanya; termasuk perempuan-perempuan dan hamba-hambanya.
\s5
\p
\v 17 Sekembalinya dari mengalahkan Kedorlaomer dan raja-raja yang bersamanya, raja Sodom keluar untuk menyambut Abram di Lembah Syawe, yaitu Lembah Raja.
\s Melkisedek
\p
\v 18 Kemudian, Melkisedek, raja Salem membawa roti dan anggur. Ia adalah imam Allah Yang Mahatinggi
\s5
\v 19 Ia memberkati Abram, katanya,
\b
\q1 “Kiranya Abram diberkati oleh Allah Yang Mahatinggi,
\q2 Sang Pencipta langit dan bumi.
\q1
\v 20 Dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi,
\q2 yang telah menyerahkan musuh-musuhmu ke dalam tanganmu.”
\b
\p Kemudian, Abram menyerahkan kepadanya sepersepuluh dari segala sesuatunya.
\s5
\v 21 Kemudian, raja Sodom berkata kepada Abram, “Berikanlah kepadaku orang-orangku, tetapi ambillah rampasan itu bagimu sendiri.”
\p
\v 22 Akan tetapi, Abram berkata kepada raja Sodom, “Aku telah bersumpah kepada TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Sang Pencipta langit dan bumi
\v 23 bahwa aku tidak akan mengambil segala sesuatu yang menjadi milikmu, bahkan sehelai benang atau tali sandal sekalipun supaya kamu jangan berkata, Akulah telah membuat Abram menjadi kaya.
\v 24 Aku tidak akan mengambil apapun, kecuali apa yang sudah dimakan oleh orang-orangku dan rampasan perang yang menjadi milik orang-orang yang pergi bersamaku; kepada Aner, Eskol, dan Mamre, berikanlah apa yang menjadi bagian mereka.”
\s5
\c 15
\s Perjanjian Allah dengan Abram
\p
\v 1 Setelah semua ini, datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam sebuah penglihatan: “Jangan takut, Abram. Akulah perisaimu; pahalamu akan sangat besar.”
\p
\v 2 Akan tetapi, Abram berkata, “Ya, Tuhan ALLAH, apakah yang hendak Engkau berikan kepadaku, sebab aku tidak mempunyai anak dan ahli waris rumahku adalah Eliezer yang dari Damaskus itu?”
\v 3 Kata Abram lagi, “Karena Engkau tidak memberikan anak kepadaku, orang yang lahir di rumahku yang akan menjadi ahli warisku.”
\s5
\p
\v 4 Kemudian, datanglah firman TUHAN kepadanya, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu, tetapi anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu.”
\p
\v 5 Kemudian, TUHAN membawa Abram ke luar dan berkata, “Pandanglah ke langit dan hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat.” kata-Nya lagi, “Seperti itulah nanti keturunanmu.”
\s5
\p
\v 6 Abram percaya kepada TUHAN, dan Ia memperhitungkannya sebagai kebenaran.
\v 7 Maka Allah berkata kepada Abram, “Akulah TUHAN yang membawamu keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan tanah ini menjadi kepunyaanmu.”
\p
\v 8 Namun Abram berkata, “Ya TUHAN Allah, bagaimana aku tahu bahwa aku memilikinya?”
\s5
\p
\v 9 Kata Allah kepada Abram, “Bawalah kepada-Ku seekor lembu betina
\f +
\fr 15.9
\fk anak lembu betina
\ft Lembu betina yang belum pernah beranak.
\f* yang berumur tiga tahun, seekor kambing betina yang berumur tiga tahun, seekor domba jantan yang berumur tiga tahun, seekor burung tekukur, dan seekor merpati muda.”
\p
\v 10 Maka, Abram membawa semua binatang itu, memotongnya menjadi dua dan meletakkan potongan-potongan itu saling berseberangan satu sama lain. Namun, ia tidak memotong burung-burung itu menjadi dua.
\v 11 Dan, jika burung-burung pemangsa mendekati daging-daging itu, Abram mengusir mereka.
\s5
\p
\v 12 Ketika matahari terbenam, Abram tertidur lelap, dan kegelapan yang mengerikan meliputi dirinya.
\v 13 Kata Tuhan kepada Abram, “Ketahuilah dengan sungguh-sungguh bahwa keturunanmu akan menjadi pendatang di negeri yang bukan milik mereka. Di sana, mereka akan diperbudak dan ditindas selama empat ratus tahun.
\s5
\v 14 Akan tetapi, Aku akan menjatuhkan hukuman kepada bangsa yang akan memperbudak mereka. Dan, setelah itu, mereka akan keluar dari tanah itu dengan membawa banyak harta.
\p
\v 15 Dan engkau sendiri, engkau akan pergi kepada para leluhurmu dalam damai dan dikuburkan pada masa tuamu.
\v 16 Keturunanmu akan kembali ke tempat ini setelah empat generasi, sebab kejahatan orang Amori belum genap
\f +
\fr 15.16
\fk belum genap
\ft Belum mencapai batas untuk menerima penghukuman.
\f* .”
\s5
\p
\v 17 Setelah matahari terbenam dan hari sangat gelap, tampaklah sebuah perapian yang berasap dan pelita yang menyala-nyala berjalan di antara potongan-potongan binatang yang mati itu.
\p
\v 18 Pada hari itu, TUHAN membuat sebuah perjanjian dengan Abram, kata-Nya: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu, dari sungai Mesir sampai ke sungai besar, Sungai Efrat,
\v 19 yaitu tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
\v 20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
\v 21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi, dan orang Yebus.”
\s5
\c 16
\s Hagar Seorang Hamba Perempuan
\p
\v 1 Sarai, istri Abram, tidak mempunyai anak. Sarai mempunyai seorang budak perempuan dari Mesir bernama Hagar.
\v 2 Jadi, Sarai berkata kepada Abram, “TUHAN menahan aku dari melahirkan anak. Karena itu, tidurlah dengan budakku; mungkin aku dapat memiliki anak melalui dia.” Maka, Abram mendengarkan apa yang dikatakan Sarai.
\p
\v 3 Jadi, setelah 10 tahun tinggal di tanah Kanaan, Sarai, istri Abram mengambil Hagar, budak Mesir itu, dan memberikannya kepada Abram, suaminya, sebagai istri.
\v 4 Maka, Abram tidur dengan Hagar sehingga perempuan itu mengandung. Dan, ketika Hagar tahu bahwa ia mengandung, ia pun memandang rendah Sarai.
\s5
\v 5 Maka, Sarai berkata kepada Abram, “Kiranya kehinaan yang ditimpakan kepadaku ini juga menimpamu! Aku telah memberikan budakku kedalam pelukanmu, tetapi ketika ia tahu bahwa ia mengandung, ia memandang rendah kepadaku. Kiranya TUHAN menjadi hakim antara aku dan engkau!”
\p
\v 6 Akan tetapi, Abram berkata kepada Sarai, “Budakmu ada dalam kuasamu, karena itu, perlakukanlah dia sesuai dengan yang engkau kehendaki.” Maka, Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga Hagar melarikan diri.
\s Ismael Anak Hagar
\s5
\p
\v 7 Malaikat TUHAN menemukan Hagar dekat mata air di padang gurun. Mata air itu berada di dekat jalan yang menuju Syur.
\v 8 Kata Malaikat itu, “Hagar, budak perempuan Sarai, dari manakah engkau dan hendak kemanakah engkau pergi?”
\p Jawab Hagar, “Aku melarikan diri dari Sarai, majikanku.”
\s5
\p
\v 9 Kemudian, Malaikat TUHAN berkata kepadanya, “Kembalilah kepada majikanmu dan tunduklah kepadanya.”
\v 10 Malaikat TUHAN itu juga berkata, “Aku akan melipatgandakan keturunanmu sehingga jumlah mereka menjadi terlalu banyak untuk dapat dihitung.”
\s5
\p
\v 11 Lalu, Malaikat TUHAN itu berkata kepadanya lagi,
\b
\q1 “Dengar, engkau sedang mengandung,
\q2 dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.
\q1 Engkau akan menamainya Ismael
\q2 karena TUHAN telah mendengar penderitaanmu.
\q1
\v 12 Ia akan menjadi seperti seekor keledai liar;
\q2 tangannya akan melawan setiap orang, dan tangan setiap orang akan melawannya.
\q1 Dan, ia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya
\f +
\fr 16.12
\fk berhadap-hadapan
\ft Dalam permusuhan dengan semua saudaranya.
\f* .”
\b
\s5
\p
\v 13 Maka, Hagar memanggil nama TUHAN yang berbicara kepadanya itu dengan sebutan “Engkaulah El-Roi!
\f +
\fr 16.13
\fk El-Roi!
\ft Artinya “Allah yang Memerhatikan”.
\f* ” karena ia berkata, “Di sini aku telah melihat Dia yang telah melihat aku!”
\v 14 Itulah sebabnya, mata air itu dinamai sumur Lahai-Roi. (Mata air itu terletak di antara Kadesh dan Bered).
\s5
\p
\v 15 Kemudian, Hagar melahirkan anak bagi Abram, dan Abram menamakan anak itu Ismael.
\v 16 Abram berumur 86 tahun ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
\s5
\c 17
\s Sunat — Bukti Perjanjian
\p
\v 1 Ketika Abram berumur 99 tahun, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata kepadanya, “Aku Allah Yang Mahakuasa; hiduplah
\f +
\fr 17.1
\fk hiduplah
\ft Dapat juga berarti “berjalanlah”.
\f* di hadapan-Ku tanpa bercela,
\v 2 maka Aku akan meneguhkan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan melipatgandakan engkau menjadi sangat banyak.”
\s5
\p
\v 3 Maka, sujudlah Abram dengan mukanya sampai menyentuh tanah. Dan, Allah berkata kepadanya,
\v 4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi seorang ayah dari banyak bangsa.
\v 5 Engkau tidak akan lagi disebut Abram, tetapi Abraham
\f +
\fr 17.5
\fk Abraham
\ft Artinya “ayah dari banyak orang/bangsa”.
\f* karena Aku telah menjadikan engkau ayah dari banyak bangsa.
\v 6 Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak. Aku akan membuatmu beranak cucu sangat banyak dan menjadikanmu bangsa-bangsa; dan, darimu akan muncul raja-raja.
\s5
\v 7 Aku akan meneguhkan perjanjian antara Aku dan engkau, dengan keturunan-keturunanmu, serta generasi-generasi setelah mereka, menjadi perjanjian yang kekal; Aku akan menjadi Allahmu dan Allah atas semua keturunanmu.
\v 8 Aku akan memberikan kepadamu dan kepada semua keturunanmu tanah yang kamu diami sebagai pendatang, yaitu seluruh tanah Kanaan. Aku akan memberikannya sebagai milikmu untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
\s5
\p
\v 9 Lalu, Allah berkata kepada Abraham, “Sekarang, inilah bagianmu dalam perjanjian: Kamu dan semua keturunanmu akan menaati perjanjian-Ku.
\v 10 Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu taati. Inilah perjanjian antara Aku dan kamu dan semua keturunanmu. Setiap laki-laki harus disunat.
\v 11 Kamu harus memotong kulit khatanmu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan engkau.
\s5
\v 12 Dan, turun-temurun, setiap bayi laki-laki diantaramu yang berumur delapan hari juga harus disunat, baik yang lahir di tengah-tengah umatmu, maupun yang engkau beli dari orang asing -- yaitu mereka yang tidak termasuk keturunanmu.
\v 13 Jadi, baik yang lahir dari keturunanmu atau yang dibeli sebagai hamba, mereka harus disunat. Dengan begitu, perjanjian-Ku akan diteguhkan dalam tubuhmu sebagai tanda yang kekal.
\v 14 Akan tetapi, laki-laki yang tidak disunat, yaitu yang kulit khatannya tidak dipotong, akan terputus dari bangsanya sebab ia telah melanggar perjanjian-Ku.”
\s Ishak — Anak yang Dijanjikan
\s5
\p
\v 15 Kemudian, Allah berkata kepada Abraham, “Tentang istrimu, Sarai, engkau tidak akan lagi memanggil dia Sarai, tetapi namanya akan disebut Sara
\f +
\fr 17.15
\fk Sara
\ft Artinya, “wanita yang mulia”.
\f* .
\v 16 Aku akan memberkati dia, dan akan memberimu seorang anak laki-laki melalui dia. Aku akan memberkatinya sehingga ia akan menjadi ibu bagi bangsa-bangsa; raja bangsa-bangsa akan berasal dari dia.”
\s5
\p
\v 17 Maka, Abraham bersujud sampai wajahnya menyentuh tanah, tetapi ia tertawa dan berkata pada dirinya sendiri, “Akankah seorang anak dilahirkan bagi laki-laki yang sudah berumur seratus tahun? Akankah Sara melahirkan anak sementara ia sudah berumur sembilan puluh tahun?”
\p
\v 18 Lalu, berkatalah Abraham kepada Allah, “Oh, biarlah Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu.”
\s5
\p
\v 19 Akan tetapi, Allah berkata, “Sesungguhnya Sara, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan kamu akan menamainya Ishak. Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengannya sebagai perjanjian kekal yang akan berlaku sampai kepada keturunan-keturunannya setelah dia.
\p
\v 20 Tentang Ismael, Aku telah mendengar engkau. Sesungguhnya Aku akan memberkatinya, membuatnya beranak cucu sangat banyak, dan melipatgandakan jumlahnya. Ia akan menjadi ayah dari dua belas pemimpin; Aku akan menjadikannya suatu bangsa yang besar.
\v 21 Namun demikian, Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu pada waktu seperti ini, tahun depan.”
\s5
\p
\v 22 Setelah selesai berbicara dengan Abraham, naiklah Allah dari hadapan Abraham.
\v 23 Kemudian, Abraham memanggil Ismael dan semua orang yang lahir di rumahnya atau yang dibelinya dengan uang, dan menyunat mereka pada hari itu juga, persis seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
\s5
\p
\v 24 Abraham berumur 99 tahun ketika ia disunat,
\v 25 dan Ismael, anak laki-lakinya, berumur tiga belas tahun ketika disunat.
\v 26 Abraham dan anak laki-lakinya disunat pada hari yang sama.
\v 27 Semua laki-laki yang berada di rumah Abraham maupun yang dibelinya dari orang asing juga disunat bersama-sama dengan dia.
\s5
\c 18
\s Tiga Tamu
\p
\v 1 Suatu ketika, TUHAN menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon tarbantin
\f +
\fr 18:1
\fk tarbantin
\ft
\f* Mamre saat Abraham sedang duduk di pintu kemahnya di suatu siang yang panas.
\v 2 Saat Abraham mengangkat wajahnya, ia melihat ada tiga orang yang berdiri di seberangnya. Ketika melihat mereka, Abraham berlari dari pintu kemahnya untuk menyambut mereka, dan bersujud di tanah.
\s5
\v 3 Kata Abraham, “Tuanku, jika hamba mendapat kemurahan di hadapan tuan-tuan, janganlah berlalu dari hambamu ini.
\v 4 Biarlah sedikit air dibawa kemari supaya tuan-tuan mencuci kaki dan beristirahat di bawah pohon ini.
\v 5 Hamba akan membawa sepotong roti supaya tuan-tuan menyegarkan diri; setelah itu, tuan-tuan dapat melanjutkan perjalanan sebab tuan-tuan telah berkunjung ke rumah hamba.”
\p Mereka pun berkata, “Lakukanlah apa yang kamu katakan itu.”
\s5
\p
\v 6 Maka, Abraham segera pergi ke dalam kemah dan berkata kepada Sara, “Cepat, ambillah tiga sukat tepung yang baik, remaslah, dan buatlah beberapa potong roti.”
\v 7 Kemudian, Abraham berlari kepada kawanan ternaknya dan mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik, lalu memberikannya kepada hambanya yang dengan segera mengolahnya.
\v 8 Setelah itu, Abraham membawa dadih
\f +
\fr 18:8
\fk dadih
\ft
\f* dan susu, serta lembu yang sudah diolah itu, kemudian meletakkannya di hadapan ketiga orang itu. Dan, ia berdiri dekat orang-orang itu di bawah pohon, sementara mereka makan.
\s5
\p
\v 9 Kemudian, mereka berkata kepada Abraham, “Di mana Sara, istrimu?”
\p Jawabnya, “Di sana, di dalam kemah.”
\p
\v 10 Lalu, seorang dari mereka berkata, “Sungguh Aku akan datang kembali kepadamu pada waktu seperti ini, tahun depan, dan pada waktu itu Sarah, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.”
\p Sara mendengar kata-kata itu dari pintu kemah, di belakang orang itu.
\s5
\v 11 Abraham dan Sara sudah tua, mereka telah lanjut umur; Sara pun sudah mati haid.
\v 12 Jadi, Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, “Akankah aku mendapat kemewahan ini setelah aku renta dan suamiku sudah tua?”
\s5
\p
\v 13 Kata TUHAN kepada Abraham, “Mengapa Sara tertawa dan berkata, 'Sungguhkah aku akan memiliki seorang anak, sedangkan aku sudah tua?'
\v 14 Adakah sesuatu yang terlalu sulit bagi TUHAN? Aku akan datang kembali pada waktu seperti ini, tahun depan, dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.”
\p
\v 15 Akan tetapi, Sara menyangkal dan berkata, “Aku tidak tertawa,” karena ia takut.
\p Namun Tuhan berkata, “Tidak, engkau memang tertawa!”
\s5
\p
\v 16 Kemudian, orang-orang itu berdiri untuk melanjutkan perjalanan. Mereka memandang ke arah Sodom dan Abraham berjalan bersama mereka untuk mengantar mereka.
\s Doa Syafaat Abraham
\p
\v 17 TUHAN berkata, “Haruskah Aku menyembunyikan dari Abraham apa yang akan Kulakukan sekarang,
\v 18 sedangkan Abraham akan menjadi satu bangsa yang besar dan di dalam dia seluruh bangsa di bumi akan diberkati?
\v 19 Karena aku telah memilihnya, supaya ia memerintahkan keturunannya untuk hidup sesuai jalan TUHAN dengan cara melakukan kebenaran dan keadilan, sehingga TUHAN akan memberi kepada Abraham apa yang telah dijanjikan Allah kepadanya.”
\s5
\p
\v 20 Kemudian TUHAN berkata, “Karena banyaknya teriakan tentang Sodom dan Gomora, dan bahwa dosa mereka sudah sangat berat,
\v 21 Aku akan turun untuk melihat apakah mereka telah melakukan seperti dalam jerita yang telah sampai kepada-Ku itu. Jika tidak, Aku akan mengetahui yang sebenarnya.”
\s5
\p
\v 22 Jadi, mereka berpaling dan berjalan menuju Sodom, tetapi Abraham masih berdiri di hadapan TUHAN.
\v 23 Lalu, Abraham mendekat dan bertanya, “Apakah Engkau benar-benar akan membinasakan orang-orang baik bersama-sama dengan orang jahat?
\s5
\v 24 Seandainya ada lima puluh orang baik di kota itu? Apakah Engkau akan benar-benar membinasakan kota itu dan tidak menyayangkannya demi lima puluh orang saleh yang berada di dalamnya?
\v 25 Jauhlah dari-Mu untuk melakukan hal itu; untuk membinasakan lima puluh orang saleh bersama-sama dengan orang jahat. Tidakkah Hakim Seluruh Dunia akan melakukan yang benar?”
\p
\v 26 Maka, TUHAN berkata, “Jika Aku mendapati lima puluh orang saleh di kota Sodom, Aku akan menyayangkan tempat itu demi mereka.”
\s5
\p
\v 27 Lalu, Abraham menjawab dan berkata, “Sesungguhnya aku memberanikan diri untuk berbicara kepada Tuhan, sekalipun aku hanyalah debu dan abu;
\v 28 seandainya kurang lima dari lima puluh orang saleh itu, apakah Engkau akan membinasakan seluruh kota karena lima orang itu?”
\p Tuhan berkata, “Aku tidak akan membinasakan kota itu jika Aku mendapati 45 orang saleh di sana.”
\s5
\p
\v 29 Abraham berbicara lagi kepada-Nya, katanya, “Seandainya hanya ada empat puluh orang saleh yang ditemukan di sana?”
\p TUHAN berkata, “Aku tidak akan membinasakan kota itu demi keempat puluh orang saleh itu.”
\p
\v 30 Kemudian, Abraham berkata, “Oh, janganlah kiranya Tuhan murka, tetapi izinkanlah kiranya aku berbicara lagi: Bagaimana jika hanya ada tiga puluh orang yang ditemukan di sana?”
\p Tuhan berkata, “Aku tidak akan membinasakan kota itu jika Aku menemukan tiga puluh orang saleh di sana.”
\p
\v 31 Abraham berkata lagi, “Aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan, bagaimana jika hanya ada dua puluh orang saleh yang ditemukan di sana?”
\p Tuhan menjawab, “Demi kedua puluh orang saleh itu, Aku tidak akan membinasakan kota itu.”
\s5
\p
\v 32 Akhirnya Abraham berkata lagi, “Kiranya Tuhan jangan murka terhadapku, tetapi izinkanlah aku berbicara untuk yang terakhir kalinya. Bagaimana jika hanya ada sepuluh orang saleh yang ditemukan di sana?”
\p Jawab-Nya, “Aku tidak akan membinasakan kota itu demi kesepuluh orang itu.”
\p
\v 33 Setelah selesai berbicara dengan Abraham, Ia pun pergi, sementara Abraham kembali ke rumahnya.
\s5
\c 19
\s Kejahatan Sodom
\p
\v 1 Maka, sampailah kedua malaikat itu di Sodom pada sore hari. Saat itu, Lot duduk dekat pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, ia pun berdiri serta menemui mereka, lalu sujud sampai mukanya menyentuh tanah.
\v 2 Kata Lot, “Tuanku, mohon datanglah ke rumah hambamu ini. Tuan-tuan dapat menginap dan mencuci kaki, dan besok pagi-pagi sekali tuan-tuan dapat melanjutkan perjalanan.”
\p Akan tetapi, malaikat-malaikat itu menjawab, “Tidak, kami akan bermalam di alun-alun kota.”
\p
\v 3 Namun, Lot terus mendesak sehingga mereka pun pergi bersamanya dan menginap di rumahnya. Maka, Lot menyiapkan makanan bagi mereka, termasuk membakar roti tak beragi, dan mereka pun makan.
\s5
\p
\v 4 Sebelum mereka dapat tidur, semua laki-laki dari seluruh penjuru kota -- baik tua maupun muda -- mengepung rumah Lot.
\v 5 Mereka berteriak kepada Lot, “Di mana kedua orang yang datang kepadamu malam ini? Bawa mereka keluar kepada kami supaya kami berhubungan seksual dengan mereka.”
\s5
\p
\v 6 Akan tetapi, Lot keluar menemui mereka dan menutup pintu di belakangnya.
\v 7 Katanya, “Tidak Saudara-saudaraku! Janganlah kamu lakukan kejahatan itu!
\v 8 Dengarlah, aku mempunyai dua anak perempuan yang belum pernah tidur dengan laki-laki; biarlah kuberikan mereka kepadamu dan lakukanlah apa yang kalian inginkan. Hanya, jangan lakukan apa pun terhadap orang-orang ini sebab mereka berlindung di dalam rumahku.”
\s5
\p
\v 9 Akan tetapi, orang-orang itu berkata, “Minggirlah!” Mereka juga berkata, “Lot ini datang ke kota kita sebagai orang asing, tetapi sekarang ia berlagak seperti seorang hakim! Kami akan memperlakukanmu lebih jahat daripada apa yang akan kami lakukan terhadap mereka.” Maka, mereka pun terus mendorong Lot dan berusaha mendobrak pintu.
\s5
\p
\v 10 Namun, kedua orang itu membuka pintu, menarik Lot masuk ke rumah, dan menutup pintu.
\v 11 Kemudian, mereka membutakan mata orang-orang yang ada di depan pintu itu, dari yang muda sampai yang tua, sehingga mereka bersusah payah mencari pintu rumah itu.
\s Allah Menyelamatkan Lot dari Sodom
\s5
\p
\v 12 Lalu, kedua orang itu berkata kepada Lot, “Siapa lagi keluargamu yang tinggal di kota ini? Menantu laki-laki, anak laki-laki, anak perempuan, dan keluargamu yang lain di kota ini, bawalah mereka keluar dari sini.
\v 13 Kami akan membinasakan kota ini karena teriakan tentang kejahatan kota ini telah sampai kepada TUHAN; Ia mengutus kami untuk menghancurkannya.”
\s5
\p
\v 14 Jadi pergilah Lot ke luar dan berkata kepada menantu-menantunya yang akan mengawini anak perempuannya. Ia berkata, “Cepatlah, tinggalkan kota ini karena TUHAN akan segera menghancurkannya!” Namun, menantu-menantunya itu menganggap bahwa ia hanya bergurau.
\p
\v 15 Saat fajar, malaikat-malaikat itu mendesak Lot, kata mereka, “Bangunlah! Bawalah istri dan kedua anak perempuanmu yang ada di sini, atau kau juga turut dibinasakan ketika kota ini dihakimi!”
\s5
\p
\v 16 Akan tetapi, Lot berlama-lama sehingga kedua orang itu menarik tangan Lot dan tangan istrinya, juga tangan kedua anaknya sebab TUHAN menyayangkan Lot dan keluarganya. Mereka membawa Lot sampai di luar kota.
\v 17 Ketika mereka sudah membawa Lot dan keluarganya keluar kota, seorang dari mereka berkata, “Larilah, selamatkan nyawamu! Jangan melihat ke belakang, atau berhenti di mana pun di lembah. Larilah ke perbukitan, supaya kamu jangan binasa!”
\s5
\p
\v 18 Akan tetapi, Lot berkata kepada kedua orang itu, “Jangan begitu, ya tuan!
\v 19 Hambamu ini sudah menerima belas kasihan dari tuanku, dan tuanku sudah menunjukkan kemurahan dengan menyelamatkan nyawa hamba, tetapi hamba tidak sanggup lari ke pegunungan dan akan tersusul oleh malapetaka itu lalu mati!
\v 20 Lihatlah, ada sebuah kota yang cukup dekat dari sini, dan kota itu kecil. Izinkanlah hamba lari ke sana supaya selamat.”
\s5
\p
\v 21 Kata malaikat itu kepada Lot, “Baiklah, aku mengabulkan permintaanmu dan juga tidak akan menghancurkan kota yang kamu sebutkan itu.
\v 22 Cepatlah pergi ke sana karena aku tidak dapat melakukan apapun sebelum engkau sampai ke kota itu.” Itulah sebabnya, kota itu disebut Zoar.
\s Sodom dan Gomora Dihancurkan
\s5
\p
\v 23 Matahari baru saja terbit ketika Lot sampai di Zoar.
\v 24 Maka, TUHAN menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodom dan Gomora. Hujan itu diturunkan oleh TUHAN dari langit.
\v 25 Jadi Ia membinasakan kedua kota itu dan seluruh wilayahnya, termasuk semua penduduk dan tanaman yang tumbuh di dataran itu.
\s5
\p
\v 26 Namun, istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam.
\p
\v 27 Keesokan harinya, Abraham bangun pagi-pagi dan kembali ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN.
\v 28 Ia pun melayangkan pandangannya ke arah Sodom dan Gomora serta ke arah seluruh lembah itu. Maka, ia melihat asap yang naik dari kedua kota itu seperti asap dari perapian.
\s5
\p
\v 29 Demikianlah, ketika Allah menghancurkan kota-kota di lembah itu, Allah mengingat Abraham. Ia mengeluarkan Lot dari tengah-tengah kehancuran itu, ketika Ia menghancurkan kota tempat tinggal Lot itu.
\s Lot dan Anak-Anak Perempuannya
\s5
\p
\v 30 Kemudian, pergilah Lot dari Zoar dan tinggal di sebuah gua, di pegunungan, bersama kedua anak perempuannya sebab ia takut tinggal di Zoar.
\s5
\v 31 Pada suatu ketika, anaknya yang lebih tua berkata kepada yang lebih muda, “Ayah kita sudah tua dan tidak ada laki-laki manapun yang mengawini kita seperti yang biasa dilakukan di seluruh bumi.
\v 32 Jadi, marilah kita memberi ayah kita minum anggur dan tidur dengannya supaya kita dapat meneruskan keluarga kita melalui ayah.”
\p
\v 33 Maka, malam itu mereka pun membuat ayah mereka minum anggur, kemudian anak yang lebih tua pergi ke tempat tidur ayahnya berhubungan seksual dengannya. Lot bahkan tidak tahu ketika anaknya datang ke tempat tidur atau ketika ia pergi.
\s5
\p
\v 34 Hari berikutnya, anak yang lebih tua itu berkata kepada adiknya, “Tadi malam aku berhubungan seksual dengan ayah. Mari kita juga membuatnya mabuk anggur malam ini supaya engkau dapat masuk ke tempat tidurnya dan berhubungan seksual dengannya. Dengan demikian, kita dapat meneruskan keluarga kita melalui ayah.”
\v 35 Jadi, mereka pun membuat ayahnya mabuk lagi pada malam. Lalu, anak yang lebih muda masuk dan berhubungan seksual dengan Lot. Dan sekali lagi, Lot tidak tahu ketika anaknya datang ke tempat tidur atau ketika ia pergi.
\s5
\p
\v 36 Maka, mengandunglah kedua anak perempuan Lot oleh ayah mereka.
\v 37 Anak yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki dan ia menamainya Moab. Moab adalah nenek moyang semua orang Moab yang ada sekarang.
\v 38 Anak yang lebih muda juga melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Ben-Ami. Ben-Ami adalah nenek moyang semua orang Amon yang ada sekarang.
\s5
\c 20
\s Abraham dan Abimelekh
\p
\v 1 Dari tempat itu
\f +
\fr 20:1
\fk tempat itu
\ft Perkemahan Abraham di dekat pohon tarbantin, di dekat Mamre (pasal 18:1).
\f* , Abraham berjalan ke tanah Negeb lalu berkemah di antara Kadesh dan Syur; tetapi kemudian tinggal sebagai pendatang di Gerar.
\v 2 Abraham berkata tentang Sarah, istrinya, “Dia adalah saudariku,” sehingga Abimelekh, raja Gerar, menyuruh orang untuk mengambil Sarah.
\v 3 Akan tetapi, pada suatu malam, Allah berkata kepada Abimelekh dalam sebuah mimpi, kata-Nya, “Engkau akan mati sebab perempuan yang engkau ambil itu adalah istri orang lain.”
\s5
\p
\v 4 Namun, Abimelekh belum mendekati Sara, jadi ia berkata, “Tuhan, akankah Engkau membunuh bangsa yang tidak bersalah?
\v 5 Bukankah Abraham sendiri yang berkata kepadaku, Perempuan ini adalah saudaraku,? Dan bukankah perempuan itu juga mengatakan, Laki-laki ini adalah saudaraku,? Aku melakukan ini dalam ketulusan hatiku dan dengan tangan yang bersih.”
\s5
\p
\v 6 Kemudian, Allah berkata kepadanya dalam mimpi, “Ya, aku tahu bahwa engkau melakukan hal ini dalam ketulusan hatimu. Akulah yang mencegahmu berbuat berdosa terhadap Aku, serta tidak mengizinkanmu untuk menyentuh perempuan itu.
\v 7 Karena itu, sekarang kembalikanlah istri orang itu sebab ia adalah seorang nabi. Ia akan berdoa untuk engkau sehingga engkau akan hidup. Akan tetapi, jika engkau tidak mengembalikan istrinya kepadanya, ketahuilah bahwa engkau beserta semua orang ada bersamamu pasti akan mati.”
\s5
\p
\v 8 Jadi, pagi-pagi sekali, Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan kepada mereka tentang semuanya itu sehingga mereka semua menjadi sangat takut.
\v 9 Lalu, Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya, “Apa yang telah engkau lakukan terhadap kami? Kesalahan apa yang telah kulakukan kepada engkau sehingga engkau menimpakan dosa yang besar ke atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadapku!”
\s5
\v 10 Lalu, Abimelekh berkata lagi kepada Abraham, “Apa yang mendorongmu melakukan hal ini?”
\p
\v 11 Kata Abraham, “Aku mengira bahwa takut akan Allah tentu tidak ada di tempat ini dan orang-orang di sini akan membunuhku karena istriku.
\v 12 Lagipula, ia memang saudariku; ia anak ayahku, tetapi bukan anak ibuku, dan kemudian ia menjadi istriku
\s5
\v 13 Ketika Allah menyuruhku mengembara keluar dari rumah ayahku, aku berkata kepada istriku, Tunjukkanlah kasihmu kepadaku dengan melakukan hal ini di setiap tempat yang kita tuju, katakanlah tentang aku: Dia saudaraku.’”
\p
\v 14 Maka, Abimelekh mengambil domba, lembu, serta hamba laki-laki dan perempuan kepada Abraham; dan juga mengembalikan Sara, istri Abraham, kepadanya.
\s5
\v 15 Kata Abimelekh, “Lihatlah, negeriku ada di hadapanmu. Tinggallah di mana pun engkau suka.”
\p
\v 16 Abimelekh berkata kepada Sara, “Dengarlah, aku memberikan seribu syikal perak kepada saudaramu, Abraham, sebagai bukti pembenaranmu di hadapan semua orang yang bersama-sama denganmu. Dan di hadapan semua orang, kamu tidak bersalah.”
\s5
\p
\v 17 Kemudian, Abraham berdoa kepada Allah dan Allah menyembuhkan Abimelekh, istrinya, dan hamba-hambanya perempuan sehingga mereka dapat melahirkan anak.
\v 18 Sebab, sebelumnya TUHAN menutup rahim semua perempuan dalam keluarga Abimelekh sehingga tidak dapat mengandung karena Sara, istri Abraham.
\s5
\c 21
\s Penggenapan Janji Allah kepada Abraham dan Sara
\p
\v 1 Kemudian, TUHAN mengunjungi Sara lagi seperti yang dikatakan-Nya, dan Ia melakukan kepada Sara seperti yang telah dijanjikan-Nya.
\v 2 Maka, Sara mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham di masa tuanya, sesuai dengan waktu yang telah dikatakan Allah kepadanya.
\v 3 Abraham menamai anak yang dilahirkan baginya, yang dilahirkan oleh Sara, Ishak.
\v 4 Abraham menyunat Ishak ketika anaknya itu berumur delapan tahun, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
\s5
\p
\v 5 Abraham berumur seratus tahun ketika Ishak lahir.
\v 6 Dan, Sara berkata, “Allah telah membuatku tertawa, dan setiap orang yang mendengar hal ini akan tertawa bersamaku.
\v 7 Lanjutnya, “Siapakah yang dulu dapat berkata kepada Abraham bahwa Sara akan menyusui anak? Namun demikian, aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya, pada masa tuanya.”
\s Hagar dan Ismael diusir dari Rumah Abraham
\s5
\p
\v 8 Ishak terus bertambah besar dan mulai disapih. Dan, Abraham mengadakan suatu pesta besar pada hari Ishak disapih.
\v 9 Akan tetapi, ketika Sara melihat anak Hagar, perempuan Mesir yang melahirkan anak pertama bagi Abraham, itu sedang bermain-main
\f +
\fr 21.9
\fk bermain-main
\ft Ibr. “tsachaq” dapat juga berarti: tertawa, menertawakan, mengejek, mengolok-olok. Jadi, Ismael di sini tidak hanya bermain-main dengan Ishak, tetapi juga mengejeknya. Bdk. dengan Galatia 4:28-29.
\f* ,
\s5
\v 10 Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah hamba itu bersama anaknya sebab anak laki-laki dari hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan Ishak, anakku.”
\p
\v 11 Hal ini membuat Abraham sangat sedih karena Ismael adalah anaknya.
\s5
\v 12 Namun, Allah berkata kepada Abraham, “Janganlah sedih karena anak laki-laki itu dan karena hamba perempuan itu. Lakukanlah yang apa dikatakan Sara kepadamu, sebab yang akan disebut keturunanmu hanyalah yang berasal dari Ishak.
\v 13 Akan tetapi, Aku juga akan membuat anak laki-laki dari hamba perempuanmu itu menjadi suatu bangsa yang besar sebab anak itu juga adalah keturunanmu.”
\s5
\p
\v 14 Jadi, Abraham bangun pagi-pagi sekali dan mengambil roti serta kantung kulit yang berisi air, lalu memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan makanan dan air itu ke pundak Hagar dan menyerahkan anak itu kepadanya, lalu menyuruh mereka pergi. Maka, pergilah perempuan itu mengembara di padang gurun Bersyeba.
\p
\v 15 Setelah air di dalam kantung kulit itu habis, Hagar meletakkan anaknya di bawah salah satu semak.
\v 16 Kemudian, pergilah ia kira-kira sepemanah jauhnya, lalu duduk sebab ia berpikir, “Janganlah aku melihat kematian anak itu.” Dan, selagi ia duduk berseberangan dengan semak itu, ia mulai menangis dengan terisak-isak.
\s5
\p
\v 17 Akan tetapi, Allah mendengar suara anak itu, dan malaikat Allah memanggil Hagar dari surga dan berkata kepadanya, “Apa yang menyusahkanmu, Hagar? Jangan takut sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia berada.
\v 18 Bangkitlah! Angkatlah anak itu dan bimbinglah ia sebab Aku akan menjadikannya suatu bangsa yang besar.”
\s5
\p
\v 19 Lalu, Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat sebuah sumur. Maka, pergilah Hagar ke sumur itu dan mengisi kantung kulit itu dengan air, kemudian memberi minum anaknya.
\p
\v 20 Allah terus menyertai anak itu, dan ia semakin bertambah besar. Ismael hidup di padang gurun dan menjadi seorang yang ahli dengan busur panah.
\v 21 Ia tinggal di Padang Gurun Paran dan ibunya mengambilkan baginya seorang istri dari bangsa Mesir.
\s Perjanjian Abraham dengan Abimelekh
\s5
\p
\v 22 Pada waktu itu, Abimelekh dan Pikhol, seorang panglima tentara Abimelekh, berbicara kepada Abraham, “Allah menyertaimu dalam segala sesuatu yang kamu lakukan.
\v 23 Jadi, bersumpahlah kepadaku di sini, di hadapan Allah, bahwa kamu tidak akan berlaku curang terhadap aku, keturunanku, ataupun kepada anak cucuku. Akan tetapi, seperti kebaikan yang telah kutunjukkan kepadamu, tunjukkanlah kebaikanmu kepadaku dan kepada negeri yang engkau tinggali sebagai pendatang ini.”
\p
\v 24 Jawab Abraham, “Aku bersumpah!.”
\s5
\v 25 Namun demikian, Abraham mengeluh kepada Abimelekh tentang sumur air yang diduduki oleh para hamba Abimelekh.
\p
\v 26 Namun Abimelekh mengatakan, “Aku tidak tahu siapa yang melakukannya. Engkau tidak pernah berkata tentang ini kepadaku sebelumnya!”
\p
\v 27 Maka, Abraham dan Abimelekh membuat sebuah perjanjian. Abraham memberikan kepada Abimelekh beberapa domba dan lembu sebagai bukti perjanjian.
\s5
\v 28 Abraham juga menaruh tujuh domba betina di depan Abimelekh.
\p
\v 29 Abimelekh bertanya kepada Abraham, “Mengapa kamu memisahkan ketujuh domba betina itu?”
\p
\v 30 Jawab Abraham, “Jika kamu menerima domba-domba ini dariku, ini akan menjadi bukti bahwa aku yang menggali sumur ini.”
\s5
\p
\v 31 Sesudah itu, sumur itu dinamai Bersyeba. Abraham menamai sumur itu demikian karena di tempat itulah mereka membuat perjanjian.
\p
\v 32 Jadi, Abraham dan Abimelekh membuat sebuah perjanjian di Bersyeba. Kemudian, Abimelekh dan pemimpin pasukannya, kembali ke negeri Filistin.
\s5
\p
\v 33 Abraham menanam pohon tamariska di Bersyeba dan berdoa kepada TUHAN, Allah yang hidup selama-lamanya.
\v 34 Dan Abraham lama tinggal sebagai seorang asing untuk waktu yang lama di negeri Filistin.
\s5
\c 22
\s Iman Abraham Diuji
\p
\v 1 Sesudah semuanya ini, Allah menguji Abraham. Allah berkata kepadanya, “Abraham!”
\p Dan Abraham menjawab, “Ya, Tuhan!”
\p
\v 2 Allah berkata, “Bawalah anakmu, anakmu yang satu-satunya dan yang engkau kasihi itu, ke tanah Moria; dan persembahkanlah ia sebagai kurban bakaran di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.”
\p
\v 3 Maka, bangunlah Abraham pagi-pagi sekali dan memasang pelana keledainya. Ia mengajak dua dari orang-orangnya yang masih muda beserta Ishak, anaknya, pergi bersamanya. Ia juga telah membelah kayu untuk kurban bakaran, lalu bangun dan pergi ke tempat yang telah dikatakan Allah kepadanya.
\s5
\v 4 Pada hari yang ketiga, Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu dari kejauhan.
\v 5 Kata Abraham kepada kedua orang muda yang bersamanya, “Tinggallah di sini bersama keledai. Aku dan anak ini akan pergi ke sana untuk berdoa dan sembahyang. Sesudah itu, kami akan kembali kepadamu.”
\p
\v 6 Maka, Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan meletakkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedangkan ia membawa pisau dan api. Kemudian, keduanya pergi bersama-sama.
\s5
\p
\v 7 Ishak berkata kepada ayahnya, “Ayah!”
\p Abraham menjawab, “Ya, nak?”
\p Maka kata Ishak, “Api dan kayunya ada di sini, tetapi di mana domba untuk kurban bakarannya?”
\p
\v 8 Jawab Abraham, “Allah sendiri yang akan menyediakan anak domba untuk kurban bakaran itu, anakku.”
\p Maka, keduanya pun terus berjalan bersama-sama.
\s5
\v 9 Ketika mereka sampai ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham, Abraham pun membangun sebuah altar dan mengatur kayu di atasnya. Kemudian, ia mengikat Ishak, anaknya, dan membaringkannya di atas altar itu, di atas kayu.
\v 10 Lalu, Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
\s5
\p
\v 11 Akan tetapi, malaikat TUHAN memanggilnya dari surga dan berkata, “Abraham! Abraham!”
\p Maka Abraham pun menjawab, “Ya, Tuhan.”
\p
\v 12 Malaikat berkata, “Jangan lukai anakmu, dan jangan apa-apakan dia sebab sekarang Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah dan tidak menyayangkan anakmu, anakmu yang satu-satunya itu, untuk engkau serahkan kepada-Ku.”
\s5
\p
\v 13 Kemudian, Abraham mengangkat matanya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak belukar; maka pergilah Abraham mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya.
\v 14 Abraham pun menyebut tempat itu: “TUHAN akan Menyediakan.”
\f +
\fr 22.14
\fk “TUHAN akan Menyediakan.”
\ft
\f* Bahkan sampai hari ini, orang mengatakan, “Di gunung TUHAN, akan disediakan.”
\s5
\p
\v 15 Untuk kedua kalinya, Malaikat TUHAN memanggil Abraham dari surga,
\v 16 kata malaikat itu, “Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, demikianlah firman Allah, karena engkau telah melakukan hal ini dan tidak menyayangkan anakmu, anakmu yang satu-satunya itu,
\v 17 Aku akan sungguh-sungguh memberkatimu dan akan melipatgandakan keturunanmu sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di pantai. Keturunanmu akan mendiami kota-kota dari musuh-musuh mereka,
\s5
\v 18 dan melalui keturunanmu semua bangsa di bumi akan diberkati, semua ini karena engkau telah menaati perkataan-Ku.”
\p
\v 19 Lalu, kembalilah Abraham kepada orang-orang mudanya, dan mereka semua pergi bersama ke Bersyeba. Dan, Abraham tinggal di Bersyeba.
\s5
\p
\v 20 Setelah semua hal ini, diberitahukan kepada Abraham, “Dengarlah, Milka telah menjadi ibu; ia telah melahirkan anak-anak laki-laki bagi Nahor, saudaramu.
\v 21 Anaknya yang sulung adalah Us, kemudian Bus, dan Kemuel (leluhur orang Aram).
\v 22 Kemudian Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf, dan Betuel.”
\s5
\v 23 Betuel adalah ayah dari Ribka. Milka melahirkan kedelapan anak itu bagi Nahor, saudara laki-laki Abraham.
\v 24 Gundik Nahor yang bernama Reumah juga melahirkan anak-anak laki-laki, mereka adalah Tebah, Gaham, Tahash, dan Maakha.
\s5
\c 23
\s Sara Meninggal
\p
\v 1 Sara hidup selama 127 tahun; itulah tahun-tahun masa hidupnya.
\v 2 Ia meninggal di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan. Abraham datang untuk meratapi Sara dan menangisinya di sana.
\s5
\v 3 Kemudian, Abraham bangun dari hadapan istrinya yang mati itu dan pergi berbicara kepada anak-anak Het. Kata Abraham kepada mereka,
\v 4 “Aku adalah seorang asing dan pendatang di tengah-tengah kamu; berilah tempat bagiku supaya aku dapat menguburkan istriku.”
\s5
\p
\v 5 Jawab anak-anak Het itu kepada Abraham,
\v 6 “Dengarlah kami, ya tuan. Engkau adalah seorang pemimpin besar di tengah-tengah kami. Kuburkanlah istrimu di pekuburan terbaik di tempat kami sebab tidak ada satu pun dari kami yang akan menolak engkau untuk menguburkan istrimu di pekuburan mereka.”
\s5
\p
\v 7 Namun, Abraham bangun dan bersujud kepada orang-orang itu.
\v 8 Ia berkata kepada mereka, “Jika kamu sungguh-sungguh mau menolong aku menguburkan istriku, dengarkanlah perkataanku. Bicaralah kepada Efron anak Zohar demi aku
\v 9 supaya ia menjual gua Makhpela, yang adalah miliknya, dan yang terletak di ujung ladangnya itu kepadaku. Mintalah kepadanya untuk menjual gua itu kepadaku dengan harga penuh sebagai tempat pekuburan di antara kamu.”
\s5
\p
\v 10 Efron ada duduk di sana, di tengah-tengah anak-anak Het; dan Efron, orang Het itu menjawab Abraham,
\v 11 “Tidak, tuanku. Dengarlah perkataanku. Aku menyerahkan ladang itu beserta gua yang berada di dalamnya. Aku menyerahkannya kepadamu, di hadapan kaum sebangsaku, aku memberikan tanah itu kepadamu; kuburkanlah istrimu.”
\s5
\p
\v 12 Maka, sujudlah Abraham di hadapan penduduk negeri itu.
\v 13 Dan, katanya kepada Efron di hadapan semua orang, “Dengarlah perkataanku, jika engkau berkenan: aku akan membayar tanah itu sesuai harganya. Terimalah pembayaran itu dariku sehingga aku dapat mengubur istriku di sana.”
\s5
\p
\v 14 Jawab Efron kepada Abraham,
\v 15 “Tuanku, dengarlah perkataanku: tanah itu seharga empat ratus syikal perak, tetapi apakah artinya itu bagiku dan bagi tuanku? Jadi, kuburkanlah istrimu itu.”
\p
\v 16 Dan, Abraham mendengar perkataan Efron. Ia menimbang perak sebanyak yang dikatakan Efron di hadapan semua anak-anak Het, yaitu empat ratus syikal perak, sesuai dengan berat perak yang berlaku di antara para pedagang.
\s5
\p
\v 17 Jadi, ladang milik Efron di Makhpela dekat Mamre; baik ladang maupun gua yang berada di dalamnya beserta seluruh pohon yang berada dalam ladang itu, yang berada dalam batas-batasnya dibayar secara sah
\v 18 oleh Abraham disaksikan anak-anak Het yang datang ke gerbang kota mereka.
\s5
\v 19 Setelah itu, Abraham mengubur Sara, istrinya, dalam gua di ladang Makhpela yang menghadap Mamre, yaitu Hebron, di tanah Kanaan.
\v 20 Jadi, ladang dan gua yang berada di dalamnya itu menjadi dibeli Abraham secara sah dari anak-anak Het sebagai tanah pekuburan.
\s5
\c 24
\s Istri untuk Ishak
\p
\v 1 Adapun Abraham sudah tua dan lanjut umurnya. Dan, TUHAN telah memberkati Abraham dalam segala hal.
\v 2 Kata Abraham kepada pelayannya yang tertua dalam rumahnya, yaitu pelayan yang bertanggung jawab atas seluruh harta kepunyaannya, “Letakkanlah tanganmu di bawah pangkal pahaku
\f +
\fr 24.2
\fk Letakkanlah ... bawah pangkal pahaku
\ft Meletakkan tangan di bawah pangkal paha adalah salah satu cara bersumpah pada zaman itu, yang menjadi penegasan bahwa sumpah itu sama sekali tidak boleh diingkari.
\f* .
\v 3 Aku mau supaya kamu bersumpah demi TUHAN, yaitu Allah langit dan Allah bumi, bahwa kamu tidak akan mengambil istri bagi anakku dari anak-anak perempuan Kanaan yang ditengah-tengahnya aku berdiam.
\v 4 Akan tetapi, engkau akan pergi kepada negeriku dan kepada kerabatku untuk mengambil istri bagi Ishak, anakku.”
\s5
\p
\v 5 Pelayan itu berkata kepadanya, “Bagaimana jika perempuan itu tidak mau ikut denganku ke negeri ini? Haruskah aku membawa anakmu ke negeri asalmu?”
\p
\v 6 Namun Abraham berkata kepadanya, “Awas! Jangan bawa anakku kembali ke sana.
\v 7 TUHAN, Allah semesta langit, yang membawaku dari rumah ayahku dan dari tanah leluhurku; Ia yang berbicara kepadaku dan berjanji kepadaku dalam sumpah-Nya, 'Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu,' akan mengutus malaikat-Nya di depanmu sehingga kamu bisa mendapatkan istri bagi anakku.
\s5
\v 8 Jika perempuan itu tidak mau ke sini bersamamu, kamu bebas dari sumpah ini, hanya jangan bawa anakku kembali ke sana.”
\p
\v 9 Maka, pelayan itu meletakkan tangannya ke bawah pangkal paha Abraham, majikannya itu, dan bersumpah kepadanya mengenai hal ini.
\s Pencarian Dimulai
\s5
\p
\v 10 Pelayan itu membawa sepuluh ekor unta dari kawanan unta tuannya dan pergi. Ia juga membawa beraneka ragam hadiah yang indah-indah dan pergi ke Mesopotamia, ke Kota Nahor.
\v 11 Di luar kota itu, ia menyuruh unta-untanya untuk duduk di tepi sumur air pada sore hari, yaitu pada saat perempuan-perempuan pergi keluar untuk menimba air.
\s5
\p
\v 12 Kemudian, hamba itu berdoa, “Ya TUHAN, Allah tuanku Abraham! Buatlah aku berhasil pada hari ini, dan tunjukkanlah kemurahan-Mu kepada tuanku, Abraham.
\v 13 Lihatlah, aku berdiri di dekat sumur dan anak-anak gadis dari kota ini datang untuk mengambil air.
\v 14 Kiranya gadis yang kepadanya aku berkata: Tolong turunkan gucimu supaya aku dapat minum, dan menjawab dengan, Minumlah, dan aku juga akan memberi minum unta-untamu, dialah yang Engkau tetapkan bagi hamba-Mu, Ishak. Dengan demikian aku akan mengetahui bahwa Engkau telah menunjukkan kemurahan-Mu kepada tuanku.”
\s Ribka
\s5
\p
\v 15 Sebelum pelayan itu selesai berdoa, tiba-tiba Ribka, anak gadis yang dilahirkan bagi Betuel anak Milka, istri dari saudara Abraham yang bernama Nahor, datang ke sumur dengan membawa buyung di atas bahunya.
\v 16 Gadis itu Ia sangat cantik. Ia seorang perawan; belum pernah ada laki-laki yang berhubungan seksual dengannya. Gadis itu pergi turun ke sumur dan mengisi buyungnya, kemudian naik kembali.
\s5
\v 17 Pelayan itu berlari untuk menemuinya dan berkata, “Tolong, izinkan aku minum sedikit air dari buyungmu.”
\p
\v 18 Jawab Ribka, “Minumlah, tuanku.” Dan, ia pun segera menurunkan buyung itu ke tangannya lalu memberi pelayan itu minum.
\s5
\v 19 Setelah Ribka selesai memberi minum pelayan itu, ia berkata, “Aku juga akan menimba air untuk unta-untamu.”
\v 20 Maka, Ribka segera menuangkan seluruh isi buyungnya ke dalam palungan, lalu berlari kembali ke sumur untuk menimba air lagi untuk unta-unta orang itu.
\s5
\p
\v 21 Tanpa berkata-kata, pelayan Abraham mengamat-amati gadis itu. Ia ingin memastikan apakah TUHAN telah membuat perjalanannya berhasil.
\v 22 Setelah unta-unta itu selesai minum, pelayan Abraham mengambil sebuah anting-anting emas seberat setengah syikal, serta dua buah gelang emas seberat sepuluh syikal.
\v 23 Kata pelayan itu, “Anak siapakah engkau? Katakanlah kepadaku, adakah kamar di rumah ayahmu untuk kami bermalam?”
\s5
\p
\v 24 Jawab Ribka kepadanya, “Aku adalah anak Betuel, ia adalah anak laki-laki yang dilahirkan Milka bagi Nahor.”
\v 25 Katanya lagi, “Kami mempunyai banyak jerami dan makanan unta, serta tempat untuk bermalam.”
\s5
\p
\v 26 Maka, sujudlah pelayan dan menyembah TUHAN.
\v 27 Katanya, “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak mengabaikan kasih setia-Nya kepada tuanku. Dan bagiku, TUHAN telah menuntun perjalananku menuju kerabat tuanku ini.”
\s5
\p
\v 28 Kemudian, berlarilah Ribka dan memberitakan kepada seisi rumah ibunya tentang semuanya itu.
\p
\v 29 Ribka mempunyai seorang saudara laki-laki bernama Laban, dan Laban berlari ke luar untuk menemui pelayan Abraham di dekat mata air.
\v 30 Itu dilakukannya segera setelah ia melihat cincin dan gelang yang dikenakan pada tangan adiknya, serta mendengar perkataan Ribka: “Begitulah yang dikatakan orang itu kepadaku.” Laban menemui pelayan Abraham itu dan menemukannya berdiri di sebelah unta-untanya di dekat mata air.
\s5
\v 31 Kata Laban kepadanya, “Silakan masuk, wahai yang diberkati TUHAN! Mengapa engkau berdiri di luar? Aku telah menyiapkan rumah, serta tempat bagi unta-unta.”
\p
\v 32 Maka, pelayan Abraham itu pun masuk ke dalam rumah dan muatan yang dibawa unta-untanya diturunkan. Setelah itu, jerami dan makanan ternak diberikan kepada unta-unta itu, dan air disediakan supaya pelayan Abraham beserta orang-orang yang bersamanya dapat membasuh kaki mereka.
\s5
\v 33 Akan tetapi, ketika makanan disajikan di hadapan pelayan Abraham, ia pun berkata, “Aku tidak akan makan sebelum aku mengatakan kepadamu apa yang harus kukatakan.”
\p Kata Laban kepadanya, “Kalau begitu, katakanlah kepada kami.”
\s Penawaran untuk Ribka
\p
\v 34 Pelayan itu berkata, “Aku adalah pelayan Abraham.
\v 35 TUHAN telah sangat memberkati tuanku sehingga ia menjadi kaya. Ia telah memberinya kawanan domba dan lembu, perak dan emas, pelayan dan hamba-hamba, serta banyak unta dan keledai.
\s5
\v 36 Dan, Sara, istri tuanku itu melahirkan baginya seorang anak laki-laki pada masa tuanya. Dan, ia telah memberikan segala sesuatu yang menjadi miliknya kepada anak itu.
\v 37 Tuanku memintaku bersumpah, katanya, Jangan engkau mengambil istri bagi anakku dari anak-anak perempuan Kanaan, negeri yang kita tinggali ini.
\v 38 Namun, kamu harus pergi kepada keluarga ayahku dan kepada kaumku untuk mencarikan istri bagi anak laki-lakiku.
\s5
\v 39 Kataku kepada tuanku itu, Bagaimana jika perempuan itu tidak mau datang ke sini bersamaku?
\v 40 Jawab tuanku, TUHAN yang dihadapan-Nya aku menjalani hidupku, akan mengutus malaikat-Nya untuk menyertai dan membuat perjalananmu berhasil sehingga kamu dapat menemukan seorang istri untuk anakku dari tengah-tengah kaumku dan dari keluarga ayahku.
\v 41 Kamu dibebaskan dari sumpahmu hanya jika kamu sampai kepada kaumku, sekalipun mereka tidak bersedia menyerahkan anak perempuannya kepadamu.’”
\s5
\p
\v 42 “Jadi, hari ini aku datang ke sumur dan berkata, TUHAN, Allah tuanku Abraham, jika Engkau berkenan, buatlah perjalananku ini berhasil.
\v 43 Lihatlah, aku akan berdiri di dekat sumur; jika seorang gadis datang untuk mengambil air, aku akan berkata kepadanya, Tolong izinkan aku minum sedikit dari air yang ada di buyungmu.
\v 44 Jika perempuan itu berkata kepadaku, “Minumlah, dan aku juga akan mengambil air untuk unta-untamu,” biarlah dia yang ALLAH pilihkan bagi anak laki-laki tuanku.’”
\s5
\p
\v 45 “Sebelum aku selesai berdoa dalam hatiku, Ribka datang ke sumur mengambil air dengan membawa buyung di atas bahunya. Ketika ia turun ke sumur untuk mengambil air, aku berkata kepadanya, Tolong, berilah aku minum.
\v 46 Maka, ia pun segera menurunkan buyung itu dari bahunya dan berkata, Minumlah dan aku juga akan mengambil air untuk unta-untamu. Lalu, aku pun minum dan ia juga memberi minum unta-untaku.
\s5
\v 47 Kemudian, aku bertanya kepadanya, Anak siapakah engkau? Jawabnya, Anak perempuan Betuel, ia adalah anak laki-laki yang dilahirkan Milka bagi Nahor. Maka, aku pun memasangkan anting-anting pada hidungnya dan gelang pada tangannya.
\v 48 Lalu, aku menundukkan kepalaku dan menyembah TUHAN. Aku memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham yang telah membawaku pada jalan yang benar untuk bertemu dengan cucu perempuan dari saudara tuanku untuk anak laki-lakinya.
\s5
\v 49 Sekarang jika engkau berkenan menunjukkan kemurahan hati dan kesetiaan kepada tuanku, katakanlah kepadaku; dan jika tidak, katakanlah juga supaya aku tahu ke mana aku harus pergi.”
\s5
\p
\v 50 Kemudian, Laban dan Betuel menjawab, “Hal ini berasal dari TUHAN, karena itu kami tidak dapat mengatakan kepadamu baik atau buruknya.
\v 51 Lihatlah, Ribka berada di hadapanmu. Bawalah dia dan pergilah. Biarlah ia menjadi istri bagi anak tuanmu seperti yang telah TUHAN katakan.”
\s5
\p
\v 52 Ketika pelayan Abraham mendengar hal ini, sujudlah ia ke tanah di hadapan TUHAN.
\v 53 Kemudian, pelayan Abraham itu mengeluarkan perhiasan perak, emas, dan pakaian, lalu memberikannya kepada Ribka; ia juga memberikan hadiah-hadiah yang mahal kepada ibu dan saudaranya.
\s5
\v 54 Kemudian, pelayan Abraham dan orang-orangnya makan dan minum, dan mereka bermalam di sana. Ketika mereka bangun pada keesokan harinya, pelayan Abraham berkata, “Izinkanlah aku kembali kepada tuanku.”
\p
\v 55 Namun, saudara laki-laki dan ibu Ribka berkata, “Biarlah Ribka tinggal dengan kami kira-kira sepuluh hari lagi. Setelah itu, bolehlah engkau pergi.”
\s5
\p
\v 56 Akan tetapi, pelayan Abraham berkata kepada mereka, “Jangan menahan aku, ketahuilah bahwa TUHAN telah membuat perjalananku berhasil. Izinkanlah aku pergi supaya aku dapat pergi kepada tuanku.”
\p
\v 57 Kata mereka, “Biarlah kami memanggil Ribka dan menanyakan kepadanya tentang apa yang diinginkannya.”
\v 58 Mereka memanggilnya dan bertanya, “Apakah kamu mau pergi dengan orang ini?” Jawab Ribka, “Ya, aku mau.”
\s5
\p
\v 59 Jadi, mereka mengizinkan Ribka dan pengasuhnya pergi bersama pelayan Abraham dan orang-orangnya.
\v 60 Mereka memberkati Ribka dan berkata kepadanya,
\b
\q1 “Saudari kami,
\q2 biarlah engkau menjadi berpuluh-puluh ribu;
\q1 dan kiranya keturunanmu menduduki pintu gerbang negeri-negeri yang memusuhi mereka.”
\b
\s5
\p
\v 61 Kemudian, Ribka dan pengasuhnya naik ke atas unta dan mengikuti pelayan Abraham. Maka, pelayan Abraham itu membawa Ribka dan pergi dari situ.
\b
\p
\v 62 Adapun Ishak telah kembali dari perjalanan ke sumur Lahai-Roi sebab sekarang ia tinggal di Negeb.
\s5
\v 63 Pada suatu petang, ia berjalan-jalan ke ladang untuk menyendiri. Dan, ketika ia melayangkan pandangannya, ia melihat unta-unta datang dari kejauhan.
\p
\v 64 Ribka juga melayangkan pandangannya dan melihat Ishak, lalu turun dari untanya.
\v 65 Kata Ribka kepada pelayan Abraham itu, “Siapakah laki-laki yang berjalan di ladang untuk menemui kita itu?”
\p Jawab pelayan itu, “Dialah tuanku.” Lalu, Ribka mengambil cadarnya dan menutupi wajahnya.
\s5
\p
\v 66 Kemudian, pelayan itu menceritakan kepada Ishak tentang segala sesuatu yang telah ia lakukan.
\v 67 Lalu, Ishak membawa perempuan itu ke dalam kemah ibunya dan menikahinya sehingga Ribka menjadi istrinya. Ishak sangat mengasihinya, dan ia dihiburkan setelah kematian ibunya.
\s5
\c 25
\s Keluarga Abraham
\p
\v 1 Kemudian, Abraham menikah lagi. Nama istrinya yang baru adalah Ketura.
\v 2 Ketura melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah bagi Abraham.
\v 3 Yoksan menjadi ayah bagi Syeba dan Dedan. Dedan menjadi leluhur bagi orang Asyur, orang Letush, dan orang Leum.
\v 4 Anak-anak Midian adalah Efa, Efer, Hanokh, Abida, dan Eldaa. Mereka semua adalah anak-anak laki-laki Ketura.
\s5
\v 5 Sebelum Abraham mati, ia memberikan segala sesuatu yang dimilikinya kepada Ishak.
\v 6 Akan tetapi, kepada anak-anak dari gundik-gundiknya, Abraham memberikan pemberian kepada mereka ketika ia masih hidup. Kemudian, ia menyuruh mereka pergi meninggalkan Ishak menuju ke negeri Timur.
\s5
\p
\v 7 Inilah masa hidup Abraham, yaitu 175 tahun.
\v 8 Abraham mengembuskan napasnya yang terakhir dan meninggal di usia yang sangat tua, puas akan umur hidupnya, kemudian ia dikumpulkan bersama para leluhurnya.
\s5
\v 9 Lalu, anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia di Gua Makhpela yang terdapat di ladang Efron, anak Zohar orang Het, berseberangan dengan Mamre.
\v 10 Di ladang yang dibelinya dari orang-orang Het inilah Abraham dikuburkan bersama dengan istrinya, Sara.
\v 11 Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anak laki-lakinya; dan Ishak menetap di Sumur Lahai-Roi.
\s5
\p
\v 12 Inilah daftar keturunan Ismael, anak laki-laki Abraham yang dilahirkan Hagar, hamba Sara yang berasal dari Mesir itu baginya.
\s5
\v 13 Dan, inilah nama dari anak-anak laki-laki Ismael sesuai urutan kelahiran mereka: Nebayot, anak sulung Ismael, Kedar, Adbeel, Mibsam,
\v 14 Misma, Duma, Masa,
\v 15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish, dan Kedma.
\v 16 Itulah anak-anak laki-laki Ismael dan itulah nama-nama mereka sesuai kampung dan perkemahan mereka masing-masing; dua belas pemimpin menurut suku-suku mereka.
\s5
\v 17 Inilah masa hidup Ismael, yaitu 137 tahun. Kemudian, ia mengembuskan napasnya yang terakhir dan mati, lalu dan dikuburkan bersama para leluhurnya.
\v 18 Keturunannya berdiam mulai dari Hawila sampai ke Syur, yaitu berseberangan dengan Mesir dari arah Asyur; di sana, mereka hidup dalam permusuhan dengan saudara-saudara mereka sendiri.
\s Keluarga Ishak
\s5
\p
\v 19 Inilah silsilah Ishak, anak Abraham; Abraham adalah ayah Ishak,
\v 20 Ishak berumur empat puluh tahun ketika ia mengambil Ribka; anak perempuan Betuel, orang Aram dari Padan-Aram
\f +
\fr 25.20
\fk Padan-Aram
\ft Sebuah dataran di Mesopotamia sebelah utara, di wilayah Aram, negeri Syria.
\f* , dan saudari Laban, orang Aram itu menjadi istrinya.
\s5
\v 21 Ishak berdoa kepada TUHAN bagi istrinya karena istrinya itu mandul, dan TUHAN mendengar doa Ishak sehingga Ribka mengandung.
\p
\v 22 Akan tetapi, ketika Ribka mengandung, bayi-bayi yang ada di dalam kandungannya saling menolak sehingga ia berdoa kepada TUHAN dan berkata, “Apa yang terjadi kepadaku?”
\s5
\v 23 Maka, TUHAN berkata kepadanya,
\b
\q1 “Dua bangsa
\q2 ada dalam rahimmu.
\q1 Dan, kedua bangsa yang berasal darimu itu
\q2 akan dipisahkan.
\q1 Bangsa yang satu akan lebih kuat daripada yang lain,
\q2 tetapi yang lebih tua akan melayani yang lebih muda.”
\b
\s5
\p
\v 24 Ketika tiba waktunya untuk melahirkan, Ribka pun melahirkan anak kembar.
\v 25 Bayi yang pertama warnanya kemerahan dan kulitnya seperti pakaian yang berbulu. Jadi, ia dinamai Esau
\f +
\fr 25.25
\fk Esau
\ft Artinya, “berbulu atau kasar”.
\f* .
\v 26 Ketika bayi kedua lahir, ia memegang tumit Esau, jadi bayi itu dinamai Yakub
\f +
\fr 25.26
\fk Yakub
\ft Artinya, “pemegang tumit”.
\f* . Ishak berumur 60 tahun ketika Ribka melahirkan Yakub dan Esau.
\s5
\p
\v 27 Saat kedua anak itu tumbuh besar, Esau menjadi seorang pemburu yang terampil, seorang yang suka tinggal di padang. Akan tetapi, Yakub adalah seorang tenang, yang suka tinggal di kemah.
\v 28 Ishak, yang suka memakan hewan buruan, mengasihi Esau. Namun, Ribka mengasihi Yakub.
\s5
\p
\v 29 Pada suatu hari, ketika Yakub sedang memasak sesuatu, datanglah Esau dari padang dan ia sangat kelaparan.
\v 30 Lalu, kata Esau kepada Yakub, “Berikanlah kepadaku yang merah-merah itu sebab aku sangat kelaparan.” Oleh sebab itu, orang menamainya “Edom
\f +
\fr 25.30
\fk Edom
\ft Artinya, “merah”.
\f* .”
\s5
\p
\v 31 Akan tetapi, Yakub berkata, “Juallah dulu hak kesulunganmu kepadaku.”
\p
\v 32 Kata Esau, “Lihatlah, aku hampir mati kelaparan; apakah gunanya hak kesulungan itu bagiku sekarang?”
\p
\v 33 Namun Yakub berkata, “Bersumpahlah dulu kepadaku!” Maka Esau bersumpah kepadanya dan menjual hak kesulungannya kepada Yakub.
\v 34 Kemudian, Yakub memberikan roti dan sup kacang itu kepada Esau. Esau memakannya dan minum, lalu pergi. Demikianlah Esau meremehkan hak kesulungannya.
\s5
\c 26
\s Ishak Berdusta kepada Abimelekh
\p
\v 1 Pada suatu ketika, terjadilah sebuah bencana kelaparan di wilayah itu selain bencana kelaparan yang telah terjadi pada zaman Abraham. Maka, Ishak pergi ke Kota Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
\s5
\v 2 TUHAN menampakkan diri kepada Ishak dan berkata, “Jangan pergi ke Mesir. Tinggallah di tanah yang Kuperintahkan kepadamu untuk kamu tinggali.
\v 3 Tinggallah di tanah ini sebagai pendatang, maka Aku akan bersama-sama dengan engkau dan akan memberkati engkau. Aku akan memberikan seluruh negeri ini kepadamu dan kepada keturunanmu, dan Aku akan menggenapi sumpah yang telah kunyatakan kepada Abraham, ayahmu.
\s5
\v 4 Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan Aku akan memberikan seluruh negeri ini kepada mereka. Dan, melalui keturunanmu, seluruh bangsa di bumi akan diberkati
\v 5 sebab Abraham menaatiku dan mengikuti syarat-syarat-Ku, perintah-perintah-Ku, ketetapan-Ku, dan hukum-hukum-Ku.”
\s5
\p
\v 6 Jadi Ishak pun menetap di Gerar.
\v 7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya kepada Ishak tentang Ribka, ia berkata, “Ia saudariku.” Ia takut mengatakan, “Ia istriku,” karena pikirnya, “Orang-orang di tempat ini akan membunuhku karena Ribka, sebab parasnya cantik.”
\p
\v 8 Pada suatu ketika, setelah Ishak tinggal di sana dalam waktu yang lama, Abimelekh, raja orang Filistin, memandang dari jendelanya dan melihat Ishak sedang bercumbu dengan Ribka, istrinya.
\s5
\v 9 Maka, Abimelekh memanggil Ishak dan berkata, “Sebenarnya, ia ini istrimu! Lalu, mengapa kamu berkata kepada kami bahwa ia saudarimu?”
\p Kata Ishak kepadanya, “Aku berkata demikian karena aku takut seseorang akan membunuhku untuk mendapatkan dia.”
\p
\v 10 Kata Abimelekh, “Apakah yang engkau lakukan kepada kami? Salah seorang dari orang-orang kami bisa saja tidur dengan istrimu sehingga kamu mendatangkan kesalahan ke atas kami.”
\p
\v 11 Maka, Abimelekh memberikan peringatan kepada semua orang, katanya, “Barangsiapa menyentuh laki-laki ini atau istrinya, orang itu akan dihukum mati!”
\s Ishak Menjadi Kaya
\s5
\p
\v 12 Ishak berladang di tempat itu dan ia mendapat panen seratus kali lipat di tahun yang sama sebab TUHAN memberkatinya.
\v 13 Ishak menjadi seorang yang kaya dan terus bertambah kaya sehingga ia menjadi orang yang sangat kaya.
\v 14 Ia mempunyai kawanan domba, kawanan sapi, dan juga pelayan yang banyak sehingga membuat orang-orang Filistin iri kepadanya.
\s5
\v 15 Karena itu, semua sumur air yang digali oleh hamba-hamba ayahnya pada zaman Abraham, ayahnya itu, ditutup dan ditimbun dengan tanah oleh orang-orang Filistin.
\v 16 Kemudian, Abimelekh berkata kepada Ishak, “Pergilah dari negeri kami sebab engkau telah menjadi lebih kuat daripada kami.”
\p
\v 17 Maka, Ishak pergi meninggalkan tempat itu dan berkemah di lembah Gerar; ia menetap di sana.
\s5
\v 18 Kemudian, Ishak menggali lagi sumur air yang dulu digali pada zaman ayahnya, Abraham, sebab sumur-sumur itu telah ditimbuni tanah oleh orang-orang Filistin. Dan, Ishak memberi nama yang sama kepada sumur-sumur itu, seperti yang dulu diberikan oleh ayahnya.
\s5
\v 19 Akan tetapi, ketika hamba-hamba Ishak menggali sumur di lembah itu, mereka menemukan mata air yang alirannya berlimpah-limpah.
\v 20 Akan tetapi, para penggembala Gerar bertengkar dengan hamba-hamba Ishak dan berkata, “Air itu adalah milik kami!” Jadi, Ishak menamai sumur itu Esek
\f +
\fr 26:20
\fk Esek
\ft Artinya, “pertengkaran”.
\f* sebab di sana orang-orang bertengkar dengan dia.
\s5
\p
\v 21 Kemudian, hamba-hamba Ishak menggali sumur yang lain, tetapi orang-orang itu juga bertengkar dengan mereka di sana sehingga Ishak menamai sumur itu Sitna
\f +
\fr 26:21
\fk Sitna
\ft Artinya, “permusuhan”.
\f* .
\p
\v 22 Maka, Ishak pindah dari sana dan menggali sumur yang lain, tetapi di sana tidak ada pertengkaran, jadi Ishak menamai tempat itu Rehobot
\f +
\fr 26:22
\fk Rehobot
\ft Artinya, “tempat yang lapang.”
\f* sebab ia berkata, “Sekarang TUHAN telah menemukan tempat untuk kita, dan kita akan berlipat ganda di negeri ini.”
\s5
\p
\v 23 Dari situ, Ishak pergi ke Bersyeba.
\v 24 Malam itu, TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berkata kepadanya, “Akulah Allah Abraham, ayahmu. Jangan takut sebab Aku menyertaimu. Aku akan memberkatimu dan melipatgandakan keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku.”
\v 25 Maka, Ishak membangun sebuah altar dan memanggil nama TUHAN di sana. Ia pun mendirikan perkemahannya di sana, dan hamba-hambanya juga menggali sebuah sumur.
\s5
\p
\v 26 Setelah itu, datanglah Abimelekh dari Gerar untuk menemui Ishak. Abimelekh datang bersama Ahuzat, penasihatnya, dan Pikhol, pemimpin pasukannya.
\p
\v 27 Kata Ishak kepada mereka, “Mengapa engkau datang menemuiku padahal sebelumnya engkau membenciku dan menyuruh aku pergi dari negerimu.”
\s5
\p
\v 28 Jawab mereka, “Sekarang kami melihat dengan jelas bahwa TUHAN ada bersamamu. Jadi, kami berkata, 'Sebaiknya ada perjanjian di antara kita. Antara pihakmu dan kami, biarlah kami mengikat suatu perjanjian dengan engkau;
\v 29 bahwa kami tidak menyakitimu seperti dulu kami tidak menyentuhmu dan tidak melakukan apapun kepadamu kecuali kebaikan. Bahkan ketika menyuruhmu pergi, kami menyuruhmu pergi dalam damai. Dan, kini TUHAN telah memberkati engkau.”
\s5
\p
\v 30 Maka, Ishak menyediakan jamuan makan bagi mereka, dan mereka semua makan dan minum.
\v 31 Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, setiap orang mengikat sumpah satu sama lain. Kemudian, melepas orang-orang itu pergi dalam damai.
\s5
\p
\v 32 Pada hari itu hamba-hamba Ishak datang dan memberi tahu tentang sumur yang telah mereka gali. Kata mereka, “Kami telah menemukan air!”
\v 33 Jadi Ishak menamai sumur itu Syeba
\f +
\fr 26:33
\fk Syeba
\ft Artinya, “sumpah.”
\f* . Karena itulah, kota itu masih disebut Bersyeba
\f +
\fr 26:33
\fk Bersyeba
\ft Artinya “Sumur Syeba”.
\f* sampai hari ini.
\s Istri Esau
\s5
\p
\v 34 Ketika Esau berumur 40 tahun, dia menikah dengan Yudit anak Beeri dan Basmat anak Elon, keduanya adalah orang Het.
\v 35 Pernikahannya itu membuat hati Ishak dan Ribka menjadi sangat sedih.
\s5
\c 27
\s Yakub Menipu Ishak
\p
\v 1 Ketika Ishak sudah semakin tua dan matanya menjadi rabun sehingga ia tidak dapat melihat dengan jelas, ia memanggil Esau, anaknya yang tertua, dan berkata “Anakku!”
\p Jawab Esau, “Ya, ayah.”
\p
\v 2 Katanya, “Dengarlah, sekarang aku sudah tua aku tidak tahu kapan aku akan mati.
\s5
\v 3 Jadi, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, kemudian pergilah ke padang untuk menangkap buruan untukku.
\v 4 Lalu, siapkanlah makanan yang lezat seperti yang kusukai, dan bawalah kemari untuk kumakan supaya aku dapat memberkatimu sebelum aku mati.”
\s5
\v 5 Ketika Ishak mengatakan ini kepada Esau, anaknya, Ribka mendengarnya. Karena itu, ketika Esau pergi ke padang untuk berburu,
\v 6 Ribka berkata kepada Yakub, anaknya, “Aku mendengar ayahmu berbicara kepada saudaramu Esau:
\v 7 Bawalah kepadaku binatang buruan dan persiapkanlah untukku makanan yang lezat supaya aku dapat memberkatimu di hadapan Allah sebelum aku mati.
\s5
\v 8 Karena itu, anakku, dengarlah perkataanku baik-baik dan lakukanlah apa yang kukatakan kepadamu.
\v 9 Pergilah kepada kawanan kambing kita dan ambilah dua kambing jantan muda yang terbaik supaya aku dapat mempersiapkan makanan yang lezat bagi ayahmu seperti yang ia sukai.
\v 10 Setelah itu, bawalah makanan itu kepada ayahmu supaya ia dapat memberimu berkat sebelum ia mati.”
\s5
\p
\v 11 Namun, Yakub berkata kepada ibunya, “Tetapi, Esau, kakakku itu adalah orang yang berbulu, sedangkan aku tidak berbulu seperti dia.
\v 12 Bagaimana jika ayah menyentuhku? Aku tentu akan dianggapnya sebagai penipu, dan ia akan menjatuhkan kutuk kepadaku, bukannya berkat.”
\s5
\p
\v 13 Akan tetapi, ibunya berkata kepadanya, “Akulah yang akan menanggung kutuk itu, anakku. Lakukanlah apa yang ibu katakan dan ambillah kambing-kambing itu untukku.”
\p
\v 14 Maka, pergilah Yakub dan mengambil dua kambing jantan, lalu memberikannya kepada ibunya. Dan, ibunya mempersiapkan makanan yang lezat itu sesuai dengan kesukaan ayahnya.
\s5
\v 15 Kemudian, Ribka mengambil pakaian terbaik milik Esau, anak sulungnya, yang disimpannya di rumah dan mengenakannya pada anaknya bungsunya.
\v 16 Ia juga menaruh kulit kambing muda pada tangan dan bagian tengkuk Yakub yang tidak berbulu.
\v 17 Kemudian, ia juga menyerahkan kepada Yakub, anaknya, makanan lezat dan roti yang telah dimasaknya.
\s5
\p
\v 18 Kemudian, Yakub pergi kepada bapanya dan berkata, “Ayah.”
\p Ayahnya itu menjawab, “Ya, Nak. Siapakah kamu, anakku?”
\p
\v 19 Yakub berkata kepada ayahnya, “Aku Esau, anak sulungmu. Aku telah melakukan apa yang ayah katakan kepadaku. Sekarang, duduklah dan makanlah hasil buruanku ini supaya engkau dapat memberkatiku.”
\s5
\p
\v 20 Kata Ishak kepada anaknya, “Bagaimana kamu dapat berburu dan membunuh binatang secepat ini, anakku?”
\p Jawab Yakub, “Karena TUHAN Allahmu yang memberiku keberhasilan.”
\p
\v 21 Kemudian, Ishak berkata kepada Yakub, “Mendekatlah agar aku dapat merabamu, anakku, supaya aku tahu apakah engkau benar-benar Esau atau bukan.”
\s5
\p
\v 22 Maka, Yakub mendekat kepada Ishak, ayahnya, dan Ishak merabanya lalu berkata, “Suaranya suara Yakub, tetapi tangannya adalah tangan Esau.”
\v 23 Ishak tidak mengenali Yakub karena tangan Yakub berbulu seperti tangan Esau. Jadi, Ishak memberkati Yakub.
\s5
\p
\v 24 Namun, sekali lagi Ishak bertanya, “Apakah kamu benar-benar anakku Esau?”
\p Jawab Yakub, “Ya, inilah aku.”
\s Berkat untuk Yakub
\p
\v 25 Kemudian, Ishak berkata, “Bawalah hasil buruanmu untuk kumakan supaya aku memberkatimu.” Yakub membawa makanan itu kepada ayahnya, dan Ishak pun memakannya. Yakub juga membawakan anggur untuk ayahnya, dan Ishak pun meminumnya.
\s5
\p
\v 26 Kemudian, Ishak, ayahnya, berkata kepadanya, “Kemarilah dan ciumlah aku, anakku.”
\v 27 Maka, Yakub pun mendekat kepada ayahnya dan menciumnya. Dan, ketika Ishak mencium bau pakaian Esau, ia memberkatinya dan berkata,
\b
\q1 “Bau anakku seperti padang
\q2 yang telah diberkati TUHAN.
\s5
\q1
\v 28 Kiranya Allah memberikan kepadamu embun dari langit,
\q2 tanah yang gemuk, serta gandum dan anggur baru yang berlimpah-limpah.
\s5
\q1
\v 29 Kiranya bangsa-bangsa melayanimu
\q2 dan suku-suku bangsa sujud kepadamu.
\q1 Jadilah tuan atas saudara-saudaramu,
\q2 dan kiranya anak-anak ibumu sujud kepadamu.
\q1 Terkutuklah orang yang mengutukmu,
\q2 dan diberkatilah orang yang memberkatimu.”
\b
\s Berkat Esau
\s5
\p
\v 30 Baru saja Ishak selesai memberkati Yakub dan Yakub baru saja meninggalkan bapanya, pulanglah Esau dari perburuannya.
\v 31 Ia juga mempersiapkan makanan yang lezat dan membawanya kepada ayahnya, kemudian berkata, “Ayah, ini aku anakmu. Bangunlah dan makanlah hasil buruan ini supaya engkau memberkati aku.”
\s5
\p
\v 32 Namun, Ishak bertanya kepadanya, “Siapa kamu?”
\p Jawabnya, “Aku anakmu, anak sulungmu, Esau.”
\p
\v 33 Kemudian terkejutlah Ishak sampai tubuhnya gemetar dan berkata, “Lalu siapa yang memburu binatang dan membawanya kepadaku? Sebelum kamu datang, aku telah memakan makanan itu dan memberkatinya; dan ia akan tetap menerima berkat itu.”
\s5
\p
\v 34 Ketika Esau mendengar perkataan ayahnya itu, ia berteriak dengan suara nyaring dalam kepahitan hatinya dan berkata kepada ayahnya, “Berkati aku juga, ayah!”
\p
\v 35 Kata Ishak kepadanya, “Saudaramu telah menipu aku dan telah mengambil berkatmu.”
\s5
\p
\v 36 Esau berkata, “Memang tepat ia diberi nama Yakub sebab ia telah menipuku dua kali; ia mengambil hak kesulunganku dariku, dan sekarang ia mengambil berkatku!” Kemudian kata Esau kepada ayahnya, “Tidakkah ayah menyimpan berkat lain untukku?”
\p
\v 37 Jawab Ishak kepada Esau, “Aku telah menjadikannya tuan atasmu dan atas semua sanak saudaranya, dan aku pun telah memberkatinya dengan banyak gandum dan anggur baru. Karena itu, apa lagi yang dapat kulakukan untukmu, anakku?”
\s5
\p
\v 38 Kata Esau kepada ayahnya, “Tidakkah ayah memiliki satu berkat lainnya? Berkati aku juga, ayah!” Kemudian, Esau mulai menangis dengan suara keras.
\s5
\p
\v 39 Lalu Ishak, ayahnya, berkata kepadanya,
\b
\q1 “Dengarlah, tempat tinggalmu akan tinggal jauh dari tanah yang subur di bumi,
\q2 dan jauh juga dari embun yang dari surga.
\q1
\v 40 Kamu akan hidup oleh pedang,
\q2 dan kamu akan melayani saudaramu.
\q1 Akan tetapi, jika kamu berusaha sungguh-sungguh,
\q2 kamu akan dapat melemparkan kuknya dari lehermu.”
\b
\s Yakub Meninggalkan Negeri itu
\s5
\p
\v 41 Maka, Esau membenci Yakub karena berkat yang telah diberikan ayah mereka kepada adiknya. Kata Esau kepada dirinya sendiri, “Masa berkabung karena kematian ayah sudah dekat; setelah itulah aku akan membunuh saudaraku, Yakub.”
\p
\v 42 Ketika Ribka diberitahu tentang apa yang dikatakan Esau, ia pun segera mengutus orang untuk memanggil Yakub, anak bungsunya, dan berkata kepadanya, “Dengarlah, saudaramu Esau hendak menghibur dirinya dengan membunuhmu.
\s5
\v 43 Karena itu, anakku, lakukan apa yang kukatakan kepadamu: Larilah segera kepada Laban, saudara laki-lakiku, di Haran.
\v 44 Tinggallah dengannya selama beberapa waktu sampai kemarahan saudaramu reda.
\v 45 Ketika kemarahan saudaramu telah reda dan ia melupakan apa yang kaulakukan kepadanya, aku akan mengutus seseorang orang untuk membawamu kembali. Lagipula, mengapa aku harus kehilangan kamu berdua dalam satu hari?”
\s5
\p
\v 46 Kemudian, Ribka berkata kepada Ishak, “Aku lelah dengan hidupku karena perempuan-perempuan Het ini. Jika Yakub mengambil istri dari antara perempuan di negeri ini, dari perempuan-perempuan Het seperti ini, tidak ada gunanya lagi aku hidup.”
\s5
\c 28
\p
\v 1 Kemudian, Ishak memanggil Yakub, memberkati dia, dan menasehatinya, “Jangan kamu mengambil istri dari antara anak-anak perempuan Kanaan.
\v 2 Bersiaplah dan pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah dari ibumu. Carilah bagimu seorang istri di sana, yaitu salah seorang dari anak-anak perempuan Laban, saudara laki-laki ibumu.
\s5
\v 3 Kiranya Allah Yang Mahakuasa memberkatimu, membuatmu beranak cucu dan melipatgandakan keturunanmu sehingga engkau menjadi suatu bangsa yang besar.
\v 4 Kiranya Ia juga memberkatimu dengan berkat yang diberikan-Nya kepada Abraham, kepadamu dan kepada keturunanmu, supaya engkau menjadi pemilik atas negeri yang diberikan Allah kepada Abraham, yaitu tanah yang sekarang kamu tinggali sebagai seorang asing.”
\s5
\p
\v 5 Kemudian, Ishak melepas kepergian Yakub, dan berangkatlah Yakub ke Padan-Aram kepada Laban, anak Betuel orang Aram itu, yang adalah saudara laki-laki Ribka, ibu Yakub dan Esau.
\s5
\p
\v 6 Esau mengetahui bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan menyuruhnya pergi ke Padan-Aram untuk mendapatkan seorang istri dari sana. Ia juga mengetahui bahwa ketika Ishak memberkati Yakub, ia juga menasehatinya dengan berkata, “Jangan kamu mengambil istri dari antara anak-anak perempuan Kanaan.”
\v 7 Esau tahu bahwa Yakub menurut kepada ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram.
\s5
\v 8 Dengan demikian, Esau mengerti bahwa ayahnya tidak menyukai perempuan Kanaan.
\v 9 Jadi, pergilah Esau kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi istrinya selain istri-istri yang telah dimilikinya. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, dan adik perempuan Nebayot.
\s Mimpi Yakub di Betel
\s5
\p
\v 10 Adapun Yakub meninggalkan Bersyeba dan pergi ke Haran.
\v 11 Kemudian, sampailah Yakub di sebuah tempat dan bermalamlah ia di sana sebab matahari telah terbenam. Yakub mengambil sebongkah batu di tempat itu sebagai alas kepalanya, lalu membaringkan diri untuk tidur.
\s5
\v 12 Ketika tidur, bermimpilah Yakub. Dalam mimpinya, ia melihat ada sebuah tangga didirikan di atas bumi yang ujungnya sampai ke langit, dan para malaikat Allah turun naik melalui tangga itu.
\v 13 Kemudian, Yakub melihat TUHAN berdiri di atas tangga itu dan berkata, “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenek moyangmu, dan Allah Ishak; tanah tempatmu berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan keturunanmu.
\s5
\v 14 Keturunanmu akan sebanyak debu di bumi, dan engkau akan menyebar ke barat, timur, utara, dan selatan. Dan olehmu, semua kaum di bumi akan diberkati.
\p
\v 15 Dengarlah, Aku menyertai engkau dan akan melindungi engkau ke mana pun engkau pergi. Aku akan membawa engkau kembali ke tanah ini. Aku tidak akan meninggalkan engkau, sampai Aku menggenapi apa yang telah Kujanjikan kepadamu.”
\s5
\p
\v 16 Kemudian, Yakub terbangun dari tidurnya dan berkata, “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, tetapi aku tidak menyadarinya!”
\p
\v 17 Dengan ketakutan, Yakub berkata, “Tempat ini sungguh luar biasa. Ini adalah Rumah Allah sendiri. Ini adalah pintu gerbang surga!”
\s5
\p
\v 18 Maka, Yakub bangun pagi-pagi benar, lalu mengambil batu yang menjadi alas kepalanya dan menyusunnya menjadi sebuah tugu, serta mencurahkan minyak ke atas batu itu
\f +
\fr 28.18
\fk mengambil batu ...menyusunnya menjadi sebuah tugu, ...mencurahkan minyak ke atas batu itu
\ft Menjadikannya sebagai tugu peringatan tentang Allah.
\f* .
\v 19 Yakub menyebut tempat itu Betel
\f +
\fr 28.19
\fk Betel
\ft Artinya “Rumah Allah”.
\f* , meskipun nama tempat itu adalah Lus.
\s5
\p
\v 20 Kemudian, Yakub bersumpah, katanya, “Jika Allah menyertaiku, dan melindungi aku dalam perjalanan ini, dan jika Ia memberi roti untuk dimakan dan pakaian untuk dikenakan,
\v 21 sehingga aku dapat kembali dengan selamat ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
\v 22 Dan, batu yang telah kudirikan ini akan menjadi rumah Allah. Dan, dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku, akan kukembalikan sepersepuluhnya kepada-Mu.”
\s5
\c 29
\s Yakub Menemui Rahel
\p
\v 1 Kemudian, Yakub meneruskan perjalanannya dan sampai di negeri orang-orang Timur
\f +
\fr 29.1
\fk negeri orang-orang Timur
\ft Para penulis Kitab Suci menggunakan istilah “negeri orang Timur” untuk menyebut wilayah Mesopotamia atau Syria.
\f* .
\v 2 Ketika melayangkan pandangannya, Yakub melihat ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kawanan domba yang berbaring di samping sumur itu, sebab sumur itu digunakan untuk memberi mereka minum. Sumur itu ditutup oleh sebongkah batu yang besar,
\v 3 jika seluruh kawanan itu telah berkumpul di sana, gembala-gembala akan menggulingkan batu itu dari mulut sumur dan memberi minum domba-domba mereka. Setelah itu, mereka akan mengembalikan batu itu ke tempatnya, di atas mulut sumur.
\s5
\p
\v 4 Kata Yakub kepada gembala-gembala di situ, “Saudara-saudaraku, dari manakah asal kalian?”
\p Jawab mereka, “Kami dari Haran.”
\p
\v 5 Yakub berkata lagi kepada mereka, “Apakah kalian mengenal Laban, anak Nahor?”
\p Jawab mereka, “Kami mengenal dia.”
\p
\v 6 Kemudian, Yakub bertanya kepada mereka, “Bagaimana kabarnya?”
\p Jawab mereka, “Ia sehat. Lihatlah, itu Rahel, anak perempuannya, datang dengan domba-domba ayahnya.”
\s5
\p
\v 7 Yakub berkata, “Lihatlah, hari masih siang. Belum waktunya untuk mengumpulkan ternak. Berilah domba-domba itu minum dan gembalakan kembali ke padang rumput.”
\p
\v 8 Namun gembala-gembala itu berkata, “Kami tidak dapat melakukannya sebelum semua kawanan domba berkumpul dan batu penutup itu digulingkan dari mulut sumur; hanya setelah itulah kami dapat memberi minum domba-domba ini.”
\s5
\p
\v 9 Ketika Yakub berbicara dengan mereka, Rahel datang bersama domba-domba ayahnya sebab dialah yang menggembalakannya.
\v 10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak perempuan Laban, saudara ibunya, dan domba-domba Laban, Yakub pun mendekat dan menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu memberi minum kawanan domba Laban, saudara ibunya itu.
\s5
\v 11 Kemudian, Yakub mencium Rahel dan menangis dengan keras.
\v 12 Yakub memberi tahu Rahel bahwa ia adalah kerabat ayahnya, dan bahwa dia adalah anak Ribka. Maka, Rahel pun berlari dan memberitahu ayahnya.
\s5
\p
\v 13 Ketika Laban mendengar berita tentang Yakub, anak dari saudara perempuannya, ia pun bergegas untuk menemuinya, lalu memeluk dan mencium Yakub, serta membawanya ke rumahnya. Kemudian, Yakub menceritakan tentang segala sesuatunya kepada Laban.
\p
\v 14 Kata Laban kepadanya, “Sesungguhnya engkau sedarah daging denganku.” Maka, Yakub tinggal dengannya selama sebulan penuh.
\s Laban Menipu Yakub
\s5
\p
\v 15 Kemudian, Laban berkata kepada Yakub, “Sekalipun engkau adalah saudaraku, haruskah engkau bekerja bagiku secara cuma-cuma? Beritahukan kepadaku, bagaimana aku membayar upahmu?”
\p
\v 16 Laban mempunyai dua anak. Yang tua bernama Lea dan yang muda bernama Rahel.
\p
\v 17 Mata Lea sayu, sedangkan Rahel bertubuh indah dan berwajah cantik.
\v 18 Karena Yakub mencintai Rahel, ia berkata, “Aku akan bekerja bagimu selama tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel.”
\s5
\p
\v 19 Laban berkata, “Lebih baik aku memberikan Rahel untuk menikah denganmu daripada dengan orang lain. Jadi, tinggallah bersama aku.”
\p
\v 20 Jadi, Yakub tinggal dan bekerja pada Laban selama tujuh tahun. Tujuh tahun itu dilalui Yakub seolah-olah beberapa hari saja karena ia sangat mencintai Rahel.
\s5
\p
\v 21 Setelah tujuh tahun, Yakub berkata kepada Laban, “Berikanlah kepadaku Rahel agar aku dapat menikahinya. Masa kerjaku padamu sudah selesai.”
\p
\v 22 Maka, Laban membuat satu pesta perjamuan bagi semua orang di tempat itu.
\s5
\v 23 Malam itu, Laban membawa anaknya, Lea, kepada Yakub, dan Yakub berhubungan seksual dengan Lea.
\v 24 Laban memberikan pelayan perempuan, Zilpa, kepada Lea untuk menjadi pembantunya.
\v 25 Keesokan paginya, Yakub melihat bahwa Lealah yang telah tidur bersamanya. Yakub berkata kepada Laban, “Engkau telah menipu aku. Bukankah aku sudah bekerja keras bagimu agar aku dapat menikahi Rahel? Mengapa kamu menipu aku?”
\s5
\p
\v 26 Laban menjawab, “Di negeri kami tidak diizinkan anak yang lebih muda menikah sebelum anak yang lebih tua menikah.
\v 27 Genapilah dahulu tujuh hari pernikahanmu dengan Lea, dan aku akan memberikan Rahel kepadamu. Namun, kamu harus bekerja untukku tujuh tahun lagi.”
\s5
\p
\v 28 Yakub melakukannya dan menggenapi minggu pernikahan itu. Kemudian, Laban memberikan Rahel, anaknya, sebagai istri Yakub.
\v 29 Laban memberikan pelayan Bilha, perempuannya, kepada Rahel untuk menjadi pembantunya.
\v 30 Maka, Yakub mengadakan hubungan seksual dengan Rahel. Yakub lebih mencintai Rahel daripada kepada Lea. Dan, Yakub bekerja pada Laban tujuh tahun lagi.
\s Keluarga Yakub Bertambah
\s5
\p
\v 31 Saat TUHAN melihat bahwa Yakub lebih mengasihi Rahel daripada Lea, Ia membuka kandungan Lea, sedangkan Rahel mandul.
\p
\v 32 Lea melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben
\f +
\fr 29.32
\fk Ruben
\ft Artinya, “Lihat, seorang anak laki-laki!” Namun, kadang-kadang pengucapannya terdengar seperti kata Ibrani yang berarti “Dia telah melihat masalahku”.
\f* . Lea menamainya demikian karena ia berkata, “TUHAN telah melihat kesusahanku. Suamiku tidak mengasihi aku. Jadi sekarang, suamiku mungkin akan mengasihiku.”
\s5
\p
\v 33 Lea mengandung lagi dan melahirkan anak yang lain. Ia menamai anaknya Simeon
\f +
\fr 29.33
\fk Simeon
\ft Artinya, “Didengar”.
\f* . Ia berkata, “TUHAN telah mendengar bahwa aku tidak dikasihi, jadi Ia memberikan anak ini kepadaku.”
\p
\v 34 Lea mengandung lagi dan melahirkan anak yang lain. Ia menamai anak itu Lewi
\f +
\fr 29.34
\fk Lewi
\ft Artinya, “Disatukan dengan..” atau “Dilekatkan kepada...”.
\f* . Ia berkata, “Sekarang, suamiku pasti akan lekat kepadaku karena aku telah memberikan tiga anak laki-laki kepadanya.”
\s5
\p
\v 35 Kemudian, Lea melahirkan anak yang lain. Ia menamai anak itu Yehuda
\f +
\fr 29.35
\fk Yehuda
\ft Nama ini seperti kata Ibrani yang memiliki arti “Ia dipuji”.
\f* . Lea menamainya demikian karena ia berkata, “Sekarang, aku memuji TUHAN.” Setelah itu, Lea tidak lagi melahirkan anak.
\s5
\c 30
\p
\v 1 Ketika Rahel melihat bahwa ia tidak dapat melahirkan anak bagi Yakub, ia cemburu pada saudarinya, Lea. Rahel berkata kepada Yakub, “Berikan kepadaku anak, atau aku akan mati!”
\p
\v 2 Yakub menjadi marah terhadap Rahel dan berkata, “Apakah aku ini Allah yang membuat kamu mandul?”
\s5
\p
\v 3 Rahel menjawab, “Ini Bilha, pelayanku. Tidurlah dengan dia dan ia akan melahirkan anak untukku. Maka, aku dapat menjadi ibu melalui dia.”
\p
\v 4 Maka, Rahel memberikan Bilha kepada Yakub menjadi istrinya. Dan, Yakub mengadakan hubungan seksual dengan Bilha.
\s5
\v 5 Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki untuk Yakub.
\p
\v 6 Rahel berkata, “Allah telah mendengarkan doaku. Ia memutuskan untuk memberikan seorang anak kepadaku.” Jadi, ia menamai anak itu Dan.
\s5
\p
\v 7 Bilha mengandung lagi dan memberikan anak kedua bagi Yakub.
\v 8 Rahel berkata, “Aku telah bersaing keras dengan kakakku, dan aku menang.” Jadi, ia menamai anak itu Naftali
\f +
\fr 30.8
\fk Naftali
\ft Artinya “Pergumulanku”.
\f* .
\s5
\p
\v 9 Lea melihat bahwa ia tidak dapat lagi mempunyai anak. Jadi, ia memberikan hambanya, Zilpa, kepada Yakub sebagai istri.
\v 10 Kemudian, Zilpa melahirkan seorang anak laki-laki.
\v 11 Lea berkata, “Aku beruntung.” Jadi, ia menamai anak itu Gad
\f +
\fr 30.11
\fk Gad
\ft Artinya “Beruntung”.
\f* .
\s5
\v 12 Zilpa melahirkan anak yang lain.
\v 13 Lea berkata, “Aku sangat bahagia! Sekarang, perempuan-perempuan akan menyebutku berbahagia.” Jadi, ia menamai anak itu Asyer
\f +
\fr 30.13
\fk Asyer
\ft Artinya “Bahagia” atau “Senang”.
\f* .
\s5
\p
\v 14 Pada musim panen gandum, Ruben pergi ke ladang dan menemukan tanaman yang disebut dudaim
\f +
\fr 30.14
\fk dudaim
\ft Dalam bahasa aslinya “duwday”, yang berarti “tanaman cinta”. Orang-orang pada zaman itu percaya bahwa tanaman ini dapat membantu meningkatkan kesuburan wanita.
\f* . Ia membawanya kepada ibunya, Lea. Tetapi Rahel berkata kepada Lea, “Tolong berikan kepadaku beberapa dudaim yang dibawa anakmu.”
\p
\v 15 Lea menjawab, “Kamu telah mengambil suamiku, tidak cukupkah itu? Dan, sekarang kamu juga berusaha mengambil dudaim anakku?”
\p Tetapi Rahel menjawab, “Jika kamu memberikan dudaim anakmu kepadaku, kamu boleh tidur dengan Yakub malam ini.”
\s5
\p
\v 16 Ketika Yakub datang dari ladang malam itu, Lea keluar untuk menyambutnya. Lea berkata, “Kamu harus tidur denganku malam ini. Sebab, aku telah membayarmu dengan dudaim anakku.” Jadi, Yakub tidur dengan Lea malam itu.
\p
\v 17 Kemudian, Allah mengizinkan Lea melahirkan lagi anaknya yang kelima.
\v 18 Ia berkata, “Allah memberikan upah kepadaku karena aku telah memberikan hambaku kepada suamiku.” Jadi, ia menamai anaknya Isakhar
\f +
\fr 30.18
\fk Isakhar
\ft Artinya “Upah”.
\f* .
\s5
\p
\v 19 Lea mengandung lagi dan melahirkan anak keenam.
\v 20 Ia berkata, “Allah telah memberikan pemberian yang indah kepadaku. Sekarang, Yakub pasti menerima aku karena aku telah memberikan enam anak kepadanya.” Ia menamai anak itu Zebulon
\f +
\fr 30.20
\fk Zebulon
\ft Artinya “Pujian” atau “Penghormatan”.
\f* .
\p
\v 21 Kemudian, Lea melahirkan seorang anak perempuan. Ia menamainya Dina.
\s5
\p
\v 22 Kemudian, Allah mengingat Rahel. Ia mendengar doanya dan membuatnya dapat mempunyai anak.
\v 23 Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia berkata, “Allah telah membuang aibku.”
\v 24 Rahel menamai anak itu Yusuf
\f +
\fr 30.24
\fk Yusuf
\ft Kata ini seperti kata dalam bahasa Ibrani yang berarti “Kiranya Ia menambahkan”, tetapi juga terdengar seperti kata yang diterjemahkan dengan “Membuang” seperti dalam ayat 23.
\f* , dan mengatakan, “Kiranya Tuhan memberiku anak laki-laki yang lain lagi.”
\s Yakub Menipu Laban
\s5
\p
\v 25 Setelah kelahiran Yusuf, Yakub berkata kepada Laban, “Sekarang, biarlah aku kembali ke tanah airku.
\v 26 Berikanlah istri-istri dan anak-anakku kepadaku. Aku telah mendapatkan mereka dengan bekerja padamu. Kamu tahu bahwa aku melayanimu dengan baik.”
\s5
\p
\v 27 Laban berkata kepadanya, “Jika kamu berkenan, izinkan aku mengatakan sesuatu. Aku tahu bahwa TUHAN telah memberkati aku karena kamu.
\v 28 Katakan kepadaku apa yang harus kubayar kepadamu, dan aku akan memberikannya kepadamu.”
\s5
\p
\v 29 Yakub menjawab, “Kamu tahu bahwa aku telah bekerja keras untukmu. Kawanan ternakmu telah berkembang dengan baik ketika aku menjaganya.
\v 30 Ketika aku datang, harta milikmu hanya sedikit. Sekarang, hartamu sudah banyak sekali. Setiap kali aku melakukan sesuatu untukmu, TUHAN memberkatimu. Kalau begitu, kapan aku bisa bekerja untuk keluargaku sendiri?”
\s5
\p
\v 31 Laban bertanya, “Jadi, apa yang harus kuberikan kepadamu?”
\p Jawab Yakub, “Kamu tidak perlu membayarku sedikit pun. Tetapi, aku akan kembali menggembalakan kambing dombamu, asalkan kamu menyetujui syarat ini:
\v 32 Izinkan aku berjalan di antara kawanan ternakmu hari ini. Aku akan mengambil setiap domba yang berbintik, bergaris, atau yang berwarna hitam, dan setiap kambing yang bergaris atau berbintik. Itulah yang akan menjadi upahku.
\s5
\v 33 Kelak, kamu dapat dengan mudah membuktikan kejujuranku. Kamu dapat datang dan melihat kawanan ternakku. Jika aku mempunyai kambing yang tidak berbintik atau domba yang tidak hitam, kamu akan tahu bahwa aku mencurinya.”
\p
\v 34 Laban menjawab, “Aku setuju dengan itu. Kita akan melakukan yang kamu minta.”
\s5
\v 35 Akan tetapi, pada hari itu Laban memisahkan semua kambing jantan dan betina yang berbintik. Ia juga memisahkan semua domba yang berwarna hitam. Laban meminta anak-anaknya menjaga domba-domba ini.
\v 36 Maka anak-anak itu membawa semua ternak yang berbintik ke tempat lain. Mereka berjalan selama tiga hari. Yakub tinggal dan menjaga semua ternak yang tertinggal.
\s5
\p
\v 37 Kemudian, Yakub memotong cabang yang hijau dari sejenis pohon cemara dan badam. Ia mengupas beberapa dahan sehingga ada garis-garis putih pada kulit dahan kayu itu.
\v 38 Ia meletakkan dahan itu di depan kawanan di tempat yang berair. Apabila ternak datang untuk minum, mereka juga kawin di tempat itu.
\s5
\v 39 Kemudian, ketika kambing-kambing kawin di depan dahan itu, lahirlah yang berbintik, bergaris, atau hitam.
\p
\v 40 Yakub memisahkan ternak yang berbintik dan hitam dari ternak lain dalam kawanan. Ia memisahkan ternaknya dari milik Laban.
\s5
\v 41 Setiap kali ternak yang lebih kuat mengadakan perkawinan dalam kawanan itu, Yakub meletakkan dahan-dahan di depannya. Ternak itu kawin dekat dahan-dahan itu.
\v 42 Ketika ternak yang lemah kawin, Yakub tidak meletakkan dahan di sana. Jadi, ternak yang lahir dari induk yang lemah adalah milik Laban. Dan, ternak yang lahir dari induk yang kuat adalah milik Yakub.
\s5
\v 43 Dengan cara ini Yakub menjadi sangat kaya. Ia mempunyai sekawanan besar ternak, hamba yang banyak, unta-unta, dan keledai-keledai.
\s5
\c 31
\s Waktunya untuk Berangkat — Yakub Melarikan Diri
\p
\v 1 Pada suatu hari, Yakub mendengar anak-anak Laban berbicara. Mereka berkata, “Yakub telah mengambil segala milik ayah kita. Ia telah menjadi kaya dan ia mengambil semua kekayaan itu dari ayah kita.”
\v 2 Lalu, Yakub memerhatikan sikap Laban dan mengetahui bahwa Laban tidak seramah dahulu.
\v 3 TUHAN berkata kepada Yakub, “Kembalilah ke tanah kelahiranmu, tempat nenek moyangmu tinggal, dan Aku akan menyertaimu.”
\s5
\p
\v 4 Maka, Yakub menyuruh orang untuk memberi tahu Rahel dan Lea supaya menemuinya di padang, tempat ia menjaga kawanan kambing dombanya.
\v 5 Yakub berkata kepada mereka, “Aku telah melihat bahwa sikap ayahmu sudah tidak seperti dahulu terhadap aku. Akan tetapi, Allah ayahku telah menyertai aku.
\v 6 Kalian berdua tahu bahwa aku telah bekerja keras sebaik mungkin untuk ayah kalian.
\s5
\v 7 Namun, ayah kalian telah menipuku. Ia telah 10 kali mengubah upahku. Namun, Allah melindungiku dari semua tipuan Laban.
\p
\v 8 Ayah kalian pernah berkata, Kamu dapat mengambil semua kambing yang berbintik. Itu akan menjadi upahmu. Setelah ia mengatakan demikian, semua ternak melahirkan kambing yang berbintik, seharusnya semua itu menjadi milikku. Akan tetapi, Laban berkata, Aku akan menahan kambing berbintik. Kamu dapat memiliki semua kambing bergaris. Itulah yang akan menjadi upahmu. Namun setelah ia berkata demikian, semua ternak melahirkan kambing bergaris.
\v 9 Demikianlah Allah telah mengambil ternak dari ayahmu dan memberikannya kepadaku.
\s5
\p
\v 10 Pada musim kawin ternak, aku bermimpi melihat bahwa hanya kambing jantan yang bergaris dan berbintik yang kawin.
\v 11 Dalam mimpi itu, malaikat Allah berkata kepadaku, Yakub!
\p Aku menjawab, Ya.
\s5
\p
\v 12 Malaikat berkata, Lihatlah, semua kambing jantan kawin dengan ternak yang bergaris dan berbintik. Aku melakukan semua itu karena aku telah melihat semua yang dilakukan Laban terhadapmu.
\v 13 Akulah Allah yang datang kepadamu di Betel. Di sana, kamu telah membuat altar dan mencurahkan minyak ke atasnya, serta membuat perjanjian dengan-Ku. Sekarang, Aku mau supaya kamu siap untuk kembali ke negeri tempatmu dilahirkan.’”
\s5
\p
\v 14 Rahel dan Lea menjawab Yakub, “Ayah kami tidak harus memberikan apa-apa kepada kami apabila ia mati.
\v 15 Ia memperlakukan kami seperti pendatang. Ia menjual kami kepadamu, dan kemudian memakai semua uang yang seharusnya menjadi milik kami.
\v 16 Allah telah mengambil semua kekayaan ini dari ayah kami, dan sekarang menjadi milik kita dan anak-anak kita. Jadi, kamu harus melakukan apa saja yang dikatakan Allah kepadamu.”
\s5
\p
\v 17 Maka, Yakub bersiap untuk perjalanannya. Ia menaikkan anak-anak dan istri-istrinya ke atas unta-unta.
\v 18 Kemudian, mereka mulai berjalan kembali ke tanah Kanaan, di mana ayahnya tinggal. Semua kawanan ternak milik Yakub berjalan di depan mereka. Ia membawa segala sesuatu yang diperolehnya selama ia tinggal di Padan-Aram.
\s5
\p
\v 19 Pada waktu Laban pergi menggunting bulu domba-dombanya, Rahel masuk ke rumahnya dan mencuri terafim
\f +
\fr 31.19
\fk terafim
\ft Berhala yang disembah sebagai dewa pelindung rumah tangga.
\f* milik ayahnya.
\p
\v 20 Yakub menipu Laban, orang Aram itu. Ia tidak mengatakan kepada Laban bahwa ia pergi.
\v 21 Yakub segera berangkat dengan membawa keluarga dan segala miliknya. Mereka menyeberangi Sungai Efrat dan berjalan menuju daerah perbukitan Gilead.
\s5
\p
\v 22 Tiga hari kemudian, Laban menyadari bahwa Yakub telah melarikan diri.
\v 23 Jadi, ia mengumpulkan orang-orangnya dan mulai mengejar Yakub. Setelah tujuh hari, Laban menemukan Yakub di dekat perbukitan di Gilead.
\s5
\v 24 Malam itu Allah datang kepada Laban dalam sebuah mimpi dan berkata, “Berhati-hatilah atas setiap kata yang akan kamu katakan kepada Yakub.”
\s Pencarian Benda Berhala yang Dicuri
\p
\v 25 Besok paginya, Laban menemukan Yakub. Yakub telah mendirikan kemahnya di atas perbukitan Gilead, jadi Laban dan semua orangnya mendirikan kemahnya di perbukitan yang sama.
\s5
\p
\v 26 Laban berkata kepada Yakub, “Mengapa kamu menipuku? Mengapa kamu mengambil anak-anakku seolah-olah mereka adalah tawanan perang?
\v 27 Mengapa kamu pergi tanpa memberitahuku? Jika kamu memberitahuku, aku akan mengadakan jamuan makan untukmu. Akan ada nyanyian dan tarian dengan musik.
\v 28 Bahkan, kamu tidak membiarkan aku mencium cucu-cucu dan anak-anakku untuk mengatakan selamat jalan. Kamu telah bertindak bodoh!
\s5
\v 29 Aku berkuasa untuk menyakitimu. Namun, tadi malam Allah ayahmu datang kepadaku dalam mimpi. Ia mengingatkan aku untuk tidak menyakitimu dengan cara apa pun.
\v 30 Aku tahu bahwa kamu ingin kembali ke rumah ayahmu. Oleh sebab itu kamu pergi. Tetapi mengapa kamu mencuri benda berhala dari rumahku?”
\s5
\p
\v 31 Yakub menjawab, “Aku berangkat tanpa memberitahumu karena aku takut. Aku berpikir kamu akan mengambil anak-anakmu dariku dengan paksa.
\v 32 Namun, aku tidak mencuri benda berhalamu. Jika kamu menemukan orang yang bersamaku di sini telah mengambil berhalamu, orang itu akan dibunuh. Di hadapan saudara-saudara kita, periksalah barang-barangku. Jika ada barang-barangmu di antaranya, ambilah itu.” Saat itu, Yakub tidak tahu bahwa Rahel telah mencuri benda berhala Laban.
\s5
\p
\v 33 Laban pergi dan memeriksa seluruh perkemahan Yakub. Ia melihat ke dalam tenda Yakub dan kemudian ke dalam tenda Lea. Kemudian, ia melihat ke dalam tenda kedua hamba perempuan itu, tetapi ia tidak menemukan benda berhala dari rumahnya. Maka, ia masuk ke tenda Rahel.
\s5
\v 34 Rahel menyembunyikan benda berhala itu di dalam pelana untanya, dan ia duduk di atasnya. Laban mencari ke seluruh tenda, tetapi tidak ditemukannya benda berhala itu.
\p
\v 35 Rahel berkata kepada ayahnya, “Ayah, jangan marah padaku. Aku tidak sanggup berdiri di depanmu karena aku sedang datang bulan.” Jadi, Laban mencari ke seluruh tenda, tetapi ia tidak menemukan benda berhala itu.
\s5
\p
\v 36 Yakub menjadi sangat marah dan berkata, “Kesalahan apa yang telah kulakukan? Hukum mana yang telah kulanggar? Apa hakmu untuk mengejar dan menghentikan aku?
\v 37 Kamu telah memeriksa segala sesuatu milikku dan tidak menemukan milikmu. Jika kamu menemukan sesuatu, tunjukkanlah kepadaku. Letakkan di sini supaya orang-orangku dapat melihatnya. Biarlah orang-orang kami menentukan siapa di antara kita yang benar.
\s5
\v 38 Aku telah bekerja selama 20 tahun untukmu. Selama masa itu, tidak ada seekor anak domba dan kambing yang mati ketika lahir. Dan, aku tidak memakan seekor pun dari kawanan dombamu.
\v 39 Setiap kali seekor domba diterkam binatang liar, aku sendiri selalu membayarnya. Aku tidak membawa binatang yang mati kepadamu dan mengatakan bahwa itu bukan kesalahanku. Dan kamu memintaku mengganti binatang yang dicuri baik pada siang hari maupun pada malam hari.
\v 40 Pada siang hari, terik matahari menghabiskan kekuatanku dan pada malam hari mataku tidak bisa tidur karena kedinginan.
\s5
\v 41 Aku telah bekerja seperti hamba untukmu selama 20 tahun. Empat belas tahun pertama, aku bekerja untuk mendapatkan kedua anak perempuanmu. Enam tahun berikutnya aku bekerja untuk mendapat ternakmu. Dan selama masa itu, kamu telah sepuluh kali mengubah upahku
\v 42 Akan tetapi, Allah nenek moyangku, Allah Abraham dan yang disembah oleh Ishak, menyertaiku. Jika Allah tidak menyertaiku, kamu tentu sudah menyuruhku pergi tanpa sesuatu. Akan tetapi, Allah melihat kesulitan yang kuhadapi dan pekerjaan yang telah kulakukan, dan tadi malam Allah membuktikan bahwa aku benar.”
\s Yakub dan Perjanjian Laban
\s5
\p
\v 43 Laban berkata kepada Yakub, “Perempuan-perempuan ini adalah anak-anakku. Anak-anak itu adalah milikku, dan ternak itu milikku. Segala sesuatu yang kamu lihat di sini adalah milikku, tetapi aku tidak dapat melakukan apa pun untuk menahan anak-anakku dan anak-anak mereka.
\v 44 Oleh sebab itu, mari kita membuat perjanjian. Biarlah perjanjian itu menjadi bukti bahwa kita telah berdamai.”
\s5
\p
\v 45 Maka, Yakub mengambil sebuah batu besar dan didirikannya menjadi sebuah tugu.
\v 46 Ia menyuruh orang-orangnya untuk mengumpulkan beberapa batu lagi dan menumpuknya. Kemudian, mereka makan di samping tugu itu.
\v 47 Laban menamai tempat itu Yegar-Sahaduta
\f +
\fr 31.47
\fk Yegar-Sahaduta
\ft Dalam bahasa Aram (tempat asal Laban), berarti “Timbunan Kesaksian”.
\f* . Tetapi Yakub menamainya Galed
\f +
\fr 31.47
\fk Galed
\ft Dalam bahasa Ibrani, nama “Timbunan Kesaksian”.
\f* .
\s5
\p
\v 48 Laban berkata kepada Yakub, “Tugu ini akan menolong kita berdua mengingat perjanjian kita hari ini.” Oleh sebab itu, Yakub menyebut tempat itu Galeed.
\p
\v 49 Kemudian Laban berkata, “Biarlah TUHAN menjaga kita apabila kita berpisah satu sama lain.” Maka tempat itu juga disebut Mizpa
\f +
\fr 31.49
\fk Mizpa
\ft Dalam bahasa Ibrani, berarti “Menara Pengawas”.
\f* .
\p
\v 50 “Jika kamu menyakiti anak-anakku perempuanku atau menikahi perempuan lain, ingatlah bahwa Allah melihat perbuatanmu.
\s5
\v 51 Di sini ada tugu yang kuletakkan di tengah-tengah kita, dan ada tumpukan batu khusus yang menjadi bukti bahwa kita telah membuat perjanjian.
\v 52 Tugu dan batu khusus ini, keduanya menolong kita untuk mengingat perjanjian kita. Aku tidak akan pernah melewati tugu ini untuk melawanmu, dan kamu tidak akan melewati batu-batu ini untuk melawanku.
\v 53 Semoga Allah Abraham, Allah Nahor, dan Allah nenek moyang mereka menghakimi kita jika kita melanggar perjanjian itu.”
\p Maka, Yakub berjanji dengan mengucapkan sumpah atas nama Tuhan yang ditakuti dan disembah oleh Ishak, ayahnya.
\s5
\v 54 Kemudian, Yakub menyembelih seekor hewan dan mempersembahkannya sebagai persembahan di atas gunung. Dan, ia mengundang orang-orangnya datang dan makan bersama. Setelah mereka selesai makan, mereka bermalam di gunung itu.
\v 55 Keesokan harinya, pagi-pagi benar Laban memberi ciuman perpisahan kepada cucu-cucu dan anak-anaknya. Ia memberkati mereka lalu ia pulang.
\s5
\c 32
\s Yakub Bersiap Menemui Esau
\p
\v 1 Yakub juga meninggalkan tempat itu. Dalam perjalanan, para malaikat Allah menemuinya.
\v 2 Ketika Yakub melihat mereka, ia berkata, “Tempat ini adalah kemah Allah!” Jadi, Yakub menamai tempat itu Mahanaim
\f +
\fr 32:2
\fk Mahanaim
\ft Artinya, “Dua Perkemahan”.
\f* .
\s5
\p
\v 3 Saudara Yakub, Esau, tinggal di daerah perbukitan Edom yang disebut Seir. Yakub menyuruh beberapa orang utusan kepada Esau.
\v 4 Ia berkata kepada mereka, “Katakan kepada tuanku Esau: Hambamu Yakub telah tinggal bersama Laban selama tahun-tahun ini.
\v 5 Aku mempunyai banyak lembu, keledai, kawanan ternak, dan hamba. Tuan, aku menyampaikan pesan ini kepadamu untuk meminta agar engkau mau menerima kami.’”
\s5
\p
\v 6 Utusan itu kembali kepada Yakub dan berkata, “Kami telah pergi kepada saudaramu Esau. Ia akan datang menemui engkau. Ada empat ratus laki-laki bersamanya.”
\p
\v 7 Yakub merasa sangat takut dan khawatir. Ia membagi orang-orangnya, kawanan ternak, domba, serta unta-untanya menjadi dalam dua rombongan.
\v 8 Yakub berpikir, “Jika Esau datang dan membinasakan satu rombongan, rombongan yang lain dapat lari dan menyelamatkan diri.”
\s5
\p
\v 9 Kemudian, Yakub berkata, “Allah ayahku, Abraham! Allah ayahku, Ishak! TUHAN, Engkau mengatakan kepadaku untuk kembali ke negeriku dan kepada keluargaku. Engkau mengatakan bahwa Engkau akan melakukan yang baik kepadaku.
\v 10 Aku tidak layak untuk menerima semua kebaikan yang telah Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini. Dulu, aku menyeberangi Sungai Yordan hanya dengan membawa tongkat di tangan, tetapi sekarang, aku memiliki harta yang cukup untuk dibagi ke dalam dua rombongan besar.
\s5
\v 11 Aku memohon kepada-Mu untuk menyelamatkan aku dari saudaraku, Esau. Aku takut kalau ia akan datang dan membunuh kami semua, bahkan ibu-ibu dengan anak-anaknya.
\v 12 Tuhan, Engkau berkata kepadaku, Aku akan melakukan yang baik kepadamu. Aku akan memperbanyak keluargamu dan membuat anak-anakmu sebanyak pasir di laut. Tidak akan terhitung.’”
\s5
\p
\v 13 Yakub bermalam di tempat itu. Ia mempersiapkan beberapa hal untuk diberikan kepada Esau sebagai hadiah.
\v 14 Ia mengambil 200 kambing betina dan 20 kambing jantan, 200 domba betina dan 20 domba jantan.
\v 15 Ia mengambil 30 unta betina dan anak-anaknya, 40 lembu dan 10 sapi jantan, 20 keledai betina dan 10 keledai jantan.
\v 16 Ia memberikan semua kawanan ternak itu kepada hamba-hambanya. Kemudian, ia berkata kepada mereka, “Pisahkanlah setiap rombongan binatang. Pergilah ke mendahului aku dan buatlah jarak antara setiap kawanan.”
\s5
\v 17 Yakub memberikan urutannya kepada mereka. Kepada hamba dengan rombongan ternak pertama ia berkata, “Apabila Esau saudaraku datang kepadamu dan bertanya, Ternak siapakah itu? Ke mana kamu pergi? Hamba siapa kamu?
\v 18 maka kamu harus menjawab, Ternak ini milik hambamu Yakub. Ia mengirimnya sebagai pemberian kepada tuanku, Esau. Dan, ia juga akan datang di belakang kami.’”
\s5
\p
\v 19 Yakub juga memberikan perintah yang sama kepada hamba kedua, hamba ketiga, dan semua hamba lainnya. Ia berkata, “Kamu harus mengatakan hal yang sama kepada Esau apabila kamu bertemu dengan dia.
\v 20 Kamu juga harus berkata, Inilah hadiah untukmu dan hambamu Yakub ada di belakang kami.’”
\p Yakub berpikir, “Jika kusuruh hamba-hamba itu pergi terlebih dahulu bersama hadiah, mungkin Esau akan mengampuni dan menerimaku.”
\v 21 Maka, Yakub mengirimkan pemberian kepada Esau, tetapi ia tinggal di kemah malam itu.
\s5
\p
\v 22 Malam itu, Yakub bangun dan mengajak kedua istrinya, kedua pelayan perempuannya, dan kesebelas anaknya laki-laki bersamanya menyeberangi Sungai Yabok di tempat penyeberangan.
\v 23 Setelah menyuruh keluarganya menyeberangi sungai, Yakub mengirim segala miliknya ke seberang sungai.
\s Perlawanan dengan Allah
\s5
\p
\v 24 Maka, tinggallah Yakub seorang diri; dan ada seorang laki-laki datang dan bergulat dengan dia. Orang itu bergulat dengan Yakub hingga matahari terbit.
\v 25 Ketika orang itu merasa bahwa ia tidak dapat mengalahkan Yakub, ia memukul pangkal paha Yakub, dan membuatnya terkilir.
\p
\v 26 Kemudian orang itu berkata kepada Yakub, “Biarkan aku pergi karena matahari telah terbit.”
\p Akan tetapi, Yakub berkata, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi sebelum engkau memberkatiku.”
\s5
\p
\v 27 Orang itu berkata kepada Yakub, “Siapa namamu?”
\p Yakub menjawab, “Namaku Yakub.”
\p
\v 28 Kemudian, orang itu berkata, “Namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel
\f +
\fr 32:28
\fk Israel
\ft Artinya, “ia bergumul dengan Allah”, atau “Allah bergumul”.
\f* . Aku memberimu nama ini karena kamu telah bergulat dengan Allah dan manusia, dan kamu menang.”
\s5
\p
\v 29 Kemudian, Yakub bertanya kepadanya, “Katakan kepadaku siapa namamu.”
\p Akan tetapi, orang itu berkata, “Mengapa kamu bertanya siapa namaku?” Kemudian orang itu memberkati Yakub di tempat itu.
\p
\v 30 Jadi, Yakub menamai tempat itu Peniel
\f +
\fr 32:30
\fk Peniel
\ft Artinya, “wajah Allah”.
\f* . Ia berkata, “Di tempat ini aku melihat Allah berhadapan muka, tetapi aku tetap hidup.”
\s5
\v 31 Kemudian, matahari terbit ketika ia melewati Peniel. Yakub pincang karena pahanya terkilir.
\v 32 Jadi, sampai hari ini pun, umat Israel tidak makan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena di bagian itulah otot Yakub terluka.
\s5
\c 33
\s Yakub Menemui Esau
\p
\v 1 Yakub memandang dan melihat Esau datang. Esau datang bersama 400 laki-laki. Maka, Yakub membagi keluarganya menjadi empat rombongan. Lea dan anak-anaknya dalam satu rombongan, Rahel dan Yusuf dalam satu rombongan, dan dua pelayan perempuannya beserta anak-anak mereka dalam dua rombongan.
\v 2 Yakub menempatkan dua pelayan perempuannya dan anak-anak mereka di depan. Kemudian, Lea dan anak-anaknya di belakang mereka. Rahel dan Yusuf di urutan terakhir.
\p
\v 3 Yakub sendiri berjalan di depan mereka. Sementara ia terus berjalan ke arah Esau, ia sujud sampai ke tanah tujuh kali.
\s5
\p
\v 4 Ketika Esau melihat Yakub, ia berlari menemuinya. Ia meletakkan tangannya memeluk Yakub dan memeluk lehernya dan menciumnya. Kemudian, mereka berdua menangis.
\v 5 Ketika Esau mengangkat wajahnya, ia melihat perempuan-perempuan dan anak-anak. Ia berkata, “Siapa semua orang yang bersamamu ini?”
\p Yakub menjawab, “Mereka adalah anak-anak yang diberikan Allah kepada hambamu ini.”
\s5
\p
\v 6 Kemudian, dua pelayan perempuan Yakub dan anak-anak mereka pergi kepada Esau. Mereka sujud di depannya.
\v 7 Kemudian, Lea dan anak-anaknya pergi kepada Esau dan bersujud. Menyusul Rahel dan Yusuf pergi kepada Esau dan bersujud.
\p
\v 8 Esau berkata, “Apa maksudmu dengan semua rombongan yang aku jumpai tadi?”
\p Yakub menjawab, “Inilah pemberianku kepadamu agar engkau dapat menerimaku.”
\s5
\p
\v 9 Namun, Esau berkata, “Kamu tidak harus memberikan semua hadiah itu kepadaku, saudaraku. Aku berkecukupan.”
\p
\v 10 Yakub berkata, “Tidak, aku memohon kepadamu! Jika engkau sungguh-sungguh menerima aku, terimalah hadiah yang kuberikan kepadamu. Aku sangat senang melihat wajahmu kembali. Sama seperti melihat wajah Allah. Aku sangat senang melihat bahwa engkau menerima aku.
\v 11 Jadi, aku mohon terimalah hadiah yang kuberikan kepadamu. Allah sangat baik kepadaku. Aku memperoleh lebih daripada yang kubutuhkan.” Karena Yakub memohon dengan sangat agar Esau menerima hadiah itu, maka Esau menerimanya.
\s5
\p
\v 12 Kemudian, Esau berkata, “Sekarang, kamu dapat meneruskan perjalananmu. Aku akan pergi mendahuluimu.”
\p
\v 13 Namun, Yakub berkata kepadanya, “Engkau tahu bahwa anak-anakku lemah. Dan, aku harus hati-hati dengan kawanan ternakku dan anak-anak ternak itu. Jika aku memaksa mereka berjalan terlalu jauh dalam satu hari, semua ternak akan mati.
\v 14 Jadi, pergilah terlebih dahulu. Aku akan mengikutimu pelan-pelan agar sapi dan ternak lainnya selamat, dan anak-anakku tidak terlalu lelah. Aku akan menemuimu di Seir.”
\s5
\p
\v 15 Maka, Esau berkata, “Kalau begitu, aku akan meninggalkan beberapa orangku bersamamu untuk menolongmu.”
\p Akan tetapi, Yakub menjawab, “Engkau sudah sangat baik kepadaku. Engkau tidak perlu melakukan hal itu.”
\v 16 Jadi, hari itu Esau memulai perjalanannya kembali ke Seir.
\v 17 Akan tetapi, Yakub pergi ke Sukot. Di situ, ia membangun sebuah rumah baginya sendiri dan kandang untuk ternaknya. Oleh sebab itu, tempat itu dinamai Sukot
\f +
\fr 33:17
\fk Sukot
\ft Artinya, “tempat berteduh”.
\f* .
\s5
\p
\v 18 Yakub mengakhiri perjalanannya dari Padan-Aram ke kota Sikhem, di Kanaan dengan selamat. Ia membuat perkemahannya di ladang dekat kota.
\v 19 Ia membeli sebidang tanah seharga seratus keping perak sebagai tempat perkemahan dari keluarga Hamor, ayah Sikhem.
\v 20 Ia membangun sebuah altar di sana untuk memuliakan Allah. Ia menamai tempat itu “El, Allah Israel.”
\s5
\c 34
\s Pemerkosaan terhadap Dina
\p
\v 1 Pada suatu hari, Dina, anak Lea dan Yakub keluar untuk melihat-lihat perempuan-perempuan di tempat itu.
\v 2 Ia terlihat oleh Sikhem, anak Hamor orang Hewi yang menguasai negeri itu. Sikhem membawa Dina dan memperkosanya.
\v 3 Namun, hati Sikhem begitu terpikat pada Dina, sehingga ia jatuh cinta kepada gadis itu. Sikhem mengatakan perasaannya kepada gadis itu.
\s5
\v 4 Sikhem berkata kepada ayahnya, “Tolong ambil perempuan ini supaya aku dapat menikahinya.”
\p
\v 5 Yakub mengetahui bahwa Sikhem telah menodai Dina, anaknya. Namun, semua anak laki-lakinya sedang ada di padang bersama ternak-ternaknya, jadi ia tidak berbuat apa-apa sampai mereka pulang.
\s5
\v 6 Kemudian, ayah Sikhem, Hamor, pergi menemui Yakub untuk berbicara tentang Dina.
\p
\v 7 Setelah anak-anak laki-laki Yakub mendengar berita tentang Dina, mereka pun segera pulang dari padang dan sangat marah karena Sikhem telah mempermalukan Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub sebab hal itu tidak pantas dilakukan.
\s5
\p
\v 8 Akan tetapi, Hamor berkata kepada mereka, “Hati Sikhem telah terpaut dengan Dina. Biarlah Sikhem mengambilnya menjadi istrinya.
\v 9 Marilah kita saling berbesan. Berikanlah anak perempuanmu kepada kami dan kami akan memberikan anak-anak perempuan kami kepadamu.
\v 10 Dengan demikian, kamu dapat tinggal bersama dengan kami, dan negeri ini terbuka bagimu. Tinggallah di dalamnya, berdaganglah, dan kumpulkanlah hartamu darinya.”
\s5
\p
\v 11 Sikhem juga berbicara ayah dan saudara-saudara laki-laki Dina, “Jika aku mendapat kemurahanmu, aku akan melakukan segala sesuatu yang engkau kehendaki.
\v 12 Mintalah kepadaku mas kawin sebanyak yang engkau inginkan dan aku akan memberikannya kepadamu sesuai yang engkau minta. Hanya, berikanlah gadis itu untuk menjadi istriku.”
\p
\v 13 Karena saudari mereka telah dinodai, anak-anak laki-laki Yakub menjawab Sikhem dan Hemor dengan tipu daya.
\s5
\v 14 Kata mereka, “Kami tidak dapat melakukannya; kami tidak dapat menyerahkan saudari kami kepada seorang laki-laki yang tidak bersunat karena hal itu akan membawa aib bagi kami.
\v 15 Kami akan memberikan izin hanya jika syarat ini engkau penuhi: engkau harus menjadi sama seperti kami dengan cara menyunat setiap laki-laki yang ada di antara kamu.
\v 16 Dengan begitu, orang-orangmu dapat menikahi perempuan dari bangsa kami, dan orang-orang kami dapat menikahi perempuan dari bangsamu sehingga kita dapat tinggal bersama dan menjadi satu bangsa.
\v 17 Akan tetapi, jika kamu tidak mau disunat, kami akan membawa Dina dan pergi.”
\s5
\p
\v 18 Syarat itu dipandang baik oleh Hamor dan Sikhem, anaknya.
\v 19 Orang muda itu, yang adalah orang paling terhormat dalam keluarga ayahnya, tidak menunda-nunda waktu untuk melakukannya karena ia sangat menyukai anak perempuan Yakub.
\s5
\p
\v 20 Maka, Hamor dan Sikhem pergi ke gerbang kota mereka untuk berbicara kepada para laki-laki di kota itu,
\v 21 “Orang-orang ini ingin bersahabat dengan kita. Karena itu, biarlah mereka tinggal di negeri kita dan berdagang di sini sebab negeri ini masih cukup luas bagi mereka. Biarlah kita mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi istri kita, dan memberikan anak-anak perempuan kita kepada mereka.
\s5
\v 22 Hanya, inilah syarat yang diminta orang-orang itu untuk dapat hidup bersama dengan kita dan menjadi satu bangsa: setiap laki-laki di antara kita harus disunat seperti mereka.
\v 23 Bukankah nantinya ternak, harta, dan hewan-hewan mereka yang lainnya akan menjadi milik kita? Jadi, marilah kita menyetujui syarat mereka supaya mereka tetap tinggal bersama kita.”
\s5
\v 24 Semua laki-laki yang keluar dari gerbang kota itu setuju dengan Hamor dan Sikhem, anaknya. Maka, setiap laki-laki kota itu disunat, semua yang keluar dari gerbang kota itu.
\p
\v 25 Tiga hari kemudian, orang-orang yang telah disunat itu masih sakit. Dua dari anak Yakub, Simeon dan Lewi, tahu bahwa mereka saat itu masih lemah. Jadi, mereka pergi ke kota dan membunuh semua laki-laki di sana.
\v 26 Simeon dan Lewi juga membunuh Hamor dan anaknya, Sikhem. Kemudian, mereka membawa Dina keluar dari rumah Sikhem dan pergi.
\s5
\v 27 Anak-anak Yakub pergi ke kota dan mencuri segala sesuatu yang ada di sana karena apa yang telah diperbuat Sikhem terhadap saudari mereka.
\v 28 Jadi, anak-anak Yakub membawa semua binatang mereka dan segala sesuatu yang lain yang ada di dalam kota dan di ladang.
\v 29 Mereka membawa segala sesuatu milik orang-orang itu. Bahkan, mereka membawa istri-istri dan anak-anak mereka.
\s5
\p
\v 30 Akan tetapi, Yakub berkata kepada Simeon dan Lewi, “Kamu telah memberikan banyak kesulitan bagiku. Semua orang di tempat ini akan membenciku. Semua orang Kanaan dan orang Feris akan berbalik melawan aku. Kita hanya sedikit. Jika mereka di tempat ini bersama-sama melawan kita, aku akan binasa. Dan, semua umat kita akan binasa bersama aku.”
\p
\v 31 Tetapi Simeon dan Lewi berkata, “Apakah kita harus membiarkan mereka ini memperlakukan saudari kami seperti seorang pelacur? Mereka telah melakukan hal yang salah terhadap saudari kami!”
\s5
\c 35
\s Yakub di Betel
\p
\v 1 Allah berkata kepada Yakub, “Bangunlah, menetaplah di Betel. Bangunlah sebuah altar bagi Allah yang pernah menampakkan diri kepadamu ketika engkau melarikan diri dari saudaramu, Esau.”
\p
\v 2 Maka, Yakub berkata kepada keluarga dan semua orang yang tinggal bersamanya, “Singkirkan semua dewa asing yang ada pada kalian. Sucikan diri kalian dan pakailah pakaian yang bersih.
\v 3 Kita akan meninggalkan tempat ini dan pergi ke Betel. Di sana, aku akan membangun sebuah altar untuk Allah yang selalu menolongku pada masa kesulitan dan yang menyertai aku ke mana pun aku pergi.”
\s5
\p
\v 4 Maka, orang-orang itu menyerahkan semua dewa asing yang ada pada mereka kepada Yakub. Mereka memberikan semua anting-anting yang mereka pakai. Yakub mengubur semua barang itu di bawah pohon ek dekat kota yang disebut Sikhem.
\p
\v 5 Lalu, Yakub dan anak-anaknya meninggalkan tempat itu. Orang-orang yang tinggal di kota-kota sekitar hendak mengejar dan membunuh rombongan Yakub. Namun, Allah memenuhi orang-orang itu dengan rasa takut yang besar sehingga mereka tidak mengejar Yakub.
\s5
\v 6 Maka, Yakub dan rombongannya tiba di Kota Lus, yang sekarang disebut Betel, di tanah Kanaan.
\v 7 Yakub membangun sebuah altar di sana. Ia menamai tempat itu “El-Betel” karena di tempat itulah Allah pertama kali menampakkan diri kepadanya ketika ia lari dari saudaranya.
\p
\v 8 Debora, pengasuh Ribka, mati di sana. Mereka menguburnya di bawah pohon ek di Betel. Mereka menamai tempat itu Alon-Bakut
\f +
\fr 35:8
\fk Alon-Bakut
\ft Artinya, “Pohon Besar Ratapan”.
\f* .
\s Nama Baru Yakub
\s5
\p
\v 9 Ketika Yakub kembali dari Padan-Aram, Allah menampakkan diri lagi kepadanya dan memberkati dia
\v 10 Allah berkata kepadanya, “Namamu Yakub, tetapi Aku akan mengganti nama itu. Kamu tidak akan lagi disebut Yakub. Nama barumu adalah Israel.” Jadi, Allah menamainya Israel.
\s5
\p
\v 11 Allah berkata kepada Yakub, “Akulah Allah Yang Mahakuasa dan Aku memberikan berkat ini kepadamu: Beranak-cucu dan bertambahbanyaklah menjadi suatu bangsa yang besar. Darimu akan lahir bangsa-bangsa dan raja-raja.
\v 12 Aku telah memberikan suatu negeri kepada Abraham dan Ishak. Sekarang, Aku memberikan negeri itu kepadamu dan kepada keturunanmu, yang lahir setelah kamu.”
\v 13 Kemudian, Allah meninggalkan tempat itu.
\s5
\v 14 Yakub mendirikan sebuah tugu peringatan dari batu di tempat itu. Ia menuangkan anggur dan minyak ke atasnya.
\v 15 Yakub menamai tempat itu Betel.
\s Rahel Mati Melahirkan
\s5
\p
\v 16 Yakub dan rombongannya meninggalkan Betel. Sebelum mereka tiba di Efrata, Rahel melahirkan anaknya.
\v 17 Rahel mengalami banyak masalah saat melahirkan anak itu. Ia sangat kesakitan. Melihat hal ini, perawatnya berkata, “Jangan takut Rahel. Kamu melahirkan anak laki-laki lagi.”
\p
\v 18 Rahel mati ketika melahirkan anak itu. Sebelum mati, ia menamai anak itu Benoni
\f +
\fr 35:18
\fk Benoni
\ft Artinya, “anak penderitaanku” .
\f* . Namun, Yakub menamainya Benyamin
\f +
\fr 35:18
\fk Benyamin
\ft Artinya, “tangan kanan” atau “putra kesayangan”.
\f* .
\p
\v 19 Rahel dikubur di jalan ke Efrata, yaitu Betlehem.
\v 20 Yakub meletakkan sebuah batu khusus pada kuburan Rahel untuk menghormati dia. Batu khusus itu masih ada di sana hingga hari ini.
\s5
\v 21 Kemudian, Israel meneruskan perjalanannya. Ia berkemah tepat di sebelah Selatan Migdal-Eder.
\p
\v 22 Israel tinggal di sana untuk sementara waktu. Ketika ia di sana, Ruben tidur dengan Bilha, hamba perempuan Israel. Dan, Israel mendengar tentang hal ini.
\s Keluarga Israel
\p Yakub mempunyai 12 anak.
\b
\li
\s5
\v 23 Anak-anak Yakub dan Lea adalah Ruben anak sulung Yakub, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon.
\li
\v 24 Anak-anak Yakub dan Rahel adalah Yusuf dan Benyamin.
\li
\v 25 Bilha adalah pelayan Rahel. Anak-anak Yakub dan Bilha adalah Dan serta Naftali.
\li
\s5
\v 26 Zilpa adalah pelayan Lea. Anak-anak Yakub dan Zilpa adalah Gad dan Asyer.
\b
\m Mereka inilah anak-anak Yakub yang lahir di Padan-Aram.
\p
\v 27 Yakub pergi kepada ayahnya Ishak di Mamre di Kiryat-Arba, yaitu Hebron. Di sinilah Abraham dan Ishak tinggal.
\s5
\v 28 Ishak hidup sampai 180 tahun.
\v 29 Kemudian, Ishak mengembuskan napas terakhirnya dan mati. Ia dikumpulkan bersama leluhurnya. Ia meninggal di usia yang lanjut dan mempunyai hidup yang memuaskan. Anak-anaknya, Esau dan Yakub, menguburnya.
\s5
\c 36
\s Keluarga Esau
\p
\v 1 Inilah sejarah keluarga Esau, yaitu Edom.
\v 2 Esau menikahi perempuan-perempuan dari tanah Kanaan. Nama istri-istrinya yaitu Ada, anak Elon orang Het, Oholibama anak Ana, putra Zibeon orang Hewi, dan
\v 3 Basmat, anak Ismael, saudari Nebayot.
\s5
\v 4 Esau dan Ada mempunyai seorang anak laki-laki bernama Elifas. Basmat mempunyai seorang anak laki-laki bernama Rehuel.
\v 5 Oholibama mempunyai tiga anak: Yeush, Yaelam, dan Korah. Inilah anak-anak Esau yang lahir di tanah Kanaan.
\s5
\p
\v 6-8 Keluarga Yakub dan Esau menjadi terlalu banyak untuk ditampung di tanah Kanaan. Maka, Esau memisahkan diri dari Yakub, saudaranya, ke tempat yang jauh. Ia membawa istri-istrinya, anak-anaknya laki-laki dan perempuan, semua hambanya, lembu dan ternak yang lain, dan segala sesuatu lainnya yang diperolehnya di Kanaan dan pindah ke negeri Seir. Esau juga dinamai Edom.
\s5
\p
\v 9 Esau adalah bapa orang Edom. Inilah nama-nama keluarga Esau yang tinggal di daerah perbukitan Seir:
\b
\li
\v 10 Anak Esau dan Ada ialah Elifas. Anak Esau dan Basmat ialah Rehuel.
\li
\v 11 Elifas mempunyai lima anak: Teman, Omar, Zefo, Gaetam, dan Kenas.
\v 12 Elifas juga mempunyai gundik bernama Timna. Timna dan Elifas mempunyai seorang anak laki-laki bernama Amalek.
\li
\s5
\v 13 Rehuel mempunyai empat anak laki-laki: Nahat, Zerah, Syama, dan Miza.
\li Itulah cucu laki-laki Esau dari Basmat, istrinya.
\li
\v 14 Istri ketiga Esau ialah cucu Zibeon, yaitu Oholibama, anak Ana. Anak-anak Esau dan Oholibama adalah Yeush, Yaelam, Korah.
\b
\s5
\m
\v 15 Inilah kelompok keluarga yang berasal dari Esau:
\li Anak sulung Esau ialah Elifas. Anak-anak Elifas: Teman, Omar, Zefo, Kenas,
\v 16 Korah, Gaetam, dan Amalek.
\li Semua keluarga ini berasal dari Ada, istri Esau.
\li
\s5
\v 17 Rehuel, anak Esau, adalah ayah dari keluarga ini: Nahat, Zera, Syama, dan Miza.
\li Semua keluarga ini berasal dari Basmat, istri Esau.
\li
\v 18 Istri Esau yaitu Oholibama, anak Ana, melahirkan Yeush, Yaelam, dan Korah. Ketiga orang ini ialah pemimpin dari keluarga mereka.
\m
\v 19 Mereka semua adalah anak laki-laki Esau dan pemimpin kelompok keluarga Edom.
\b
\s5
\m
\v 20 Seir, seorang Hori, tinggal di Edom sebelum Esau datang. Inilah anak-anak Seir:
\li Lotan, Syobal, Zibeon, Ana,
\v 21 Disyon, Ezer, Disyan. Semua anak ini adalah orang Hori pemimpin keluarga dari Seir di Edom.
\li
\v 22 Anak laki-laki Lotan adalah Hori dan Heman. Saudara perempuan Lotan adalah Timna.
\li
\s5
\v 23 Syobal adalah ayah dari Alwan, Manahat, Ebal, Syefo, dan Onam.
\li
\v 24 Zibeon mempunyai dua anak laki-laki, Aya dan Ana. Ana ialah orang yang menemukan sumber air panas di padang gurun ketika ia menggembalakan keledai ayahnya.
\li
\s5
\v 25 Ana ialah ayah Disyon dan Oholibama.
\li
\v 26 Disyon mempunyai empat anak laki-laki. Mereka adalah Hemdan, Esyban, Yitran, dan Keran.
\li
\v 27 Ezer mempunyai tiga anak laki-laki. Mereka adalah Bilhan, Zaawan, dan Akan.
\li
\v 28 Disyan mempunyai dua anak laki-laki. Mereka adalah Us dan Aran.
\li
\s5
\v 29 Inilah nama-nama pemimpin keluarga Hori: Lotan, Syobal, Zibeon, Ana,
\v 30 Disyon, Ezer, dan Disyan. Mereka ini adalah pemimpin keluarga yang tinggal di Negeri Seir.
\b
\s5
\p
\v 31 Pada masa itu sudah ada raja-raja di Negeri Edom. Edom telah mempunyai raja jauh sebelum Israel mempunyainya.
\b
\li
\v 32 Bela anak Beor adalah raja yang memerintah di Negeri Edom. Ia memerintah atas Kota Dinhaba.
\li
\v 33 Ketika Bela meninggal, Yobab menjadi raja. Yobab adalah anak Zerah dari Bozra.
\li
\s5
\v 34 Ketika Yobab meninggal, Husyam memerintah. Husyam berasal dari Negeri Teman.
\li
\v 35 Ketika Husyam meninggal, Hadad memerintah negeri itu. Hadad adalah anak Bedad. Bedad adalah orang yang mengalahkan Midian di Negeri Moab. Hadad berasal dari Kota Awit.
\li
\v 36 Ketika Hadad meninggal, Samla memerintah negeri itu. Samla berasal dari Masreka.
\li
\s5
\v 37 Ketika Samla meninggal, Saul memerintah negeri itu. Saul berasal dari Rehobot dekat Sungai Efrat.
\li
\v 38 Ketika Saul meninggal, Baal-Hanan memerintah negeri itu. Baal-Hanan adalah anak Akhbor.
\li
\v 39 Ketika Baal-Hanan meninggal, Hadar memerintah negeri itu. Hadad berasal dari Kota Pahu. Nama istrinya adalah Mehetabeel, anak Matred. Mezahab adalah ayah Matred.
\b
\s5
\m
\v 40 Esau ayah keluarga Edom:
\b
\li Timna, Alwa, Yetet, Oholibama, Ela, Pinon, Kenas, Teman, Mibzar, Magdiel, dan Iram. Setiap keluarga ini tinggal di daerah yang dinamai sama seperti nama keluarga mereka.
\v 41 (36:40)
\v 42 (36:40)
\v 43 (36:40)
\b
\s5
\c 37
\s Yusuf Tukang Mimpi
\p
\v 1 Yakub tinggal dan hidup di tanah Kanaan. Ini adalah negeri yang sama di mana ayahnya pernah tinggal.
\v 2 Inilah sejarah Keluarga Yakub.
\p Ketika Yusuf, anak Yakub, masih muda dan berumur 17 tahun, pekerjaannya adalah menjaga domba dan kambing. Yusuf melakukan pekerjaan ini bersama saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa. Bilha dan Zilpa adalah istri-istri ayahnya. Yusuf mengatakan kepada ayahnya tentang hal buruk yang dilakukan saudara-saudaranya.
\s5
\v 3 Yusuf lahir ketika Israel, ayahnya, sudah sangat tua. Jadi, Israel lebih mengasihi Yusuf daripada anak-anaknya yang lain. Yakub memberikan kepadanya sebuah pakaian istimewa, yang panjang dan sangat indah.
\v 4 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat bahwa ayah mereka lebih mengasihi Yusuf daripada mengasihi mereka, mereka membenci Yusuf karena hal ini. Mereka tidak mau berbicara baik-baik kepadanya.
\s5
\p
\v 5 Suatu ketika, Yusuf bermimpi. Ia menceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaranya, dan setelah itu mereka semakin membencinya.
\p
\v 6 Yusuf berkata, “Aku bermimpi.
\s5
\v 7 Kita semua bekerja di ladang, mengikat berkas-berkas gandum. Kemudian, berkasku berdiri tegak sementara semua berkasmu mengelilingi berkasku dan sujud menyembahnya.”
\p
\v 8 Saudara-saudaranya berkata, “Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa kamu akan memerintah dan berkuasa atas kami?” Mereka semakin membenci Yusuf karena mimpinya tentang mereka.
\s5
\p
\v 9 Kemudian, Yusuf bermimpi lagi, dan menceritakannya kepada saudara-saudaranya. Ia berkata, “Aku bermimpi lagi. Aku melihat matahari, bulan, dan 11 bintang sujud kepadaku.”
\p
\v 10 Yusuf juga menceritakan mimpi itu kepada ayahnya, tetapi ayahnya mengecamnya. Ayahnya berkata, “Mimpi apa ini? Apakah kamu percaya bahwa ibumu, saudara-saudaramu, dan aku akan sujud kepadamu?”
\v 11 Saudara-saudara Yusuf semakin iri kepadanya, tetapi Yakub merenungkan perkataan Yusuf mengenai mimpinya.
\s5
\p
\v 12 Pada suatu hari, saudara-saudara Yusuf pergi ke Sikhem untuk menggembalakan domba ayahnya.
\v 13 Yakub berkata kepada Yusuf, “Pergilah ke Sikhem. Saudara-saudaramu ada di sana bersama dombaku.”
\p Jawab Yusuf, “Aku akan pergi ke sana.”
\p
\v 14 Ayahnya berkata, “Pergi dan lihatlah apakah saudara-saudaramu selamat. Datanglah kembali dan katakan kepadaku apakah dombaku semuanya baik.” Jadi, Yakub menyuruh Yusuf ke Sikhem dari Lembah Hebron.
\s5
\p
\v 15 Di Sikhem, Yusuf tersesat. Seseorang menemukannya berjalan di ladang. Orang itu berkata, “Apa yang kaucari?”
\p
\v 16 Yusuf menjawab, “Aku mencari saudara-saudaraku. Dapatkah kamu mengatakan kepadaku di mana mereka menggembalakan domba-domba mereka?”
\p
\v 17 Orang itu berkata, “Mereka telah meninggalkan tempat ini. Aku mendengar mereka berkata, Mari kita pergi ke Dotan.’” Jadi, Yusuf menyusul saudara-saudaranya dan menemukan mereka di Dotan.
\s Yusuf Dijual ke Dalam Perbudakan
\s5
\p
\v 18 Ketika saudara-saudaranya melihat Yusuf datang dari jauh, mereka memutuskan untuk membunuhnya.
\v 19 Mereka berkata satu sama lain, “Lihatlah, si tukang mimpi itu datang.
\v 20 Kita harus membunuhnya sekarang selagi kita bisa. Kita dapat membuang tubuhnya ke dalam salah satu sumur kosong dan mengatakan kepada ayah kita bahwa seekor binatang buas membunuhnya. Dan, kita akan menunjukkan kepadanya bahwa mimpinya sia-sia.”
\s5
\p
\v 21 Tetapi Ruben ingin menyelamatkan Yusuf. Ia berkata, “Jangan kita bunuh dia.
\v 22 Kita dapat memasukkannya ke dalam sumur tanpa menyakitinya.” Ruben berencana menyelamatkan Yusuf dan menyuruhnya kembali kepada ayahnya.
\s5
\v 23 Ketika Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka menyerang dia dan merobek pakaiannya yang panjang dan indah itu.
\v 24 Lalu, mereka melemparkan Yusuf ke dalam sebuah sumur kosong yang kering.
\s5
\p
\v 25 Setelah itu, mereka duduk dan makan. Ketika mereka melayangkan pandangan, mereka melihat serombongan pedagang berjalan dari Gilead ke Mesir. Unta-unta mereka membawa berbagai jenis rempah-rempah dan barang-barang.
\v 26 Maka, Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya, “Apa untungnya bagi kita jika kita membunuh saudara kita dan merahasiakan kematiannya?
\s5
\v 27 Akan lebih menguntungkan jika kita menjualnya kepada para pedagang itu. Kita juga tidak akan bersalah karena membunuh saudara kita sendiri.” Saudara-saudaranya pun setuju.
\v 28 Ketika para pedagang Midian melintas, saudara-saudara itu menarik Yusuf keluar dari sumur dan menjualnya kepada mereka seharga 20 keping perak. Para pedagang itu membawanya ke Mesir.
\s5
\p
\v 29 Ruben telah pergi, tetapi ketika ia kembali ke sumur, ia melihat bahwa Yusuf sudah tidak ada di sana. Ia merobek pakaiannya menunjukkan dukacitanya.
\v 30 Ruben pergi kepada saudara-saudaranya dan berkata, “Anak itu tidak ada di dalam sumur! Apa yang akan kulakukan?”
\s5
\v 31 Mereka membunuh seekor kambing jantan dan mencelupkan pakaian Yusuf yang panjang dan indah itu ke dalam darahnya.
\v 32 Kemudian, saudara-saudara itu menunjukkan pakaian itu kepada ayah mereka. Mereka berkata, “Kami menemukan pakaian ini. Apakah ini milik Yusuf?”
\p
\v 33 Ayah mereka melihat pakaian itu dan mengenali bahwa itu milik Yusuf. Ia berkata, “Ya, ini pakaian Yusuf! Beberapa binatang liar mungkin telah membunuhnya. Anakku Yusuf telah dimakan binatang liar!”
\s5
\v 34 Yakub sangat sedih karena Yusuf sehingga ia merobek pakaiannya. Kemudian, Yakub mengenakan pakaian khusus yang menunjukkan bahwa ia sedih. Ia terus bersedih karena anaknya untuk waktu yang lama.
\v 35 Semua anak Yakub, laki-laki dan perempuan, berusaha menghiburnya, tetapi Yakub tidak pernah terhibur. Ia berkata, “Aku akan bersedih karena anakku sampai hari kematianku.” Maka, Yakub terus bersedih karena Yusuf, anaknya.
\p
\v 36 Sementara itu, para pedagang Midian kemudian menjual Yusuf di Mesir. Mereka menjualnya kepada Potifar, kepala pengawal Firaun.
\s5
\c 38
\s Yehuda dan Tamar
\p
\v 1 Pada waktu itu, Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan tinggal bersama seorang yang bernama Hira dari Kota Adulam.
\v 2 Di sana, Yehuda bertemu seorang perempuan Kanaan dan menikahinya. Ayah perempuan itu bernama Syua.
\s5
\v 3 Perempuan Kanaan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Er.
\v 4 Sesudah itu, ia melahirkan anak laki-laki lain dan dinamainya Onan.
\v 5 Kemudian, ia melahirkan anak laki-laki lagi dan diberi nama Syela. Yehuda tinggal di Kezib ketika anaknya yang ketiga lahir.
\s5
\p
\v 6 Yehuda memilih seorang perempuan bernama Tamar untuk menjadi istri anaknya pertamanya, Er.
\v 7 Akan tetapi, Er melakukan banyak hal jahat di mata TUHAN sehingga TUHAN membunuhnya.
\s5
\v 8 Maka, Yehuda berkata kepada Onan, saudara Er, “Hampiri dan tidurlah dengan istri saudaramu yang mati itu. Jadilah suami baginya. Jika anak-anak lahir, mereka akan menjadi kepunyaan saudaramu, Er
\f +
\fr 38.8
\fk Hampiri dan tidurlah dengan istri saudaramu yang mati itu...
\ft Di Israel, jika seorang pria meninggal tanpa memiliki anak, salah seorang saudara dari pria itu diharapkan untuk memberikan anak kepada istri pria itu. Secara hukum, setiap anak yang dilahirkan akan menjadi anak dari pria yang meninggal itu.
\f* .”
\p
\v 9 Onan tahu bahwa anak-anak dari hubungan ini tidak akan menjadi kepunyaannya. Oleh sebab itu, ketika Onan mengadakan hubungan seksual dengan Tamar, ia tidak membiarkan maninya tinggal di dalam Tamar untuk memberikan keturunan bagi Er.
\v 10 Hal ini membuat TUHAN marah sehingga Tuhan juga membunuh Onan.
\s5
\v 11 Kemudian, Yehuda berkata kepada Tamar, menantunya, “Kembalilah ke rumah ayahmu. Tinggallah di sana dan jangan kawin hingga anak bungsuku, Syela, dewasa.” Karena, Yehuda takut kalau-kalau Syela juga akan dibunuh seperti saudara-saudaranya. Maka, Tamar pergi kembali ke rumah ayahnya.
\s5
\p
\v 12 Setelah beberapa waktu, istri Yehuda, yaitu anak Syua, mati. Setelah masa berkabung habis, Yehuda pergi ke Timna bersama temannya, Hira orang Adulam. Yehuda pergi ke Timna untuk mencukur bulu domba-dombanya.
\v 13 Tamar tahu bahwa Yehuda, mertuanya, pergi ke Timna untuk mencukur bulu domba-dombanya.
\v 14 Selama ini, Tamar selalu memakai pakaian yang menunjukkan bahwa ia seorang janda. Maka, ia mengenakan pakaian yang lain dan menutupi wajahnya dengan selendang. Lalu, ia duduk di dekat gerbang Enaim, yang terletak di jalan menuju Timna. Sebab, Tamar tahu bahwa Syela, anak bungsu Yehuda, sekarang sudah dewasa, tetapi Yehuda tidak berencana untuk menikahkan Tamar dengannya.
\s5
\p
\v 15 Ketika Yehuda melihat Tamar, ia menyangka bahwa Tamar adalah pelacur karena wajahnya ditutupi selendang.
\v 16 Maka, Yehuda mendekatinya dan berkata, “Aku mau berhubungan seksual denganmu.” Yehuda tidak tahu bahwa ia adalah Tamar, menantunya.
\p Ia berkata, “Berapa akan kauberikan kepadaku?”
\s5
\p
\v 17 Jawab Yehuda, “Aku akan mengirim seekor kambing jantan muda dari kawanan ternakku kepadamu.”
\p Tamar menjawab, “Aku setuju dengan itu. Namun, kamu harus memberikan sesuatu kepadaku terlebih dulu, sampai engkau mengirim kambing jantan itu kepadaku.”
\p
\v 18 Yehuda bertanya, “Apa yang kamu kehendaki untuk kuberikan kepadamu sebagai bukti bahwa aku akan mengirim kambing jantan kepadamu?”
\p Tamar menjawab, “Berikan kepadaku meterai, kalungmu, dan tongkatmu.” Yehuda memberikan barang-barang itu kepadanya. Kemudian, Yehuda dan Tamar melakukan hubungan seksual, dan Tamar mengandung.
\s5
\v 19 Kemudian, Tamar pulang, membuka selendang yang menutupi wajahnya, dan mengenakan lagi pakaian khusus yang menunjukkan bahwa ia seorang janda.
\p
\v 20 Beberapa waktu kemudian, Yehuda menyuruh Hira, temannya, ke Enaim untuk memberikan kambing jantan yang telah dijanjikannya kepada pelacur itu. Yehuda juga mengatakan kepada Hira untuk mengambil jaminan yang diberikannya kepada pelacur itu. Akan tetapi, Hira tidak dapat menemukannya.
\s5
\v 21 Ia bertanya kepada beberapa orang di Kota Enaim, “Di mana pelacur yang pernah ada di jalan ini?”
\p Jawab mereka, “Di sini tidak pernah ada pelacur.”
\p
\v 22 Maka, Hira kembali kepada Yehuda dan berkata, “Aku tidak dapat menemui perempuan itu. Orang-orang yang tinggal di tempat itu berkata bahwa di sana tidak pernah ada pelacur.”
\p
\v 23 Yehuda berkata, “Biarlah jaminan itu dipegangnya. Aku tidak mau kita ditertawakan orang. Aku berusaha memberikan kambing jantan kepadanya, tetapi kita tidak dapat menemukannya. Itu sudah cukup.”
\s Tamar Mengandung
\s5
\p
\v 24 Kira-kira tiga bulan kemudian, beberapa orang memberi tahu Yehuda, “Menantumu, Tamar, telah berdosa seperti seorang pelacur, dan sekarang ia mengandung.”
\p Yehuda berkata, “Bawa dia keluar dan bakar dia.”
\p
\v 25 Orang-orang itu pergi kepada Tamar untuk membunuhnya, tetapi ia mengirim pesan kepada mertuanya. Tamar menyampaikan pesan, “Orang yang membuat aku mengandung adalah pemilik barang-barang ini. Periksalah milik siapa itu? Meterai, kalung, dan tongkat siapakah itu?”
\p
\v 26 Yehuda mengenali barang-barang itu dan berkata, “Ia benar. Aku yang salah. Aku tidak memberikan Syela, anakku, kepadanya seperti yang telah kujanjikan.” Dan, Yehuda tidak berhubungan seksual lagi dengannya.
\s5
\p
\v 27 Tibalah waktunya bagi Tamar untuk melahirkan. Ia akan melahirkan anak kembar.
\v 28 Ketika ia melahirkan, satu bayi mengeluarkan tangannya. Maka, perawatnya mengikatkan benang merah pada tangannya dan berkata, “Bayi ini yang pertama lahir.”
\s5
\v 29 Namun, bayi itu menarik kembali tangannya ke dalam, sehingga bayi yang satunya lahir terlebih dulu. Jadi, perawat itu berkata, “Kamu mampu menerobos keluar lebih dahulu!” Maka, mereka menamainya Peres.
\v 30 Sesudah itu, bayi yang satunya itu lahir. Inilah bayi yang memakai benang merah di tangannya. Mereka menamainya Zerah.
\s5
\c 39
\s Yusuf Dijual kepada Potifar di Mesir
\p
\v 1 Sementara itu, para pedagang yang membeli Yusuf membawa dia ke Mesir. Mereka menjualnya kepada Potifar, kepala pengawal Firaun.
\v 2 TUHAN menolong Yusuf sehingga ia menjadi orang yang berhasil. Yusuf tinggal di rumah tuannya, orang Mesir itu.
\s5
\p
\v 3 Potifar melihat bahwa TUHAN menyertai Yusuf dan bahwa Ia membuat Yusuf berhasil dalam segala sesuatu yang dilakukannya.
\v 4 Maka, Potifar pun sangat senang dengan Yusuf. Ia menjadikan Yusuf sebagai pelayan pribadinya. Ia menugaskan Yusuf untuk mengatur rumah tangganya dan memberinya kuasa atas semua yang dimilikinya.
\s5
\v 5 Sejak Yusuf dijadikan pengawas rumah tangga Potifar, TUHAN memberkati rumah dan segala sesuatu yang dimiliki Potifar, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Tuhan melakukan ini karena Yusuf.
\v 6 Potifar pun mengizinkan Yusuf bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam rumahnya. Ia tidak perlu memikirkan apa-apa lagi, kecuali soal makanan yang akan dimakannya.
\s Yusuf Menolak Istri Potifar
\p Yusuf itu sangat gagah dan tampan.
\s5
\p
\v 7 Setelah beberapa waktu, istri majikan Yusuf mulai memberi perhatian khusus kepadanya. Suatu hari, ia berkata kepada Yusuf, “Tidurlah denganku.”
\p
\v 8 Akan tetapi, Yusuf menolak. Katanya, “Tuanku mempercayakan segala sesuatu dalam rumahnya kepadaku. Ia telah memberikan kepadaku tanggung jawab atas segala sesuatu di sini.
\v 9 Tidak seorang pun di rumah ini memiliki wewenang yang lebih besar daripada aku. Tuanku tidak menyayangkan segala miliknya dariku, kecuali kamu karena kamu adalah istrinya. Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan seperti itu dan berdosa terhadap Allah?”
\s5
\p
\v 10 Meskipun istri Potifar membujuk Yusuf setiap hari, Yusuf tetap tidak mau tidur dengannya.
\v 11 Suatu hari, Yusuf masuk ke rumah untuk melakukan pekerjaannya. Ia hanya seorang diri di rumah pada waktu itu.
\v 12 Istri tuannya menarik pakaian Yusuf dan berkata kepadanya, “Marilah tidur denganku.” Akan tetapi, Yusuf lari ke luar rumah begitu cepat sehingga ia meninggalkan pakaiannya di tangan perempuan itu.
\s5
\p
\v 13 Ketika istri Potifar melihat Yusuf lari ke luar rumah dan meninggalkan pakaiannya dalam tangannya,
\v 14 ia memanggil orang-orang di luar, katanya, “Lihatlah! Hamba Ibrani itu dibawa kemari untuk mempermainkan kita. Ia masuk dan berusaha memperkosaku, tetapi aku berteriak.
\v 15 Teriakanku membuatnya takut dan ia melarikan diri, tetapi ia meninggalkan pakaiannya padaku.”
\s5
\v 16 Maka, ia menyimpan pakaian Yusuf sampai suaminya, majikan Yusuf, pulang.
\v 17 Ia mengatakan kepada suaminya cerita yang sama. Katanya, “Hamba Ibrani yang kaubawa ke sini berusaha mempermainkanku!
\v 18 Akan tetapi, ketika ia datang mendekatiku, aku menjerit. Ia melarikan diri dan meninggalkan pakaiannya.”
\s5
\p
\v 19 Setelah mendengarkan perkataan istrinya, majikan Yusuf menjadi sangat marah.
\v 20 Maka, Potifar memasukkan Yusuf ke dalam penjara tempat ditahannya musuh-musuh raja, dan di sanalah Yusuf tinggal.
\s Yusuf dalam Penjara
\s5
\p
\v 21 TUHAN menyertai Yusuf dan terus menunjukkan kebaikan-Nya kepada Yusuf, sehingga kepala penjara mulai menyukai Yusuf.
\v 22 Kepala penjara itu mengangkat Yusuf sebagai pengawas semua tawanan. Yusuf bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukan di penjara.
\v 23 Kepala penjara mempercayakan segala sesuatu yang ada dalam penjara kepada Yusuf. Hal ini terjadi karena TUHAN menyertai Yusuf. TUHAN membuat Yusuf berhasil dalam segala sesuatu yang dilakukannya.
\s5
\c 40
\s Yusuf Menerangkan Dua Mimpi
\p
\v 1 Suatu ketika, dua dari hamba Firaun melakukan kesalahan terhadap Firaun. Mereka ini adalah tukang roti dan pelayan anggur Firaun.
\v 2 Firaun marah terhadap tukang roti dan pelayan anggurnya itu.
\v 3 Maka, Firaun memasukkan mereka ke dalam penjara di mana Yusuf dipenjara. Potifar, kepala pengawal Firaun, adalah pemimpin penjara itu.
\s5
\v 4 Kepala pengawal menyerahkan kedua tawanan itu di bawah pengawasan Yusuf. Kedua orang itu terus tinggal dalam penjara selama beberapa waktu.
\v 5 Pada satu malam, kedua tawanan itu bermimpi. Tukang roti dan pelayan anggur mempunyai mimpinya masing-masing, dan setiap mimpi mempunyai arti tersendiri.
\s5
\v 6 Besoknya, Yusuf menemui mereka dan melihat bahwa kedua orang itu terlihat cemas.
\v 7 Ia bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu tampak begitu khawatir hari ini?”
\p
\v 8 Kedua orang itu menjawab, “Tadi malam, kami bermimpi tetapi kami tidak tahu arti mimpi kami itu. Tidak ada seorang pun yang dapat mengartikan atau menerangkan mimpi itu kepada kami.”
\p Yusuf berkata kepada mereka, “Hanya Allah yang dapat mengerti dan menerangkan mimpi itu. Tolong katakan mimpimu kepadaku.”
\s Mimpi Pelayan Anggur
\s5
\p
\v 9 Pelayan anggur menceritakan mimpinya kepada Yusuf. Ia berkata, “Aku bermimpi melihat pohon anggur.
\v 10 Pohon anggur itu memiliki tiga cabang. Aku melihat cabang-cabang itu berbunga dan kemudian menjadi buah anggur.
\v 11 Aku sedang memegang gelas Firaun. Aku mengambil buah anggur itu dan memerasnya ke dalam gelas. Lalu, aku memberikan gelas itu kepada Firaun.”
\s5
\p
\v 12 Lalu, Yusuf berkata, “Aku akan menerangkan mimpi itu kepadamu. Tiga cabang maksudnya tiga hari.
\v 13 Dalam tiga hari, Firaun akan mengampunimu dan mengizinkanmu kembali ke pekerjaanmu. Kamu akan melakukan pekerjaan yang sama untuk Firaun seperti yang kaulakukan sebelumnya.
\s5
\v 14 Akan tetapi, apabila kamu telah bebas, ingatlah aku. Berbuat baiklah kepadaku dan tolonglah aku. Katakan kepada Firaun tentang aku agar aku dapat keluar dari penjara ini.
\v 15 Karena, aku diculik dan dibawa dari negeriku, Ibrani. Dan di sini, aku sebenarnya tidak melakukan hal yang salah, yang membuat aku dipenjara.”
\s Mimpi Tukang Roti
\s5
\p
\v 16 Tukang roti melihat bahwa arti mimpi si pelayan anggur itu baik. Jadi, ia berkata kepada Yusuf, “Aku juga bermimpi. Dalam mimpiku, aku melihat ada tiga keranjang roti di atas kepalaku.
\v 17 Dalam keranjang yang paling atas terdapat semua jenis makanan yang dimasak untuk raja, tetapi burung-burung memakannya.”
\s5
\p
\v 18 Yusuf menjawab, “Aku akan mengatakan kepadamu arti mimpi itu. Tiga keranjang artinya tiga hari.
\v 19 Dalam tiga hari, raja akan mengeluarkanmu dari penjara dan memenggal kepalamu! Ia akan menggantung tubuhmu pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan tubuhmu.”
\s Yusuf Terlupakan
\s5
\p
\v 20 Tiga hari kemudian adalah hari ulang tahun Firaun. Ia mengadakan pesta untuk semua hambanya. Pada pesta itu, Firaun mengizinkan pelayan anggur dan tukang roti meninggalkan penjara.
\v 21 Ia membebaskan pelayan anggur dan memberikan pekerjaannya kembali. Dan, pelayan anggur itu memberikan segelas anggur ke tangan Firaun.
\v 22 Akan tetapi, Firaun menggantung tukang roti, dan segala sesuatu terjadi seperti yang dikatakan Yusuf.
\v 23 Namun, pelayan anggur itu tidak ingat kepada Yusuf. Ia tidak mengatakan apa-apa tentang Yusuf kepada Firaun. Pelayan anggur lupa terhadap Yusuf.
\s5
\c 41
\s Mimpi Firaun
\p
\v 1 Dua tahun kemudian, Firaun bermimpi bahwa ia berdiri di dekat Sungai Nil.
\v 2 Dalam mimpi itu, tujuh lembu keluar dari sungai dan berdiri di sana memakan rumput. Lembu-lembu itu terlihat sehat dan gemuk.
\v 3 Kemudian, tujuh lembu lain keluar dari sungai dan berdiri di tepi sungai dekat lembu yang sehat itu. Namun, lembu-lembu itu kurus dan tampak sakit.
\s5
\v 4 Ketujuh lembu yang sakit itu memakan ketujuh lembu yang sehat. Lalu, Firaun terbangun.
\p
\v 5 Firaun kembali tidur dan ia bermimpi lagi. Kali ini, ia bermimpi melihat tujuh tangkai gandum tumbuh pada satu batang gandum. Tangkai itu sehat dan penuh dengan bulir gandum.
\v 6 Kemudian, ia melihat tujuh tangkai gandum bertunas, tetapi kurus dan layu oleh angin panas.
\s5
\v 7 Tangkai gandum yang kurus itu memakan ketujuh tangkai gandum yang baik. Kemudian, Firaun terbangun kembali dan menyadari itu hanyalah mimpi.
\v 8 Besok paginya, Firaun merasa gelisah dengan mimpi-mimpi itu. Jadi, ia memanggil semua ahli tenung dan orang bijak yang ada di Mesir. Firaun menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi tidak seorang pun dari mereka yang dapat menerangkannya.
\s Pelayan Bercerita kepada Firaun tentang Yusuf
\s5
\p
\v 9 Kemudian, pelayan anggur teringat akan Yusuf dan berkata kepada Firaun, “Aku teringat akan sesuatu yang terjadi padaku.
\v 10 Engkau pernah marah kepada tukang roti dan kepadaku, dan engkau memenjarakan kami.
\v 11 Satu malam, ia dan aku bermimpi. Masing-masing mimpi kami memiliki artinya sendiri.
\s5
\v 12 Ada seorang Ibrani dalam penjara bersama kami. Ia adalah hamba dari kepala pengawal. Kami menceritakan mimpi kami kepadanya dan ia menerangkan artinya kepada kami.
\v 13 Semua yang dikatakannya benar-benar terjadi. Ia mengatakan aku akan bebas dan menerima kembali pekerjaanku yang lama, dan itu terjadi. Ia juga mengatakan kepada tukang roti bahwa ia akan mati, dan itu terjadi!”
\s Yusuf Dipanggil untuk Menerangkan Mimpi
\s5
\p
\v 14 Maka, Firaun memanggil Yusuf dari penjara. Para pengawal segera mengeluarkan Yusuf dari penjara. Yusuf bercukur dan mengenakan pakaian yang bersih, lalu pergi menghadap Firaun.
\v 15 Firaun berkata kepada Yusuf, “Aku bermimpi, dan tidak ada yang dapat menerangkan mimpi itu kepadaku. Aku mendengar bahwa engkau dapat menerangkan mimpi ketika orang menceritakan kepadamu mimpi-mimpi itu.”
\p
\v 16 Yusuf menjawab, “Aku tidak dapat! Akan tetapi, Allah dapat menerangkannya kepada tuanku Firaun.”
\s5
\p
\v 17 Lalu, Firaun berkata kepada Yusuf, “Dalam mimpiku, aku berdiri di dekat Sungai Nil.
\v 18 Tujuh lembu keluar dari sungai dan berdiri di sana memakan rumput. Lembu itu sehat dan gemuk.
\s5
\v 19 Kemudian, aku melihat tujuh lembu lain keluar dari sungai, tetapi lembu-lembu itu kurus dan tampak sakit. Lembu-lembu itu adalah lembu yang paling jelek yang pernah kulihat di seluruh Mesir!
\v 20 Lembu-lembu yang kurus dan sakit itu memakan lembu-lembu yang sehat,
\v 21 namun lembu-lembu itu tetap kurus dan tampak sakit. Bahkan, tidak terlihat tanda-tanda bahwa lembu-lembu yang sakit itu telah memakan lembu-lembu yang sehat. Lembu-lembu itu tetap kurus dan sakit seperti sebelumnya. Kemudian, aku terbangun.
\s5
\p
\v 22 Dalam mimpiku berikutnya, aku melihat tujuh tangkai gandum tumbuh pada satu batang gandum. Tangkai itu sehat dan penuh bulir gandum.
\v 23 Kemudian, tujuh tangkai gandum lain bertunas, tetapi kurus dan layu oleh angin panas.
\v 24 Tangkai gandum yang kurus memakan ketujuh tangkai gandum yang baik.
\p Aku menceritakan mimpi itu kepada para tukang tenungku. Namun, tidak ada seorang pun dapat menerangkan artinya kepadaku. Apa maksud mimpi-mimpi itu?”
\s Yusuf Menerangkan Mimpi
\s5
\p
\v 25 Kemudian, Yusuf berkata kepada Firaun, “Kedua mimpi itu memiliki arti yang sama. Allah sedang memberi tahu Tuanku tentang apa yang akan segera terjadi.
\v 26 Tujuh lembu yang baik dan tujuh tangkai gandum yang baik artinya tujuh tahun yang baik.
\s5
\v 27 Dan, tujuh lembu yang kurus dan sakit dan tujuh tangkai gandum yang kurus maksudnya akan terjadi tujuh tahun kelaparan di negeri ini. Ketujuh tahun yang buruk akan terjadi setelah tujuh tahun yang baik.
\v 28 Sebagaimana yang hamba katakan kepada Tuanku, Allah telah menunjukkan kepada Tuanku apa yang akan segera terjadi.
\v 29 Selama tujuh tahun akan ada banyak makanan di Mesir.
\s5
\v 30 Kemudian, akan terjadi tujuh tahun kelaparan. Orang-orang Mesir bahkan akan lupa betapa banyaknya makanan pada masa lalu. Bahaya kelaparan akan merusak negeri ini.
\v 31 Kelaparan itu akan sangat buruk sampai-sampai orang-orang lupa bagaimana rasanya mempunyai banyak makanan.
\p
\v 32 Tuanku Firaun, engkau mempunyai dua mimpi tentang hal yang sama. Itu berarti, Allah ingin menunjukkan bahwa Ia benar-benar akan membuat hal ini terjadi, dan Ia akan segera mewujudkannya!
\s5
\v 33 Jadi, Tuanku Firaun, engkau harus memilih seorang yang bijaksana dan pandai, dan mengangkat dia untuk mengatur negeri ini.
\v 34 Lalu, engkau harus memilih beberapa orang lain untuk mengumpulkan makanan dari rakyat Mesir. Selama tujuh tahun yang baik, orang-orang harus memberikan seperlima dari semua makanan yang mereka tanam.
\s5
\v 35 Dengan cara ini, mereka akan mengumpulkan banyak makanan selama tujuh tahun yang baik dan menyimpannya dalam kota-kota hingga itu diperlukan. Makanan itu akan ada di bawah pengawasan Tuanku.
\v 36 Dengan demikian, selama tujuh tahun masa kelaparan akan ada makanan untuk Mesir. Dan, Mesir tidak akan binasa karena bahaya kelaparan.”
\s5
\p
\v 37 Tampaknya, hal ini merupakan pemikiran yang sangat baik bagi Firaun, dan semua pejabatnya setuju.
\v 38 Firaun berkata kepada para pejabatnya, “Aku tidak yakin kita dapat menemukan orang yang lebih baik daripada Yusuf untuk mengerjakan hal ini! Roh Allah ada di dalam dia sehingga ia sangat bijaksana!”
\s5
\p
\v 39 Maka, Firaun berkata kepada Yusuf, “Allah telah menunjukkan semua hal ini kepadamu. Jadi, aku rasa tidak ada orang lain yang lebih bijaksana daripada kamu.
\v 40 Aku akan mengangkat kamu untuk mengepalai istanaku. Seluruh rakyatku akan menaati perintahmu. Hanya aku saja satu-satunya orang yang lebih berkuasa darimu.”
\p
\v 41 Firaun berkata kepada Yusuf, “Sekarang, aku mengangkatmu menjadi gubernur atas seluruh Mesir.”
\s5
\v 42 Kemudian, Firaun melepaskan cincin di jarinya dan memakaikan cincin itu pada jari Yusuf. Meterai kerajaan ada pada cincin itu. Firaun juga memberikan kepada Yusuf pakaian halus dan memakaikan kalung emas ke lehernya.
\v 43 Lalu, Firaun memberikan kepada Yusuf kereta kerajaan yang kedua sebagai kendaraannya. Para pengawal kehormatan raja berjalan di depan kereta itu sambil berseru-seru, “Berlutut! Berlutut!” Demikianlah Yusuf diangkat menjadi gubernur atas seluruh Mesir.
\s5
\p
\v 44 Lalu Firaun berkata kepadanya, “Akulah Firaun, raja atas setiap orang di Mesir, tetapi tidak ada seorang pun di Mesir yang dapat mengangkat tangan atau menggerakkan kaki kecuali engkau mengizinkannya.”
\v 45 Kemudian Firaun memberikan kepada Yusuf nama lain, Zafnat-Paaneah. Ia juga memberikan kepada Yusuf seorang istri bernama Asnat. Dia anak Potifera, imam di kota On. Yusuf pun menjadi gubernur di seluruh negeri Mesir.
\s5
\p
\v 46 Yusuf berumur 30 tahun ketika ia mulai melayani raja Mesir. Ia mengelilingi seluruh Mesir.
\v 47 Selama tujuh tahun yang baik, panen di Mesir sangat baik.
\s5
\v 48 Yusuf mengumpulkan makanan di Mesir selama tujuh tahun dan menyimpan makanan di kota-kota. Di setiap kota, ia menyimpan gandum yang tumbuh di ladang sekitar kota itu.
\v 49 Yusuf menyimpan begitu banyak gandum seperti pasir di laut, hingga tidak terhitung jumlahnya.
\s5
\p
\v 50 Istri Yusuf, Asnat, adalah anak Potifera, imam di Kota On. Sebelum masa kelaparan datang, Yusuf dan Asnat mempunyai dua anak laki-laki.
\v 51 Yusuf menamai anak pertamanya Manasye
\f +
\fr 41:51
\fk Manasye
\ft Artinya, “membuat lupa”.
\f* . Ia dinamai demikian karena Yusuf berkata, “Allah membuat aku lupa akan semua kesusahanku dan semua yang ada di rumah ayahku.”
\v 52 Yusuf menamai anak keduanya Efraim
\f +
\fr 41:52
\fk Efraim
\ft Artinya, “menghasilkan/berbuah”.
\f* . Ia memberikan nama ini karena ia berkata, “Aku mempunyai kesusahan besar, tetapi Allah telah membuat aku berhasil dalam segala sesuatu.”
\s Masa Kelaparan Mulai
\s5
\p
\v 53 Selama tujuh tahun, orang-orang mempunyai semua makanan yang mereka butuhkan, tetapi tahun-tahun itu sudah berakhir.
\v 54 Maka, tujuh tahun masa kelaparan dimulai, seperti yang dikatakan Yusuf. Kelaparan terjadi di mana-mana, tetapi di Mesir orang mempunyai banyak makanan karena Yusuf telah menyimpan gandum.
\s5
\v 55 Pada masa kelaparan itu, rakyat Mesir mulai berseru kepada Firaun meminta makanan. Firaun berkata kepada mereka, “Pergilah dan tanyakan kepada Yusuf apa yang harus dilakukan.”
\p
\v 56 Ketika kelaparan semakin menyebar ke mana-mana, Yusuf memberikan gandum dari lumbung kepada mereka. Ia menjual gandum yang disimpan itu kepada rakyat Mesir. Bencana kelaparan itu sangat buruk di Mesir.
\v 57 Namun, bencana itu juga buruk di mana-mana. Maka, orang-orang dari negeri di sekeliling Mesir datang ke Mesir untuk membeli gandum.
\s5
\c 42
\s Mimpi Benar-Benar Terjadi
\p
\v 1 Selama masa kelaparan di Kanaan, Yakub tahu bahwa di Mesir ada gandum. Maka, Yakub berkata kepada anak-anaknya, “Mengapa kita duduk-duduk di sini tanpa melakukan apa pun?
\v 2 Aku mendengar ada gandum dijual di Mesir. Pergilah ke sana membeli gandum agar kita dapat hidup dan tidak mati.”
\p
\v 3 Lalu, 10 orang saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk membeli gandum.
\v 4 Yakub tidak menyuruh Benyamin ikut bersama mereka. Sebab, Benyaminlah satu-satunya saudara kandung Yusuf. Yakub takut kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Benyamin.
\s5
\p
\v 5 Bencana kelaparan sangat buruk di Kanaan, maka banyak orang dari Kanaan pergi ke Mesir untuk membeli gandum. Di antara mereka adalah anak-anak Israel.
\p
\v 6 Yusuf adalah gubernur Mesir pada masa itu. Dialah yang memeriksa penjualan gandum kepada orang-orang yang datang ke Mesir. Saudara-saudara Yusuf datang kepadanya dan sujud di hadapannya.
\s5
\v 7 Yusuf melihat saudara-saudaranya dan mengenali mereka, tetapi ia berlaku seolah-olah tidak mengenal mereka. Ia bersikap kasar ketika berbicara kepada mereka. Katanya, “Dari mana kamu datang?”
\p Mereka menjawab, “Kami datang dari tanah Kanaan. Kami datang kemari untuk membeli makanan.”
\p
\v 8 Yusuf mengenali saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak tahu siapa dia.
\s5
\v 9 Kemudian, Yusuf teringat akan mimpi-mimpi yang ia alami tentang saudara-saudaranya.
\p Yusuf berkata kepada mereka, “Kamu datang bukan untuk membeli makanan! Kamu adalah mata-mata. Kamu datang untuk mencari tahu kelemahan kami.”
\p
\v 10 Akan tetapi, saudara-saudaranya berkata kepadanya, “Tidak, Tuan, kami datang selaku hambamu. Kami datang hanya untuk membeli makanan.
\v 11 Kami semua bersaudara — kami semua anak dari ayah yang sama. Kami orang jujur dan datang hanya untuk membeli makanan.”
\s5
\p
\v 12 Namun, Yusuf berkata kepada mereka, “Tidak, kamu datang untuk memata-matai kami!”
\p
\v 13 Mereka berkata, “Tidak Tuan, kami datang selaku hamba dari Kanaan. Kami semua bersaudara, anak dari ayah yang sama. Kami 12 bersaudara. Saudara kami yang termuda masih tinggal bersama ayah kami, dan saudara yang lain telah lama mati.”
\s5
\p
\v 14 Akan tetapi, Yusuf berkata kepada mereka, “Tidak! Aku dapat melihat bahwa aku benar. Kalian adalah mata-mata.
\v 15 Namun, aku akan membiarkanmu membuktikan kebenaran ucapanmu. Demi Firaun, aku bersumpah bahwa aku tidak membiarkan kalian pergi sebelum saudara bungsumu datang kemari.
\v 16 Seorang dari kamu harus pulang kembali untuk menjemput saudara bungsumu, sedangkan yang lainnya tinggal di sini di dalam penjara. Dengan begitu, kami dapat membuktikan apakah kalian mengatakan hal yang benar atau tidak. Jika kalian berbohong, demi Firaun, aku bersumpah bahwa kalian adalah mata-mata.”
\v 17 Kemudian, Yusuf memasukkan mereka semua ke dalam penjara selama tiga hari.
\s Kesusahan Mulai
\s5
\p
\v 18 Setelah tiga hari, Yusuf berkata kepada mereka, “Aku ini seorang yang takut akan Allah. Lakukanlah ini, dan aku akan membiarkan kalian hidup.
\v 19 Jika kalian adalah orang-orang jujur, seorang dari antaramu dapat tinggal di dalam penjara, dan yang lain dapat pergi dan membawa gandum kembali kepada keluargamu.
\v 20 Namun, kalian harus membawa saudara bungsu kalian kemari kepadaku. Maka, aku akan tahu bahwa kalian mengatakan hal yang benar, dan tidak harus mati.”
\p Mereka menyetujuinya.
\s5
\v 21 Mereka berkata satu sama lain, “Kita dihukum atas perbuatan kita yang jahat terhadap saudara kita, Yusuf. Kita melihatnya dalam kesulitan. Ia meminta kita untuk menyelamatkannya, tetapi kita tidak mau mendengarnya. Jadi, sekarang kita dalam kesulitan.”
\p
\v 22 Lalu, Ruben berkata kepada mereka, “Aku telah berkata kepadamu jangan melakukan sesuatu yang jahat kepada anak itu, tetapi kamu tidak mau mendengarkan aku. Sekarang, kita kena hukuman atas kematiannya.”
\s5
\p
\v 23 Mereka tidak tahu bahwa Yusuf mengerti pembicaraan mereka karena Yusuf memakai seorang penerjemah untuk berbicara kepada mereka.
\v 24 Yusuf mengerti segala sesuatu yang mereka perbincangkan, dan itu membuatnya hampir menangis. Jadi, ia berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Ketika Yusuf kembali, ia mengambil Simeon dan mengikatnya sementara saudaranya yang lain memerhatikan.
\v 25 Yusuf mengatakan kepada hamba-hambanya untuk mengisi karung mereka dengan gandum. Saudara-saudaranya telah memberikan uang kepada Yusuf untuk membeli gandum, tetapi ia tidak mengambil uang itu. Ia memasukkannya ke dalam karung gandum mereka. Ia juga memberikan perbekalan yang dibutuhkan dalam perjalanan kepada mereka.
\s5
\p
\v 26 Maka, mereka menaikkan gandum ke atas keledai dan berangkat.
\v 27 Malam itu, mereka berhenti di suatu tempat untuk bermalam. Seorang dari mereka membuka karung dan mengambil gandum untuk keledainya. Namun, di dalam karung itu, ia melihat uangnya!
\v 28 Ia berkata kepada saudara-saudaranya, “Lihatlah! Di sini ada uang untuk membayar gandum. Seseorang memasukkan uang itu kembali ke dalam karungku.” Mereka itu sangat takut. Mereka berkata satu sama lain, “Apa yang akan Allah lakukan terhadap kita?”
\s Saudara-saudaranya Melapor kepada Yakub
\s5
\p
\v 29 Saudara-saudara itu kembali kepada Yakub, ayah mereka di tanah Kanaan. Mereka mengatakan kepada Yakub tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
\v 30 Mereka berkata, “Gubernur negeri itu berbicara kasar kepada kami. Ia menganggap kami ini mata-mata!
\v 31 Kami berkata kepadanya, Kami orang yang jujur, bukan mata-mata.
\v 32 Kami 12 bersaudara, semua dari ayah yang sama. Namun, salah seorang dari kami sudah lama mati, dan saudara kami yang termuda masih tinggal di Kanaan.
\s5
\p
\v 33 Kemudian, gubernur negeri itu mengatakan kepada kami, Ada satu jalan untuk membuktikan bahwa kalian adalah orang jujur: Tinggalkan satu saudaramu di sini dengan aku. Bawalah gandum kepada keluargamu.
\v 34 Namun, bawalah saudaramu yang bungsu kepadaku supaya aku tahu bahwa kalian bukan mata-mata, melainkan orang jujur. Jika kalian mengatakan yang sebenarnya, aku akan melepaskan saudara kalian dan kalian bebas membeli gandum di negeri kami.’”
\s5
\p
\v 35 Kemudian, mereka mulai mengambil gandum dari karung mereka, dan setiap orang menemukan uang dalam karung gandumnya. Ketika mereka dan ayah mereka melihat uang itu, mereka semua menjadi takut.
\p
\v 36 Yakub berkata kepada mereka, “Apakah kamu mau aku kehilangan semua anakku? Yusuf telah pergi. Simeon telah pergi. Dan, sekarang kamu mau membawa Benyamin juga?”
\s5
\p
\v 37 Tetapi Ruben berkata kepada ayahnya, “Ayah, engkau boleh membunuh kedua anakku jika aku tidak membawa Benyamin kembali kepadamu. Percayalah padaku! Aku akan membawa dia kembali kepadamu.”
\p
\v 38 Tetapi Yakub berkata, “Aku tidak akan membiarkan Benyamin pergi denganmu. Saudaranya telah mati dan hanya dia anak yang masih tinggal dari istriku, Rahel. Jika sesuatu terjadi padanya dalam perjalanan ke Mesir, hal itu akan membuatku yang sudah tua ini turun ke alam kubur dalam dukacita.”
\s5
\c 43
\s Yakub Membiarkan Benyamin Pergi ke Mesir
\p
\v 1 Bencana kelaparan sangat parah di tanah itu.
\v 2 Ketika mereka telah memakan semua gandum yang mereka bawa dari Mesir, Yakub berkata kepada anak-anaknya, “Pergilah kembali ke Mesir dan belilah beberapa makanan.”
\s5
\p
\v 3 Namun, Yehuda berkata kepada ayahnya, “Akan tetapi, orang itu sudah memperingatkan kami dengan sungguh-sungguh, katanya, Jika kalian tidak membawa saudara kalian kepadaku, kalian tidak akan melihatku lagi.
\v 4 Jika engkau mengutus Benyamin bersama kami, kami akan pergi dan membeli gandum.
\v 5 Jika engkau tidak mau mengutus Benyamin, kami tidak akan pergi. Karena, gubernur itu telah memperingatkan kami, Kalian tidak akan melihat wajahku, kecuali jika saudaramu itu datang bersama kalian.’”
\s5
\p
\v 6 Israel berkata, “Mengapa kamu memperlakukanku dengan sangat buruk dengan mengatakan kepada gubernur itu bahwa kalian masih memiliki saudara yang lain?”
\p
\v 7 Mereka menjawab, “Orang itu menanyai kami dengan mendetail tentang kami dan keluarga kita. Ia bertanya, Apakah ayah kalian masih hidup? Apakah ada saudaramu yang lain di rumah? Kami hanya menjawab pertanyaannya. Kami tidak menyangka ia akan meminta kami membawa saudara kami kepadanya!”
\s5
\p
\v 8 Lalu, Yehuda berkata kepada Israel, ayahnya, “Izinkan Benyamin pergi bersamaku dan kami akan segera berangkat ke Mesir, supaya kita tetap hidup dan tidak mati, baik kami, engkau, maupun keturunan kami.
\v 9 Aku akan memastikan bahwa ia selamat. Aku akan bertanggung jawab atasnya. Jika aku tidak membawa dia kembali kepadamu, biarlah aku yang menanggung hukuman selamanya.
\v 10 Jika waktu itu engkau membiarkan kami pergi, kami sudah dapat mengadakan dua kali perjalanan mengambil makanan.”
\s5
\p
\v 11 Lalu, ayah mereka berkata, “Jika memang demikian, bawalah Benyamin bersama kalian. Akan tetapi, bawalah beberapa pemberian untuk gubernur itu. Bawalah beberapa pemberian yang dapat kita kumpulkan dari tanah kita. Bawalah madu, kacang kenari, buah badam, kemenyan, dan mur untuknya.
\v 12 Kali ini, bawalah uang dua kali lipat. Bawalah juga uang yang dahulu kaubayarkan, yang dikembalikan kepadamu. Mungkin gubernur itu telah melakukan kesalahan.
\s5
\v 13 Bawalah Benyamin, dan kembalilah kepada orang itu.
\v 14 Aku berdoa agar Allah Yang Mahakuasa akan menolong kalian saat kalian berdiri di depan gubernur itu. Aku berdoa agar ia membiarkan Benyamin dan Simeon kembali dengan selamat. Jika tidak, aku akan sedih lagi karena kehilangan anak-anakku.”
\p
\v 15 Maka, mereka membawa hadiah-hadiah itu untuk diberikan kepada gubernur. Dan mereka membawa uang dua kali lipat daripada yang dibawa pada pertama kalinya. Kali ini, Benyamin pergi bersama saudara-saudaranya ke Mesir.
\s Para Saudara di Rumah Yusuf
\s5
\p
\v 16 Ketika Yusuf melihat Benyamin ada bersama mereka, ia berkata kepada hambanya, “Bawalah orang-orang itu ke rumahku. Sembelihlah seekor ternak dan masaklah. Mereka akan makan siang bersamaku.”
\v 17 Hamba itu melakukan seperti yang diperintahkan kepadanya. Ia membawa mereka ke rumah Yusuf.
\s5
\p
\v 18 Mereka takut ketika mereka dibawa ke rumah Yusuf dan berkata, “Kita dibawa kemari karena uang yang dimasukkan kembali ke dalam karung kita waktu itu. Mereka akan memakainya sebagai bukti untuk melawan kita dan mencuri keledai kita serta membuat kita menjadi hamba mereka.”
\p
\v 19 Maka, mereka menemui kepala pelayan rumah Yusuf.
\v 20 Mereka berkata, “Tuan, izinkan kami menjelaskan sesuatu. Waktu pertama kali kami datang kemari, kami bertujuan untuk membeli makanan.
\s5
\v 21 Dalam perjalanan pulang, kami membuka karung kami dan menemukan uang dalam setiap karung. Kami tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tetapi kami membawa uang itu untuk kami kembalikan kepadamu. Dan kami telah membawa uang lebih untuk membayar makanan yang mau kami beli sekarang.”
\v 22 (43:21)
\p
\v 23 Akan tetapi, hamba itu menjawab, “Jangan takut; Allahmu, Allah ayahmu, pasti telah memasukkan uang itu ke dalam karungmu sebagai pemberian. Aku ingat bahwa kamu telah membayar kepadaku untuk gandum waktu itu.”
\p Kemudian, hamba itu membawa Simeon keluar dari penjara.
\s5
\v 24 Hamba itu membawa mereka ke rumah Yusuf. Ia memberikan air dan mereka mencuci kaki. Kemudian, ia memberikan makanan kepada keledai mereka.
\p
\v 25 Mereka mendengar bahwa Yusuf akan makan bersama mereka. Jadi, mereka bekerja hingga tengah hari untuk mempersiapkan hadiah-hadiah untuk Yusuf.
\s5
\p
\v 26 Ketika Yusuf datang, saudara-saudara itu memberikan kepadanya semua hadiah yang mereka bawa. Lalu, mereka sujud sampai ke tanah di depan Yusuf.
\p
\v 27 Yusuf menanyakan tentang kabar mereka. Kemudian, ia berkata, “Bagaimana kabar ayah kalian yang sudah tua itu, yang kamu ceritakan kepadaku? Apakah dia masih hidup dan sehat?”
\s5
\p
\v 28 Mereka menjawab, “Ya Tuan, ayah kami masih hidup.” Dan, mereka kembali bersujud di hadapan Yusuf.
\p
\v 29 Lalu, Yusuf melihat saudaranya, Benyamin, yang satu ibu dengannya. Yusuf berkata, “Apakah dia saudara bungsumu yang kamu ceritakan kepadaku?” Kemudian, Yusuf berkata kepada Benyamin, “Allah memberkatimu, anakku!”
\s5
\p
\v 30 Yusuf ingin sekali menunjukkan kepada Benyamin, saudaranya, bahwa ia mengasihinya. Ia hampir menangis, tetapi ia tidak mau saudara-saudaranya melihatnya. Jadi, ia pergi ke kamar pribadinya dan menangis di sana.
\v 31 Lalu, Yusuf mencuci mukanya dan keluar. Ia dapat menguasai dirinya kembali dan berkata, “Hidangkan makan!”
\s5
\p
\v 32 Para pelayan menyediakan meja tersendiri untuk Yusuf. Saudara-saudara Yusuf duduk di meja tersendiri, dan orang-orang Mesir juga duduk di meja tersendiri. Sebab, orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama orang Ibrani. Itu adalah hal yang menjijikkan bagi mereka.
\v 33 Saudara-saudara Yusuf duduk di meja di depannya. Mereka saling berpandang-pandangan karena terkejut. Mereka didudukkan secara urut, mulai dari yang tertua sampai yang termuda.
\v 34 Para pelayan mengambil makanan dari meja Yusuf dan membawanya kepada mereka. Namun, para pelayan itu memberikan kepada Benyamin lima kali lebih banyak daripada kepada yang lain. Mereka terus makan dan minum di sana bersama Yusuf hingga mereka hampir mabuk.
\s5
\c 44
\s Yusuf Memasang Perangkap
\p
\v 1 Kemudian, Yusuf memerintahkan hambanya, katanya, “Isilah karung mereka itu dengan gandum sebanyak yang dapat mereka bawa. Lalu, masukkan uang mereka ke dalam karung mereka masing-masing.
\v 2 Masukkan gelas perakku ke dalam karung saudara yang termuda itu bersama uangnya.” Hamba itu menaati Yusuf.
\s5
\p
\v 3 Besoknya pagi-pagi, mereka disuruh kembali ke negeri mereka bersama keledai-keledai mereka.
\v 4 Baru saja mereka meninggalkan kota itu dan belum terlalu jauh, Yusuf berkata kepada hambanya, “Pergi dan susul orang-orang itu. Saat kalian sudah menyusul mereka, katakan kepada mereka, Mengapa kalian membalas kebaikan dengan kejahatan?
\v 5 Tuanku minum dari gelas itu, dan dia memakainya untuk mengetahui hal-hal rahasia. Apa yang kalian lakukan adalah jahat!’”
\s5
\p
\v 6 Ketika hamba itu telah menyusul saudara-saudara Yusuf, ia menyampaikan kepada mereka apa yang Yusuf katakan.
\p
\v 7 Tetapi mereka berkata kepada hamba itu, “Mengapa gubernur mengatakan hal demikian? Hambamu tidak mungkin melakukan hal seperti itu!
\s5
\v 8 Lihatlah, bahkan uang yang kami temukan di dalam karung kami telah kami bawa kembali dari tanah Kanaan kepadamu. Bagaimana mungkin kami mencuri perak atau emas dari rumah tuanmu?
\v 9 Jika gelas perak itu ditemukan pada salah satu dari hambamu ini, biarlah orang itu mati. Dan, kami juga akan menjadi hamba tuanku.”
\p
\v 10 Hamba itu menjawab, “Aku setuju. Hanya orang yang kedapatan membawa gelas perak akan menjadi hambaku, yang lain tidak bersalah.”
\s Perangkap Terbuka; Benyamin Tertangkap
\s5
\p
\v 11 Kemudian, mereka masing-masing segera menurunkan karungnya ke tanah dan membukanya.
\v 12 Hamba itu mulai memeriksa, dimulai dari saudara yang tertua dan berakhir pada saudara yang termuda. Ia menemukan gelas itu dalam karung Benyamin.
\v 13 Maka, mereka merobek pakaian mereka. Setelah menaikkan kembali karung mereka ke atas keledai, mereka kembali ke kota.
\s5
\p
\v 14 Ketika Yehuda dan saudara-saudaranya kembali ke rumah Yusuf, Yusuf masih di sana. Saudara-saudara itu rebah ke tanah dan sujud di hadapannya.
\v 15 Yusuf berkata kepada mereka, “Mengapa kalian melakukan ini? Apakah kalian tidak tahu bahwa orang sepertiku ini dapat mengetahui rahasia?”
\s5
\p
\v 16 Yehuda berkata, “Jawaban apa yang harus kami berikan kepada Tuanku? Apa yang harus kami katakan? Atau, bagaimana kami dapat menunjukkan bahwa kami tidak bersalah? Allah telah mendapati kesalahan hamba-hambamu ini. Kami adalah hamba-hamba Tuanku, baik kami maupun dia yang kedapatan membawa gelas perak itu.”
\p
\v 17 Akan tetapi, Yusuf berkata, “Aku tidak akan menjadikan kalian semua hamba. Hanya orang yang kedapatan mencuri gelas itu yang akan menjadi hambaku. Yang lain dapat pergi dalam damai kepada ayah kalian.”
\s Yehuda Membela Benyamin
\s5
\p
\v 18 Kemudian, Yehuda mendekati Yusuf dan berkata, “Tuan, biarkanlah hambamu menyampaikan sesuatu kepada Tuanku. Tolong jangan marah terhadap hambamu, karena engkau seperti Firaun sendiri.
\v 19 Dulu, Tuanku pernah bertanya kepada hamba-hambamu ini, Apakah kalian mempunyai ayah atau saudara?
\s5
\v 20 Dan kami menjawab kepadamu, Kami mempunyai ayah — ia sudah tua. Dan kami mempunyai saudara bungsu. Ayah kami mengasihi anak itu karena ia lahir ketika ayah kami sudah tua. Saudara anak itu telah mati. Jadi, hanya ia anak yang masih tinggal dari ibu itu. Ayah kami sangat mengasihinya.
\v 21 Lalu engkau berkata kepada kami, Bawalah saudara itu kepadaku. Aku mau melihat dia.
\v 22 Dan kami berkata kepadamu, Anak muda itu tidak dapat datang. Ia tidak dapat meninggalkan ayahnya. Jika ayahnya kehilangan dia, ayahnya sangat sedih dan dia akan mati.
\s5
\v 23 Namun engkau berkata kepada kami, Kamu harus membawa saudara bungsumu jika tidak, aku tidak menjual gandum lagi kepadamu.
\v 24 Jadi kami kembali kepada ayah kami dan mengatakan kepadanya yang telah kaukatakan.
\p
\v 25 “Sesudah itu, Ayah kami mengatakan, Kembali dan belilah lagi makanan untuk kita.
\v 26 Kami berkata kepada ayah kami, Kami tidak dapat pergi tanpa saudara bungsu kami. Gubernur telah berkata bahwa ia tidak lagi menjual gandum kepada kami sampai ia melihat saudara bungsu kami.
\s5
\v 27 Lalu ayahku berkata kepada kami, Kamu tahu bahwa istriku Rahel melahirkan dua anak bagiku.
\v 28 Aku membiarkan seorang anak pergi, dan dia dibunuh binatang liar. Dan aku tidak melihatnya sejak itu.
\v 29 Jika kamu membawa anak yang satu lagi dari aku, dan sesuatu terjadi kepadanya, aku akan menjadi sangat sedih sampai mati.
\s5
\v 30 Sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi bila kami pulang tanpa saudara bungsu kami — anak itu sangat penting dalam hidup ayah kami!
\v 31 Ayah kami akan mati jika ia melihat anak itu tidak beserta dengan kami — dan itu menjadi kesalahan kami. Kami menyuruh ayah kami ke kuburannya, ia seorang yang sangat sedih.
\p
\v 32 “Aku bertanggung jawab untuk anak muda itu. Aku berkata kepada ayahku, Jika aku tidak membawa dia kembali kepadamu, engkau dapat menuntutku seumur hidupku.
\s5
\v 33 Sekarang aku meminta dengan sangat kepadamu, tolong biarkanlah anak itu kembali bersama saudara-saudaranya, dan aku akan tinggal dan menjadi hambamu.
\v 34 Aku tidak dapat kembali kepada ayahku jika anak itu tidak bersamaku. Aku sangat takut akan apa yang akan terjadi pada ayahku.”
\s5
\c 45
\s Yusuf Memperkenalkan Diri
\p
\v 1 Yusuf tidak dapat lagi menguasai dirinya. Ia menangis di depan semua orang yang ada di sana. Yusuf berkata, “Suruhlah semua orang untuk meninggalkan tempat ini.” Maka, semua orang meninggalkan tempat itu. Hanya saudara-saudara itu yang tinggal bersama Yusuf. Kemudian, Yusuf menjelaskan kepada mereka siapa dirinya.
\v 2 Yusuf menangis dengan suara keras sehingga semua orang Mesir dalam rumah Firaun mendengarnya.
\v 3 Ia berkata kepada saudara-saudaranya, “Akulah Yusuf saudara kalian. Apakah ayahku masih hidup?” Namun, mereka tidak menjawabnya karena mereka bingung dan takut di hadapan Yusuf.
\s5
\p
\v 4 Maka, Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Tolong, mendekatlah kemari kepadaku.” Mereka mendekat kepadanya dan Yusuf berkata, “Akulah Yusuf, saudara kalian, yang kalian jual sebagai hamba kepada orang Mesir.
\v 5 Dan sekarang, jangan bersedih atau menyesali diri karena kalian telah menjual aku ke sini. Karena, Allah menyuruh aku mendahului kalian untuk memelihara kehidupan.
\v 6 Karena, masa kelaparan telah terjadi selama 2 tahun di tanah ini dan masih akan ada 5 tahun lagi di mana orang tidak dapat bercocok tanam atau memanen.
\s5
\v 7 Maka, Allah mengutus aku ke sini mendahului kalian untuk melestarikan kelangsungan keturunan kalian di bumi dan menyelamatkan hidup kalian dengan cara yang luar biasa.
\v 8 Oleh sebab itu, bukan kalian yang telah mengirim aku ke sini, melainkan Allah. Dan, Dia telah menjadikan aku seperti seorang ayah bagi Firaun, tuan atas rumah tangganya, dan menjadi seorang penguasa atas seluruh tanah Mesir.”
\s Israel Diundang ke Mesir
\s5
\p
\v 9 Yusuf berkata, “Segeralah pergi kepada ayahku. Katakan kepadanya, Yusuf anakmu mengirim pesan ini:
\b
\pi Allah telah membuat aku menjadi gubernur atas seluruh Mesir. Jadi, datanglah kepadaku segera. Jangan berlama-lama.
\v 10 Engkau dapat tinggal dekat aku di tanah Gosyen. Engkau, anak-anakmu, cucu-cucumu, dan semua ternakmu dipersilakan datang.
\v 11 Di Gosyen, aku akan mencukupi kebutuhanmu karena masih ada 5 tahun kelaparan yang akan datang. Dengan demikian, engkau dan rumah tanggamu serta semua yang kaumiliki tidak akan kelaparan.
\b
\s5
\p
\v 12 Dan sekarang, kalian dan Benyamin telah melihat sendiri bahwa mulutkulah yang berbicara kepada kalian.
\v 13 Jadi, katakan kepada ayahku tentang penghormatan yang telah kuterima di Mesir. Katakan kepadanya tentang segala sesuatu yang telah kalian lihat di sini. Sekarang cepat, pergilah menjemput ayahku kemari.”
\s5
\v 14 Kemudian, Yusuf memeluk Benyamin, saudaranya, dan mereka berdua mulai menangis.
\v 15 Yusuf menangis sambil mencium semua saudaranya. Sesudah itu, mereka mulai berbicara dengan dia.
\s5
\p
\v 16 Ketika berita ini tersebar di seluruh rumah tangga Firaun, bahwa saudara-saudara Yusuf telah datang, Firaun dan hamba-hambanya sangat gembira!
\v 17 Lalu Firaun berkata kepada Yusuf, “Katakan kepada saudara-saudaramu untuk mengambil semua makanan yang mereka butuhkan dan kembali ke tanah Kanaan.
\v 18 Katakan kepada mereka untuk membawa ayahmu dan keluarga mereka kemari, kepadaku. Aku akan memberikan tanah yang terbaik di Mesir kepadamu untuk tempat tinggal. Dan, keluargamu bisa makan makanan terbaik yang kita miliki di sini.”
\s5
\v 19 “Dan sekarang, aku memerintahkanmu, Yusuf, untuk mengatakan ini kepada mereka: Ambilah beberapa kereta terbaik dari tanah Mesir bagi anak-anak dan bagi istri-istri kalian, dan bawalah ayah kalian kemari.
\v 20 Jangan khawatir dengan barang-barang yang terpaksa mereka tinggalkan, karena yang terbaik di seluruh tanah Mesir akan menjadi milikmu.”
\s5
\p
\v 21 Maka, anak-anak Israel melakukannya. Yusuf memberikan kepada mereka beberapa kereta seperti yang diperintahkan Firaun. Yusuf juga memberikan makanan secukupnya untuk perjalanan mereka.
\v 22 Ia memberikan kepada setiap saudara sepasang pakaian. Tetapi kepada Benyamin, ia memberikan lima pasang pakaian dan 300 keping perak.
\v 23 Untuk ayahnya, Yusuf mengirimkan 10 keledai yang membawa barang-barang yang terbaik dari Mesir. Ia mengirim 10 keledai betina penuh dengan gandum, roti, dan makanan lain untuk bekal ayahnya selama perjalanan ke Mesir nanti.
\s5
\v 24 Kemudian, Yusuf mengantar saudara-saudaranya pergi. Ketika mereka berangkat, Yusuf berpesan kepada mereka, “Jangan bertengkar di perjalanan.”
\p
\v 25 Mereka meninggalkan Mesir dan pergi kepada ayah mereka di tanah Kanaan.
\v 26 Mereka berkata kepadanya, “Ayah, Yusuf masih hidup! Dan dia menjadi gubernur atas seluruh Mesir.”
\p Akan tetapi, ayah mereka tertegun karena ia tidak percaya kepada mereka.
\s5
\v 27 Kemudian, mereka mengatakan kepadanya segala sesuatu yang dikatakan Yusuf. Setelah Yakub melihat kereta yang dikirim Yusuf kepadanya untuk membawanya ke Mesir, semangat Yakub hidup kembali.
\v 28 Israel berkata, “Sekarang aku percaya kepadamu. Anakku Yusuf masih hidup! Aku akan pergi melihat dia sebelum aku mati!”
\s5
\c 46
\s Allah Menjamin Israel
\p
\v 1 Maka, Israel membawa semua yang dimilikinya dan memulai perjalanannya. Ketika ia sampai di Bersyeba, ia mempersembahkan kurban kepada Allah yang disembah Ishak, ayahnya.
\v 2 Pada waktu malam, Allah berbicara kepada Israel dalam mimpi, “Yakub, Yakub.”
\p Israel menjawab, “Ya Tuhan.”
\p
\v 3 Kemudian, Allah berkata, “Akulah Allah, Allah ayahmu. Jangan takut pergi ke Mesir karena Aku akan membuatmu menjadi bangsa besar.
\v 4 Aku akan pergi ke Mesir menyertaimu, dan Aku akan membawamu keluar dari sana. Kamu akan mati di sana, tetapi tangan Yusuf sendiri yang akan menutup matamu bila kamu mati.”
\s Israel Pergi ke Mesir
\s5
\p
\v 5 Yakub meninggalkan Bersyeba dan melanjutkan perjalanan ke Mesir. Anak-anak Israel, membawa ayah, istri-istri, dan semua anak mereka ke Mesir. Mereka menaiki kereta yang berikan Firaun.
\v 6 Mereka juga membawa ternak dan barang-barang yang mereka dapatkan di tanah Kanaan. Yakub pergi ke Mesir bersama semua keturunannya.
\v 7 Bersama dia ada anak-anak dan cucu-cucunya, baik laki-laki maupun perempuan. Seluruh keluarganya pergi bersamanya.
\s Keluarga Yakub
\s5
\p
\v 8 Inilah nama anak-anak Israel dan keluarga yang pergi ke Mesir bersamanya:
\b
\li Ruben adalah anak Yakub yang pertama.
\v 9 Anak laki-laki Ruben adalah Henokh, Palu, Hezron, dan Karmi.
\li
\v 10 Anak laki-laki Simeon adalah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin, dan Zohar. Juga ada Saul, yang lahir dari perempuan Kanaan.
\li
\v 11 Anak laki-laki Lewi adalah Gerson, Kehat, dan Merari.
\li
\s5
\v 12 Anak laki-laki Yehuda adalah Er, Onan, Syela, Peres, dan Zerah. Er dan Onan mati ketika masih di Kanaan. Anak laki-laki Peres ialah Hezron dan Hamul.
\li
\v 13 Anak laki-laki Isakhar adalah Tola, Pua, Ayub, dan Simron.
\li
\v 14 Anak laki-laki Zebulon adalah Sered, Elon, dan Yahleel.
\b
\m
\v 15 Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, dan Zebulon adalah anak-anak Yakub dari Lea, istrinya. Lea melahirkan mereka di Padan-Aram. Ia juga mempunyai anak perempuan bernama Dina. Ada 33 orang dalam keluarganya.
\b
\li
\s5
\v 16 Anak laki-laki Gad adalah Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi, dan Areli.
\li
\v 17 Anak laki-laki Asyer adalah Yimna, Yiswa, Yiswi, Beria, dan saudara perempuan mereka, Serah. Ada juga anak Beria yaitu Heber dan Malkiel.
\b
\m
\v 18 Mereka semua adalah anak-anak Yakub dari Zilpa, hamba perempuan yang diberikan Laban kepada Lea, anaknya. Ada 16 orang dalam keluarganya.
\b
\li
\s5
\v 19 Anak-anak Yakub dari Rahel, istrinya, adalah Yusuf dan Benyamin.
\li
\v 20 Di Mesir, Yusuf mempunyai dua anak laki-laki, Manasye dan Efraim. Istri Yusuf ialah Asnat, anak Potifera, imam di kota On.
\li
\v 21 Anak laki-laki Benyamin adalah Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim, dan Ared.
\b
\m
\v 22 Inilah anak laki-laki Yakub dari istrinya Rahel. Ada 14 orang dalam keluarganya.
\b
\li
\s5
\v 23 Anak laki-laki Dan adalah Husim.
\li
\v 24 Anak laki-laki Naftali adalah Yahzeel, Guni, Yezer, dan Syilem.
\b
\m
\v 25 Inilah anak-anak Yakub dan Bilha. Bilha hamba yang diberikan Laban kepada anaknya Rahel. Ada tujuh orang dalam keluarganya.
\b
\s5
\p
\v 26 Jumlah keturunan Yakub yang pergi bersamanya ke Mesir 66 orang. Istri anak-anak Yakub tidak dihitung dalam jumlah itu.
\v 27 Juga, Yusuf memiliki dua anak laki-laki di Mesir. Dengan dua cucu ini, jumlah keluarga Yakub di Mesir ada sebanyak 70 orang semuanya.
\s Israel Tiba di Mesir
\s5
\p
\v 28 Yakub menyuruh Yehuda untuk mendahului mereka menemui Yusuf, supaya Yusuf menunjukkan jalan menuju Gosyen kepada Yehuda. Kemudian, Yakub dan keluarganya menyusul ke Gosyen.
\v 29 Yusuf tahu bahwa ayahnya datang. Jadi, ia mempersiapkan keretanya dan keluar menemui Israel, ayahnya, di Gosyen. Ketika Yusuf melihat ayahnya, ia memeluk lehernya dan menangis untuk waktu yang lama.
\p
\v 30 Lalu, Israel berkata kepada Yusuf, “Sekarang aku dapat mati dalam damai karena aku telah melihat wajahmu dan mengetahui bahwa kamu masih hidup.”
\s5
\p
\v 31 Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya yang lain, “Aku akan pergi menemui Firaun dan berkata, Saudara-saudaraku dan seluruh keluarga ayahku yang tinggal di Kanaan telah datang kepadaku.
\v 32 Mereka adalah para gembala yang selalu memelihara domba dan lembu. Mereka membawa semua ternak dan segala sesuatu milik mereka ke sini.
\s5
\v 33 Bila Firaun memanggil kalian dan bertanya, Apa pekerjaan kalian?
\v 34 Katakan kepadanya, Hamba-hambamu ini sudah menjaga ternak dari sejak muda sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami. Maka, Firaun akan mengizinkan kalian tinggal di tanah Gosyen karena orang-orang Mesir tidak suka pekerjaan gembala.”
\s5
\c 47
\s Israel Tinggal di Gosyen
\p
\v 1 Yusuf pergi menghadap Firaun dan berkata, “Ayah dan saudara-saudaraku telah datang dari Kanaan dan mereka di tanah Gosyen sekarang. Mereka membawa semua ternak dan harta benda mereka dari sana.”
\v 2 Yusuf memilih lima orang dari antara saudaranya dan membawa mereka menghadap Firaun.
\s5
\p
\v 3 Firaun berkata kepada mereka, “Apa pekerjaan kalian?”
\p Mereka menjawab, “Tuan, hamba-hambamu ini adalah para gembala, sama seperti nenek moyang kami.”
\v 4 Mereka berkata kepada Firaun, “Masa kelaparan sangat buruk di Kanaan. Di sana tidak ada ladang yang berumput untuk ternak kami. Jadi, kami datang untuk tinggal di negeri ini. Kami memohon kepada Tuanku, biarlah kami tinggal di Gosyen.”
\s5
\p
\v 5 Firaun berkata kepada Yusuf, “Ayah dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu.
\v 6 Tanah Mesir terbuka untukmu. Pilihlah tempat terbaik di negeri ini untuk ayah dan saudara-saudaramu. Mereka boleh tinggal di tanah Gosyen. Jika ada di antara mereka yang terampil, mereka boleh menggembalakan ternakku.”
\s5
\p
\v 7 Kemudian, Yusuf memanggil Yakub, ayahnya, untuk masuk menghadap Firaun. Dan, Yakub memberkati Firaun.
\p
\v 8 Lalu, Firaun berkata kepadanya, “Berapa umurmu?”
\p
\v 9 Yakub menjawab Firaun, “Hidupku sebagai pengembara telah 130 tahun. Tahun-tahun hidupku singkat dan penuh dengan kesusahan, lebih singkat daripada tahun-tahun pengembaraan nenek moyangku.”
\p
\v 10 Yakub memberkati Firaun dan meninggalkan pertemuan itu.
\s5
\p
\v 11 Kemudian, Yusuf menempatkan ayah dan saudara-saudaranya di tanah yang terbaik di Mesir, yaitu di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun kepadanya.
\v 12 Yusuf juga memberikan makanan yang diperlukan ayahnya, saudara-saudaranya, dan semua orang yang tinggal bersama ayahnya.
\s Yusuf Membeli Tanah untuk Firaun
\s5
\p
\v 13 Bencana kelaparan semakin hebat. Tidak ada makanan di mana-mana. Mesir dan Kanaan menjadi sangat miskin karena masa yang buruk ini.
\v 14 Yusuf mengumpulkan semua uang hasil penjualan gandum, baik di Mesir maupun di Kanaan. Dan, Yusuf membawa semua uang itu ke rumah Firaun.
\s5
\v 15 Setelah semua uang orang Mesir dan orang Kanaan habis untuk membeli gandum, mereka datang kepada Yusuf dan berkata, “Berilah kami makanan. Jika tidak, kami akan mati di hadapanmu karena uang kami telah habis.”
\p
\v 16 Akan tetapi, Yusuf menjawab, “Jika uang kalian sudah habis, berikan kepadaku ternak kalian dan aku akan memberikan makanan kepada kalian.”
\v 17 Maka, orang-orang membawa ternak mereka kepada Yusuf dan Yusuf memberi mereka makanan sebagai ganti lembu, kuda, dan semua ternak yang mereka berikan. Tahun itu, Yusuf memberikan makanan kepada mereka sebagai ganti ternak mereka.
\s5
\p
\v 18 Tahun berikutnya, orang-orang tidak lagi mempunyai ternak dan tidak dapat membeli makanan. Jadi, mereka pergi kepada Yusuf dan berkata, “Engkau tahu bahwa kami tidak mempunyai uang lagi, dan semua ternak kami telah menjadi milikmu. Kami tidak mempunyai apa-apa lagi, selain tubuh dan ladang kami.
\v 19 Mengapa kami harus mati di hadapanmu, baik kami dan ladang kami? Belilah kami dan ladang kami dengan makanan, dan kami akan menjadi hamba bagi Firaun. Berilah kami benih untuk ditanam supaya kami hidup dan ladang kami tidak menjadi gersang.”
\s5
\p
\v 20 Jadi, Yusuf membeli semua ladang di Mesir untuk Firaun. Semua orang di Mesir menjual ladang mereka kepada Yusuf karena kelaparan yang sangat buruk menimpa mereka. Maka, semua ladang menjadi milik Firaun.
\v 21 Dan, Yusuf memindahkan mereka ke kota-kota, dari satu perbatasan ke perbatasan lain di Mesir.
\v 22 Tanah yang tidak dibeli Yusuf hanyalah tanah milik para imam. Sebab, para imam mendapatkan tunjangan tetap dari Firaun dan mereka hidup dari tunjangan itu. Jadi, para imam tidak perlu menjual ladang mereka.
\s5
\p
\v 23 Yusuf berkata kepada mereka, “Aku telah membeli kalian dan tanah kalian bagi Firaun. Sekarang, aku akan memberikan benih kepada kalian, dan kalian dapat menanami ladang kalian.
\v 24 Pada masa panen, kalian harus memberikan seperlima hasil panen kepada Firaun. Empat perlima hasil panen akan menjadi milik kalian sendiri. Kalian dapat menggunakan sebagian hasil panen itu untuk benih di ladang dan sebagian untuk makanan bagi kalian dan keluarga kalian, juga bagi anak-anak kalian.”
\s5
\p
\v 25 Mereka berkata, “Engkau telah menyelamatkan hidup kami. Kami senang menjadi hamba Firaun.”
\p
\v 26 Lalu, Yusuf menjadikan hal itu sebagai hukum mengenai tanah Mesir, dan hukum itu masih berlaku hingga hari ini. Hukum itu mengatur bahwa seperlima dari semua hasil ladang adalah milik Firaun. Hanya tanah imam yang tidak menjadi milik Firaun.
\s Jangan Kubur Aku di Mesir
\s5
\p
\v 27 Israel tinggal di Mesir. Ia tinggal di tanah Gosyen. Keluarganya bertambah banyak dan menjadi sangat besar. Mereka menjadi pemilik tanah di Mesir dan mengerjakannya dengan baik.
\p
\v 28 Yakub tinggal di Mesir selama tujuh belas tahun, jadi ia berumur 147 tahun.
\s5
\v 29 Ketika hari kematiannya semakin dekat, Israel memanggil Yusuf, anaknya, untuk datang kepadanya. Israel berkata, “Jika aku mendapat kemurahanmu, taruhlah tanganmu di bawah pangkal pahaku dan berjanjilah. Berjanjilah bahwa engkau akan menunjukkan kasih dan kesetiaan kepadaku. Apabila aku mati, jangan kuburkan aku di Mesir.
\v 30 Kuburkan aku di mana nenek moyangku dikubur. Bawalah aku keluar Mesir dan kuburkan aku dalam kuburan keluarga kita.”
\p Jawab Yusuf, “Aku berjanji bahwa aku akan melakukan yang engkau katakan.”
\p
\v 31 Lalu, Yakub berkata, “Bersumpahlah kepadaku.” Dan, Yusuf bersumpah kepadanya bahwa ia akan melakukan itu. Israel membaringkan kepalanya kembali di tempat tidur.
\s5
\c 48
\s Berkat untuk Manasye dan Efraim
\p
\v 1 Beberapa waktu kemudian, Yusuf diberi tahu, “Ayahmu sakit.” Maka, ia membawa kedua anaknya, Manasye dan Efraim, dan pergi menemui ayahnya.
\v 2 Ketika Yusuf tiba, beberapa orang memberi tahu Yakub, “Anakmu, Yusuf, datang menjenguk engkau.” Israel sangat lemah, tetapi ia berusaha keras dan duduk di tempat tidurnya.
\s5
\p
\v 3 Lalu, Yakub berkata kepada Yusuf, “Allah Yang Mahakuasa menampakkan diri kepadaku di Lus, di tanah Kanaan. Allah memberkati aku di sana.
\v 4 Allah berkata kepadaku, Aku akan membuatmu menjadi bangsa yang besar. Aku akan memberikan tanah ini kepada keturunanmu sebagai milik mereka untuk selamanya.
\s5
\v 5 Sekarang, kamu mempunyai dua anak. Kedua anak ini lahir di sini sebelum aku datang. Kedua anakmu ini, Efraim dan Manasye, akan menjadi seperti anak-anakku sendiri. Mereka akan menjadi seperti Ruben dan Simeon bagiku.
\v 6 Akan tetapi, jika engkau mempunyai anak-anak lagi setelah mereka, anak-anak itu akan menjadi milikmu. Mengenai milik pusaka, mereka akan disebut berdasarkan nama Efraim dan Manasye.
\v 7 Dalam perjalanan dari Padan-Aram, Rahel mati di tanah Kanaan, tidak jauh dari Efrata. Hal ini membuatku sangat sedih. Aku menguburkannya di sana, di sisi jalan menuju Efrata (sekarang disebut Betlehem).
\s5
\p
\v 8 Lalu, Israel melihat kedua anak laki-laki Yusuf. Israel berkata, “Siapa mereka ini?”
\p
\v 9 Yusuf berkata kepada ayahnya, “Inilah anak-anakku. Mereka ini adalah anak-anak yang diberikan Allah kepadaku di Mesir.”
\p Israel berkata, “Bawalah anak-anakmu kepadaku. Aku akan memberkati mereka.”
\p
\v 10 Israel sudah tua dan matanya rabun. Yusuf membawa anak-anaknya dekat kepada ayahnya. Israel mencium dan merangkul mereka.
\s5
\v 11 Israel berkata kepada Yusuf, “Aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan melihat wajahmu lagi. Tetapi lihatlah! Allah bahkan telah membuat aku melihat engkau dan anak-anakmu.”
\p
\v 12 Yusuf menarik anak-anaknya dari pangkuan Israel dan ia sujud di depan ayahnya.
\v 13 Yusuf menaruh Efraim di sisi kanannya dan Manasye di sisi kirinya. Jadi, Efraim ada di sisi kiri Israel, dan Manasye ada di sisi kanannya.
\s5
\v 14 Akan tetapi, Israel menyilangkan tangannya dan meletakkan tangan kanannya ke atas kepala Efraim, yang adalah anak bungsu Yusuf. Kemudian, ia meletakkan tangan kirinya ke atas kepala Manasye, meskipun Manasye anak sulung.
\v 15 Israel memberkati Yusuf dan berkata,
\b
\q1 “Aku berdoa kepada Allah yang dilayani oleh nenek moyangku, Abraham dan Ishak;
\q2 kepada Allah yang telah menjadi Gembalaku hingga hari ini,
\q1
\v 16 Malaikat yang telah menebus aku dari semua yang jahat,
\q2 berkatilah kiranya anak-anak muda ini.
\q1 Kiranya melalui mereka orang-orang mengingat namaku
\q2 dan nama nenek moyang kami, Abraham dan Ishak.
\q1 Aku berdoa kiranya bumi akan dipenuhi
\q2 oleh keturunan mereka.”
\b
\s5
\p
\v 17 Yusuf melihat ayahnya meletakkan tangan kanannya ke atas kepala Efraim. Yusuf tidak senang akan hal itu. Yusuf memegang tangan ayahnya untuk memindahkannya dari kepala Efraim ke kepala Manasye.
\v 18 Yusuf berkata kepada ayahnya, “Ayah, tangan kananmu ada pada anak yang salah. Manasye adalah anak sulung. Letakkanlah tangan kananmu ke atasnya.”
\s5
\p
\v 19 Namun, ayahnya menolak dan berkata, “Aku tahu, Nak. Aku tahu. Manasye anak sulung. Ia akan menjadi besar dan menjadi bapa banyak orang. Akan tetapi, Efraim yang lebih muda akan menjadi lebih besar daripada dia. Dan, keturunan Efraim akan menjadi jauh lebih besar.”
\p
\v 20 Jadi, Israel memberkati mereka hari itu. Ia berkata,
\b
\q1 “Umat Israel akan memakai namamu
\q2 apabila mereka memberkati orang.
\q1 Mereka akan berkata,
\q2 Semoga Allah menjadikanmu
\q2 seperti Efraim dan Manasye.’”
\b
\p Demikianlah Israel menjadikan Efraim lebih besar daripada Manasye.
\s5
\p
\v 21 Kemudian, Israel berkata kepada Yusuf, “Lihatlah, hari kematianku sudah dekat, tetapi Allah akan menyertaimu. Ia akan membawa kamu kembali ke tanah nenek moyangmu.
\v 22 Aku memberikan kepadamu bagian yang lebih besar daripada saudara-saudaramu, yaitu wilayah yang aku rebut dengan pedang dan panah dari orang-orang Amori.”
\s5
\c 49
\s Yakub Memberkati Anak-anaknya
\p
\v 1 Kemudian, Yakub memanggil semua anaknya dan berkata, “Anak-anakku, berkumpullah kemari. Aku akan mengatakan kepadamu yang akan terjadi kepadamu di masa depan.
\b
\q1
\v 2 Hai anak-anak Yakub, berkumpullah.
\q2 Mari dengarkanlah Israel, ayah kalian.’”
\b
\s Ruben
\s5
\q1
\v 3 “Ruben, anak sulungku, engkaulah kekuatanku,
\q2 buah pertama dari kegagahanku.
\q1 Engkaulah yang paling terhormat
\q2 dan berkuasa dari semua anakku.
\q1
\v 4 Tetapi, nafsumu seperti air bah
\q2 yang tidak bisa engkau kuasai.
\q1 Jadi, engkau tidak akan tetap
\q2 menjadi anakku yang paling terhormat.
\q1 Engkau menaiki tempat tidur ayahmu
\q2 dan tidur dengan salah satu istrinya.
\q1 Engkau membawa aib kepada tempat tidurku,
\q2 tempat tidur tempatmu berbaring.”
\b
\s Simeon dan Lewi
\s5
\q1
\v 5 “Simeon dan Lewi adalah kakak beradik.
\q2 senjata kekejaman ada di tempat tinggal mereka.
\q1
\v 6 Aku tidak akan bergabung dengan pertemuan rahasia mereka.
\q2 Aku tidak akan ambil bagian dalam rencana mereka yang jahat.
\q1 Dalam kemarahan, mereka telah membunuh orang,
\q2 dan mereka memotong binatang hanya untuk kesenangan.
\s5
\q1
\v 7 Terkutuklah amarah mereka karena amarah mereka dahsyat.
\q2 terkutuklah murka mereka karena murka mereka kejam.
\q1 Aku akan menceraiberaikan mereka dari antara anak-anak Yakub.
\q2 Aku akan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.”
\b
\s Yehuda
\s5
\q1
\v 8 “Yehuda, saudara-saudaramu akan memujimu.
\q2 Tanganmu akan mencengkeram leher musuh-musuhmu.
\q2 Saudara-saudaramu akan sujud kepadamu.
\s5
\q1
\v 9 Yehuda seperti singa muda.
\q2 Anakku, engkau seperti singa
\q2 yang berdiri di atas mangsanya.
\q1 Seperti singa, Yehuda berbaring untuk beristirahat,
\q2 dan tidak ada yang berani mengganggunya.
\s5
\q1
\v 10 Tongkat kekuasaan tidak akan beranjak dari Yehuda.
\q2 Lambang pemerintahan tidak akan berpindah dari kakinya,
\q1 sampai dia yang berhak pemerintahan itu datang.
\q2 kepada dialah seluruh bangsa akan tunduk.
\s5
\q1
\v 11 Yehuda mengikatkan anak kudanya pada pohon anggur dan keledainya pada pohon anggur yang terbaik.
\q2 Ia mencuci pakaian dan jubahnya dalam air anggur yang terbaik.
\q1
\v 12 Matanya merah karena minum anggur.
\q2 Giginya putih karena minum susu.”
\b
\s Zebulon
\s5
\q1
\v 13 “Zebulon akan hidup di dekat laut.
\q2 Pesisirnya menjadi tempat yang aman bagi kapal-kapal.
\q2 Tanahnya akan berbatas sampai Kota Sidon.”
\b
\s Isakhar
\s5
\q1
\v 14 “Isakhar seperti keledai kuat,
\q2 yang berbaring di antara pelananya.
\q1
\v 15 Ketika ia melihat tempat peristirahatan yang baik
\q2 dan tanah itu menyenangkan,
\q1 Ia membungkukkan bahunya untuk menggendong beban berat;
\q2 dan menjadi budak dalam kerja paksa.”
\b
\s Dan
\s5
\q1
\v 16 “Dan akan menghakimi umatnya
\q2 sebagai salah satu dari suku-suku Israel.
\q1
\v 17 Dan akan seperti ular
\q2 di pinggir jalan.
\q1 Ia akan seperti ular berbisa
\q2 di jalan setapak,
\q1 yang menggigit kaki kuda,
\q2 sehingga pengendaranya terjungkal ke belakang.
\b
\q1
\v 18 TUHAN, aku menunggu keselamatan dari Engkau.”
\b
\s Gad
\s5
\q1
\v 19 “Gad akan diserang oleh sekelompok perampok,
\q2 tetapi ia akan menyerang tumit mereka.”
\b
\s Asyer
\q1
\v 20 “Tanah Asyer akan menumbuhkan banyak makanan yang baik.
\q2 Ia akan memiliki makanan yang cocok untuk seorang raja.”
\b
\s Naftali
\q1
\v 21 “Naftali seperti seekor rusa yang terlepas,
\q2 yang melahirkan anak-anak yang indah.”
\b
\s Yusuf
\s5
\q1
\v 22 “Yusuf adalah seperti pohon anggur yang subur,
\q2 pohon anggur yang subur di dekat mata air,
\q2 yang cabang-cabangnya memanjat dinding.
\q1
\v 23 Para pemanah menyerangnya dengan membabi buta,
\q2 mereka memanahi dan mengacaukannya.
\s5
\q1
\v 24 Tetapi, busur Yusuf tetap kukuh,
\q2 dan lengannya kuat.
\q1 Kekuatannya berasal dari Yang Mahakuasa, pelindung Yakub,
\q2 karena Sang Gembala adalah Batu Karang Israel.
\s5
\q1
\v 25 Semoga Allah ayahmu akan menolongmu.
\q2 Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkatimu.
\q1 Semoga Dia memberkatimu dengan hujan dari langit di atas,
\q2 dengan sumber air dari bawah bumi,
\q1 dan dengan berkat buah dada dan rahim.
\s5
\q1
\v 26 Nenek moyangmu diberkati banyak hal baik.
\q2 tetapi aku, ayahmu, bahkan lebih diberkati lagi.
\q1 Kiranya semua berkat itu turun ke atas kepala Yusuf
\q2 dan ke atas mahkota dari kepala dia yang teristimewa
\q2 dari antara saudara-saudaranya.”
\b
\s Benyamin
\s5
\q1
\v 27 “Benyamin seperti serigala lapar.
\q2 Pagi hari, ia membunuh mangsanya.
\q2 Pada malam hari, ia membagi-bagikan rampasannya.”
\b
\s5
\p
\v 28 Itulah kedua belas suku Israel. Dan itulah yang dikatakan Israel saat memberkati mereka. Ia memberkati mereka masing-masing dengan berkat yang sesuai bagi mereka.
\v 29 Kemudian, Israel memberikan perintah kepada mereka, katanya, “Apabila aku mati, aku mau bersama umatku. Aku mau dikuburkan bersama nenek moyangku dalam gua di ladang Efron orang Het itu.
\v 30 Gua itu ada di ladang Makhpela dekat Mamre, di tanah Kanaan. Abraham membeli ladang itu dari Efron supaya ia memiliki tempat pemakaman.
\s5
\v 31 Abraham dan Sara, istrinya, dikubur dalam gua itu. Ishak dan Ribka, istrinya, dikubur dalam gua itu. Aku juga mengubur Lea, istriku, dalam gua itu.
\v 32 Gua itu ada di ladang yang dibeli dari orang-orang Het.”
\v 33 Setelah Yakub selesai berbicara kepada anak-anaknya, ia berbaring, meletakkan kakinya kembali ke tempat tidur, lalu mati.
\s5
\c 50
\s Penguburan Yakub
\p
\v 1 Maka, Yusuf merebahkan diri pada wajah ayahnya dan menangisi serta menciumnya.
\v 2 Yusuf memerintahkan para pelayannya, yaitu para tabib, untuk membalsam mayat ayahnya. Jadi, para dokter itu pun membalsam mayat Yakub.
\v 3 Dibutuhkan empat puluh hari untuk melakukan proses itu, karena selama itulah waktu yang dibutuhkan untuk pembalseman; dan, orang-orang Mesir berkabung untuk Yakub selama tujuh puluh hari.
\s5
\p
\v 4 Setelah masa berkabung berakhir, Yusuf berkata kepada para pejabat Firaun, “Jika aku mendapat kemurahanmu, tolong katakan kepada Firaun:
\v 5 Ayahku memintaku bersumpah dengan berkata: “Aku akan segera mati, karena itu kuburkanlah aku di kuburan yang telah kugali sendiri di negeri Kanaan. Di sanalah kamu harus menguburkanku.” Sebab itu, izinkanlah aku pergi dan mengubur ayahku, kemudian aku akan kembali.’”
\p
\v 6 Jawab Firaun, “Pergilah dan kuburkanlah ayahmu sesuai sumpah yang dimintanya untuk engkau perbuat.”
\s5
\p
\v 7 Jadi, Yusuf pergi untuk menguburkan ayahnya. Semua pelayan Firaun, tua-tua di istananya beserta tua-tua di seluruh tanah Mesir, juga pergi bersama Yusuf.
\v 8 Bersamanya juga semua orang dalam keluarga Yusuf, keluarga saudara-saudaranya, dan semua orang dalam keluarga ayahnya; semuanya pergi, kecuali anak-anak dan kawanan ternak mereka yang mereka tinggalkan di tanah Gosyen.
\v 9 Bersama-sama dengan mereka juga pasukan berkuda dan kereta perang sehingga rombongan itu menjadi sangat besar.
\s5
\p
\v 10 Ketika mereka sampai ke Goren-Haatad
\f +
\fr 50:10
\fk Goren-Haatad
\ft Dalam bahasa Ibrani, “goren” berarti tempat pengirikan atau penyimpanan gandum. Letaknya di sebelah barat Yordan, di antara Yordan dan Yerikho.
\f* , di seberang Yordan, mereka meratap dengan suara keras dan amat sedih. Di tempat itu, Yusuf berkabung untuk ayahnya selama tujuh hari.
\v 11 Ketika orang-orang yang tinggal di Kanaan melihat perkabungan di Goren-Haatad itu, mereka berkata, “Ini merupakan perkabungan yang menyedihkan bagi orang-orang Mesir.” Oleh sebab itu, tempat di dekat Yordan itu dinamai Abel-Mizraim
\f +
\fr 50:11
\fk Abel-Mizraim
\ft Arti harafiahnya, “Padang rumput Mesir”
\f* .
\s5
\p
\v 12 Maka, anak-anak Yakub melakukan sesuai apa yang telah dipesankannya kepada mereka.
\v 13 Mereka membawa mayat Abraham ke Kanaan dan menguburkannya di gua yang ada di ladang Makhpela, berseberangan dengan Mamre, yang dibeli Abraham sebagai tanah pekuburan dari Efron, orang Het.
\v 14 Setelah mengubur ayahnya, Yusuf kembali ke Mesir bersama saudara-saudaranya dan semua orang yang pergi bersamanya untuk menguburkan ayahnya.
\s Saudara-saudara Yusuf Masih Takut Kepadanya
\s5
\p
\v 15 Ketika saudara-saudara Yusuf menyadari bahwa ayah mereka telah meninggal, mereka berkata “Bagaimana jika Yusuf menyimpan dendam dan akan membalas semua kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya?”
\v 16 Jadi, mereka mengirimkan pesan kepada Yusuf. Kata mereka:
\b
\pi “Sebelum mati, ayahmu meninggalkan pesan ini kepadamu.
\v 17 Ia berkata, Katakan kepada Yusuf, ampunilah pelanggaran saudara-saudaramu dan dosa-dosa mereka sebab mereka pernah melakukan kesalahan terhadapmu. Karena itu, ampunilah kesalahan dari hamba-hamba Allah ayahmu ini.”
\b
\p Yusuf menangis saat saudara-saudaranya mengatakan ini kepadanya.
\s5
\v 18 Kemudian, saudara-saudara Yusuf datang dan sujud di hadapannya. Kata mereka, “Lihatlah, kami ini hambamu.”
\p
\v 19 Lalu, Yusuf berkata kepada mereka, “Jangan takut! Allahkah aku ini?
\v 20 Memang benar bahwa kalian merencanakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah menjadikannya baik; yaitu supaya aku dapat melakukan apa yang telah terjadi sekarang ini, menyelamatkan hidup banyak orang.
\v 21 Jadi, jangan takut. Aku akan memelihara kalian dan anak-anak kalian.” Demikianlah Yusuf menenangkan saudara-saudaranya dan berbicara dengan ramah kepada mereka.
\s5
\p
\v 22 Yusuf tetap tinggal di Mesir bersama keluarga ayahnya. Masa hidupnya adalah seratus sepuluh tahun.
\v 23 Yusuf masih melihat generasi ketiga dari anak-anak Efraim. Bahkan anak-anak Makhir, anak Manasye, masih sempat diletakkan di pangkuan Yusuf.
\s Kematian Yusuf
\s5
\p
\v 24 Kemudian, Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Hari kematianku hampir tiba. Akan tetapi, Allah pasti akan memperhatikanmu dan membawamu keluar dari negeri ini ke tanah yang dijanjikan-Nya dalam sumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.”
\p
\v 25 Yusuf meminta anak-anak Israel bersumpah kepadanya. Katanya, “Allah pasti akan memperhatikan kamu. Karena itu, nanti, bawalah tulang-tulangku keluar dari sini.”
\p
\v 26 Jadi, Yusuf mati di Mesir ketika berumur seratus sepuluh tahun. Dan, setelah mereka membalsam mayatnya, mereka meletakkannya pada sebuah peti mati di Mesir.